Meregang Nyawa di Penampungan TKI

BANYAK Tenaga Kerja Indonesia bernasib (TKI) kurang lebih sama dengan Ruyati, baik di Arab Saudi maupun di negeri tetangga; Malaysia dan Singapura. Tapi, majikan jahat dan kejam tak melulu milik negara- negara tujuan utama TKI kelas pembantu rumah tangga itu. Di Indonesia pun ada majikan bertabiat serupa.

Ketika ramai berita mengenai pencabutan nyawa Ruyati di ujung pedang algojo Arab Saudi, kasus penyiksaan terhadap TKI di dalam negeri ikut mencuat sebagai berita utama koran-koran lokal di Batam sejak Rabu 22 Juni 2011.

Regina Banun Sele, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur (NTT),  meregang nyawa di penampungan TKI milik PT Tugas Mulia, dalam sebuah rumah toko di kawasan Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau. Regina meninggal pada 1 Juni 2011, persis di hari lahir Pancasila, yang kali ini mengangkat tema “Jadikan Pancasila sebagai Gaya Hidup Bangsa”.

Bos PT Tugas Mulia menunjukkan dua surat mengenai penyebab kematian Regina. Penjelasan dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, Regina meninggal “karena penyakit yang dideritanya”. Sementara dari pihak kepolisian menyebutkan kematian itu akibat penyakit jantung.  Jasad Regina sudah dikirim pulang ke kampung halaman di Desa Koa, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT.

Kasus itu terungkap setelah tiga orang TKW berhasil meloloskan diri dari penampungan itu. Seorang warga Batam asal NTT menemukan mereka luntang-lantung di jalan, mengajak ke rumahnya. Kemudian bertemu tokoh masyarakat NTT di Batam yang berujung penggerebekan lokasi penampungan oleh ribuan warga, mendahului tindakan kepolisian. Beruntung sang bos dan karyawannya berhasil meloloskan diri dari massa saat penggerebekan.

Di penampungan itu warga mendapati lima TKI asal NTT, yakni Rasti (30), Yuli Falo (40), Rosalinda (29),  Melia (23), dan Meri (24). Mereka spontan berteriak minta tolong. Mereka mengaku disekap dalam ruko milik PT Tugas Mulia itu. Kepada polisi dan sejumlah tokoh masyarakat asal NTT di Batam, mereka mengaku mengalami siksaan hebat hingga perkosaan oleh karyawan perusahaan penyalur TKI/TKW itu.

Perlakuan terhadap para TKI/TKW itu tidak semulia nama perusahaan itu. Mereka mengaku sering ditampar oleh sang bos, seorang perempuan cantik bernama Rusna (42). Mereka juga dihantam pakai pipa paralon dan ditendang oleh para karyawan yang tak mau kalah galak dibandingkan bos mereka.

Rusna membantah telah menyiksa para TKI/TKW tersebut. Dia mengakui menampar mereka, tapi melakukannya dengan kasih, sebagai bentuk pembinaan. Ada atau tidak tindakan penganiayaan masih harus dibuktikan oleh penyidik dari Polresta Barelang yang menangani kasus ini. Namun, sulit membantah adanya penganiayaan bila melihat kondisi para TKI/TKW. Meri, seorang TKW, bahkan tak bisa lagi berbicara lantaran terlalu sering dianiaya dan diperkosa. Meri adalah kakak dari Regina yang telah meninggal.

Apakah kasus tersebut merupakan potret lemahnya pengawasan terhadap pengerah TKI/TKW. Apakah ini juga potret perusahaan pengerah jasa TKI/TKW di Indonesia? Ternyata tak perlu sampai ke luar negeri untuk menemukan majikan si raja tega. (*)

Pak SBY, Tolonglah, Masih 23 Jiwa Lagi…

Ruyati, TKI yang dipancung di Arab Saudi (VIVAnews / Erik Hamzah)

Ruyati, TKI yang dipancung di Arab Saudi (VIVAnews / Erik Hamzah)

BAPAK Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Yang Terhormat. Kami mohon dengan sangat, tolonglah. Masih 23 tenaga kerja Indonesia (TKI) lagi yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Bapak pasti tahu persis kan kalau seorang warga negara bapak baru saja dipancung kepalanya di Arab Saudi?

Ruyati binti Sapubi alias Ruyati binti Saboti Saruna dicabut nyawanya oleh Pemerintah Arab Saudi, Sabtu 18 Juni 2011. Kepalanya menggelinding di tanah tertebas pedang sang tukang jagal. Duh, dia hanyalah seorang TKW miskin dan lemah, tapi dia manusia, bukan sapi atau kambing.

Sudahkah Pemerintah Indonesia Read more »

Jujur Itu Hebat, Pak Agus Condro!

Susno Duadji (kiri) dan Agus Condro. (dok Tribun Manado)

Susno Duadji (kiri) dan Agus Condro. (dok Tribun Manado)

“NENEK Minah hanya mengambil tiga butir kakao saja dihukum, masak saya selaku pejabat negara menerima hadiah (korupsi) Rp 500 juta tidak dihukum. Itu kan mencederai keadilan.”

Kira-kira begitulah ucapan Agus Condro saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Kamis (16/6/2011), usai hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonisnya 15 bulan penjara. Dia juga dikenai denda Rp 50 juta, subsidair tiga bulan penjara.

Ingat Nenek Minah? Dia adalah Ny Sanrusdi (55), warga Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, yang oleh Pengadilan Negeri Purwokerto, Jateng, didakwa mencuri tiga buah kakao di perkebunan milik perusahaan PT Rumpun Sari Antan. Ia mengambil buah kakao itu untuk dijadikan benih.

Nenek Minah langsung minta maaf dan mengembalikan kakao itu kepada mandor perkebunan tersebut, namun hukum tetap tegak terhadap perempuan tua renta, miskin melarat, dan buta huruf itu. (Mungkin lantaran) derasnya dukungan publik kala itu, pada 19 November 2009, hakim hanya menjatuhkan vonis satu bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan. Nenek Mina tidak dijebloskan ke bui.

Berkaca pada kasus Nenek Minah itulah, Agus Condro sebagai seorang (mantan) pejabat negara merasa dirinya pantas menjalani hukuman atas perbuatannya. Padahal, Agus adalah sosok yang membongkar kasus ratusan cek pelawat/perjalanan bagi anggota DPR dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (2004-2009) yang dimenangkan Miranda Goeltom, tahun 2004 silam. Agus mengaku menerima cek senilai Rp 500 juta dari total Rp 20 miliar yang dibagi-bagikan kepada puluhan anggota DPR RI periode 1999-2004.

KPK menetapkan Agus bersama 24 anggota DPR periode 1999-2004 sebagai tersangka. Ada tersangka yang meninggal dalam status tersangka, sehingga langsung berhadapan dengan Sang Pengadil Agung di akhirat. Di antara yang masih bernafas, hanya Agus yang mengakui perbuatannya. Rekan-rekannya samasekali tidak mengakui perbuatannya. Bahkan, para tersangka yang jago berpolitik itu, kini ada yang kembali menjadi pengusaha, baru menjadi pengusaha, atau malah jadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Ada juga yang kembali terpilih sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Ehm…. bohong juga hebat kan?

Mengapa Agus nekat membongkar kasus tersebut, padahal dirinya ikut terlibat? Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Agus gelisah lantaran dirinya sering berceramah soal antikorupsi, tapi dia sendiri pernah korupsi. Koruptor ini menyesal, kemudian menjadi whistle blower (peniup peluit), dengan melaporkan kasus korupsi berjamaah itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tahun 2008.

Kasus itu, kini sedang heboh-hebohnya lantaran menyeret Nunun Nurbaeti menjadi buruan 188 negara. Nunun, yang oleh KPK disangka sebagai penebar cek pelawat bernilai miliaran rupiah itu, oleh keluarganya disebut menderita penyakit lupa berat dan tengah berobat ke Singapura. Ternyata, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun – kini anggota Komisi III DPR – tersebut tak jelas di mana rimbanya. Konon, Nunun adalah “kunci jawaban” atas kasus korupsi berjamaah itu.

Jujur itu hebat..! Ehm… kalimat ini lagi heboh sebagai pemberitaan media massa hari-hari belakangan ini. Kejujuran yang tengah raib dari muka Bumi Indonesia, mendadak riuh diberitakan dengan Ny Siami (32) sebagai simbol kejujuran. Ny Siami menjadi simbol kejujuran karena membongkar kecurangan sistematis saat ujian nasional di sekolah anaknya, Alif (13), di SDN 2 Gadel, Surabaya. Akibatnya dia dimusuhi orang sekampung, bahkan diusir dari rumahnya.

Kejujuran keluar sebagai pemenang! Banyak dukungan mengalir bagi Ny Siami. Dia malah terkenal, jadi pemberitaan hampir semua media massa. Undangan mengalir bak air bah; mulai dari televisi, Mahkamah Konstitusi, DPR (juga), KPK, hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Wapres Boediono tak ketinggalan memberikan pujian untuk Ny Siami.

Agus Condro juga jujur. Kendati menjadi bagian dari sebuah kasus korupsi berjamaah, dia berani mengakuinya, membeberkan kepada publik, dan melaporkan kepada penegak hukum. Dia rela menjalani hukuman 15 bulan penjara atas perbuatannya agar dirinya sejajar dengan Nenek Minah di hadapan hukum.

Bagi saya, Agus Condro juga patut menjadi simbol kejujuran, sejajar dengan Ny Siami. Melakukan kesalahan, mengakuinya, lalu bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Dia juga simbol pertobatan yang patut ditiru oleh kita sekalian. Bukankah orang yang sudah bertobat akan masuk surga? Lantas, apakah masing-masing kita juga sudah jujur? Ehm…! (*)

Tujuh Perampok Bersenjata Api Berkeliaran di Batam

PERISTIWA horor terjadi lagi di Kota Batam. Sekelompok perampok bersenjata api melakukan aksi di Toko Sumber Kita, sebuah grosir sembako tak jauh dari perumahan Dotamana, Batam Centre, Minggu (12/6/2010). Seorang perampok tewas tertembak polisi, sementara pemilik toko, A Kiong, mengalami luka bacok di kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB).

Hingga pukul 23.00 WIB, sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Batam Kota masih berjaga di lokasi kejadian. Beberapa petugas menggunakan laptop, mengunduh data dari CCTV. Menariknya,  CCTV tersebut baru dipasang sekitar dua hari sebelum perampokan itu terjadi.   Read more »

Sapi Australia Lebih Mulia dari TKI

Pemotongan sapi di sebuah RPH di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto:voanews/reuter).

Pemotongan sapi di sebuah RPH di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto:voanews/reuter).

PEMERINTAH Australia berang bukan kepalang. Mereka tidak terima perlakuan kasar terhadap sapi-sapi yang mereka ekspor ke Indonesia.  Australia mengetahui adanya perlakuan kasar terhadap sapi di Indonesia  melalui acara  Four Corners di stasiun televisi ABC. Kalau Pemerintah Indonesia, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dibunuh sekalipun, belum tentu dapat perhatian.

Kendati sapi-sapi itu memang sengaja mereka ekspor untuk dijegal kemudian disantap orang Indonesia, namun mereka menolak perlakuan kasar terhadap hewan ternak itu saat proses penyembelihan.  Sebagai bentuk perlindungan terhadap sapi-sapi mereka, Pemerintah Australia memutuskan untuk menghentikan sebagian ekspor sapi potong ke Indonesia.  Sebelas rumah potong hewan (RPH) di Indonesia dilarang menjagal sapi potong asal Australia.

Tak hanya itu, Menteri Pertanian Australia, Joe Ludwig, mengangkat seorang penyelidik independen untuk meninjau lebih dalam mengenai “kekerasan terhadap sapi di Indonesia”.  Mereka juga mengirim sejumlah pejabat ke Indonesia, khusus untuk membahas persoalan itu.

Tak lama berselang, Pemerintah Australia menghentikan sama sekali ekspor sapi potong ke  ke Indonesia.  Mereka akan membuka kembali ekspor sapi potong ke Indonesia apabila prosedur pemotongan hewan oleh RPH-RPH di Indonesia sudah memenuhi standar kesejahteraan hewan internasional.

Bukankah penghentian ekspor sapi juga merugikan Australia? Read more »

Malaikat Berhasil Menggedor Hati SBY

Penyakit aneh berupa benjolan yang diderita warga Buyat, Sulawesi Utara, yang diduga timbul akibat tercemarnya air oleh limbah perusahaan tambang emas PT Newmont. Newmont membantah penyakit ini muncul akibat limbah tambang. (dok Tribun Manado).

Penyakit aneh berupa benjolan yang diderita warga Buyat, Sulawesi Utara, yang diduga timbul akibat tercemarnya air oleh limbah perusahaan tambang emas PT Newmont. Newmont membantah penyakit ini muncul akibat limbah tambang. (dok Tribun Manado).

TERLAMBAT, tapi lebih baik kita memulainya sekarang. Ini soal tekad Pemerintah Indonesia akan memutus seluruh kontrak karya (KK) pertambangan yang beroperasi di negeri ini.  Rencana pemutusan kontrak tersebut akan dilakukan setelah berakhirnya masa KK yang sedang berjalan. Setelah itu, Pemerintah akan mengambil alih pengelolaan kawasan pertambangan menjadi kepemilikan nasional. (baca di sini)

Kita, segenap rakyat Indonesia, kini menanti terwujudnya janji itu. Tapi sebelumnya, kita juga patut bersyukur atas kerja keras para malaikat yang tak pernah berhenti menggedor hati Pemerintah Indonesia dari masa ke masa. Selama kurang lebih 40 tahun, upaya itu mulai menunjukkan hasil di era kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Para malaikat itu berhasil menyadarkan (meski sebenarnya pemerintah sudah sadar sejak lama tapi pura-pura ‘pingsan’) bahwa selama ini perusahaan-perusahaan asing yang mengeruk isi perut Bumi Indonesia tak memberikan manfaat setimpal bagi anak-anak kandung sang Ibu Pertiwi.

Selama ini perusahaan-perusahaan asing tidak saja menguras isi perut bumi di negeri kita, mereka juga memeras darah dan airmata anak-anak kandung Ibu Pertiwi. Lihatlah, Read more »

Barca Pantas Berlaga di Liga Antarplanet

Lionel Messi (kiri) berduel dengan Antonio Valencia pada laga final Liga Champins di Stadion New Wembley. London, Inggris, Sabtu (28/5/2011). Sumber foto: FIFA.com

Lionel Messi (kiri) berduel dengan Antonio Valencia pada laga final Liga Champins di Stadion New Wembley. London, Inggris, Sabtu (28/5/2011). Sumber foto: FIFA.com

BARCELONA membuktikan mereka adalah tim terbaik di muka Bumi. Statistik laga final Champions menghadapi Manchester United , barusan, membuktikannya. Jika ada  liga atau kompetisi antarplanet, maka Barca pantas mewakili Bumi. Read more »

Maaf Ya… Korupsi Juga Indonesia Banget

APA boleh buat, kita harus mengakui bahwa perilaku korupsi juga “Indonesia banget”.  Perilaku sangat tidak terpuji itulah yang mengubur banyak kelebihan bangsa ini sehingga sangat menghambat kemajuan dalam berbagai bidang. Tingginya angka korupsi di Indonesia menggambarkan negeri kita sedang mengalami defisit manusia jujur, sebaliknya surplus manusia penipu dan korup!

Read more »

Manchester United

Video Chaiya-chaiya ala DPR di Australia

MU Gebuk Schalke 4-1

Manchester United memastikan satu tiket ke final Liga Champions setelah menekuk Schalke 4-1 di leg kedua semifinal, Rabu 4 Mei 2011 (Kamis dini hari WIB). Hasil ini membuat MU unggul dengan agregat 6-1 setelah di leg pertama juga menang dengan skor 2-0.

Di babak final yang akan berlangsung di Stadion Wembley, Inggris, 28 Mei 2011, MU akan berhadapan dengan Barcelona yang sebelumnya sukses mengalahkan sesama tim Spanyol, Real Madrid, dengan agregat 3-1.  Kedua tim pernah bentrok pada final Liga Champions tahun 2009 di Roma, Italia. Kala itu MU takluk 0-2, Barcelona pun sukses menjadi penguasa Eropa. Sepertinya kali ini giliran MU menguasai “Si Kuping Besar”. :)  (*)


Video El Clasico: Wasit Rugikan Real Madrid

Lagi-lagi wasit yang memimpin laga el clasico antara Barcelona kontra Real Madrid membuat keputusan kontroversial. Setelah dalam empat pertandingan sebelumnya, para wasit memaksa El Real bermain dengan sepuluh pemain, dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions di Camp Nou,  Rabu (04/05/2011), tim ibukota Spanyol itu kembali dirugikan oleh kepemimpinan wasit yang kurang jeli.

Wasit Anulir Gol Higuain pada leg kedua di Camp Nou

Read more »

Forbes: MU dan Beckham Terkaya di Dunia

David Beckham

David Beckham

MAJALAH  bisnis asal Amerika Serikat, Forbes, menempatkan klub sepakbola Manchester United dan gelandang Los Angeles Galaxy, David Beckham, sebagai klub dan pemain sepakbola terkaya di dunia saat ini.

Menurut Forbes, kekayaan MU mencapai 1,12 miliar poundsterling (sekitar Rp 16 triliun). Ini menjadi tahun ketujuh bagi MU menduduki posisi sebagai klub paling tajir di seantero dunia. Tim berjuluk “Setan Merah” itu  lebih kaya dibanding klub Spanyol, Real Madrid (posisi kedua), yang “hanya” punya kekayaan 900 juta poundsterling (sekitar Rp 12 triliun) dan Arsenal (ketiga) dengan kekayaan 700 juta poundsterling (sekitar Rp 10 triliun). Posisi keempat ditempati klub Jerman, Bayern Muenchen, diikuti raksasa Spanyol, Barcelona.

Selain MU dan Arsenal, dua tim besar Liga Primer Inggris, Chelesa dan Liverpool, juga masuk dalam sepuluh besar klub terkaya dunia. Chelsea menempati posisi ketujuh dengan nilai kekayaan 400 juta poundsterling (sekitar Rp 5 triliun), sementara Liverpool bertengger di peringkat kesembilan dengan kekayaan mencapai 332 juta poundsterling (sekitar Rp 3 triliun).

Read more »

PNS Masih Ngopi saat Pegawai Swasta Supersibuk

Pagi ini, Selasa 19 April 2011, saya sudah disuguhi pemandangan amat kontras antara layanan publik oleh pihak swasta dan aparat negara (PNS) di kantor pemerintahan.  Ketika para karyawan kantor swasta sudah bekerja supersibuk melayani customer, para PNS di kantor pemerintahan masih supersantai di kantornya, bahkan masih banyak yang belum tiba di kantor mereka.

Read more »

Jadikan Lasiana Kampung Wisata

Pemandangan sunset dari Pantai Lasiana, Kupang, NTT.

Pemandangan sunset dari Pantai Lasiana, Kupang, NTT.

PANTAI  Lasiana di Kota Kupang dikenal sebagai destinasi wisata utama, setidaknya bagi masyarakat di daratan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak tahun enam puluhan hingga kini, pantai berpasir putih dengan lambaian nyiur dan jejeran pohon tuak (lontarBorassus flabellifer ) yang menawan itu senantiasa menjadi tempat melepas penat. Terlebih di akhir pekan maupun hari libur nasional, warga berbondong-bondong ke sana untuk menikmati panorama alam nan indah alami sembari menceburkan tubuh penat mereka di antara deburan ombak yang tak bosan membelai bibir pantai berpasir putih itu.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.