SUATU hari, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, berkunjung ke kantor redaksi Tribun Batam. Dalam suasana santai sambil menikmati hidangan ringan, Ria berbincang cukup akrab dengan Pemred Tribun Febby Mahendra Putra. Saya ikut nimbrung dalam obrolan ringan itu.
Dalam obrolan ringan itu, Ria menceritakan banyak hal kepada awak redaksi, mulai dari topik serius mengenai politik dan ekonomi, sampai hal yang ringan dan yang lucu.
Hingga sampailah kepada topik mengenai taman kota. Dia bilang, Pemko Batam sudah mulai program pembangunan taman di berbagai sudut kota, dimulai dari kawasan Sekupang. Di sana sudah dibangun taman di pinggiran jalan umum.
Tapi satu hal yang menarik adalah penyediaan taman internet gratis di Dataran Engku Putri. Ini adalah taman kota dalam kawasan Kantor Pemko Batam di Batam Centre. Di sana disediakan hot spot alias wireless internet. Siapa saja boleh menikmati internet gratis di sana, kapan saja. Pagi, siang, malam, bahkan sampai tengah malam sekalipun. Telkom Speedy pula….
)
Tentu saja syaratnya orang yang ke sana harus bawa laptop sendiri. Sampai suatu ketika saya dihadiahi sebuah laptop dari istri tercinta….hehehehee…. Maka ke sanalah saya untuk menjajal internet gratisan itu. Hasilnya, wah, puas benget.
Dengan kecepatan 56 – 100 mbps, konek sana konek sini menjadi lancar dan cepat. Apalagi Pemko Batam juga menyediakan listrik gratis. Jadi kita nggak perlu khawatir kehabisan energi baterai. Pokoknya tinggal datang, duduk, colok, nyalakan laptop, lalu berselancar sepuasnya di dunia maya.
Saya bahkan betah 3-4 jam duduk di bawah shelter yang telah tersedia, kendati suasana di “TKP” cukup panas. Maklum, dengan atap dari fiberglass, cahaya matahari masih bisa tembus. Apalagi ditambah pantulan udara panas yang naik dari lantai taman. Yeah, tak apalah. Itu juga sudah cukup lah. Toh masih ada tiupan angin laut yang bisa mengurangi udara panas.
Toh kalau tidak mau berpanas-panas ria, kita bisa santai di bawah pepohonan di dalam taman itu. Nanti kalo baterainya drop, tinggal dibawa ke shelter, colok 30 menit, kita sudah bisa kembali ke bawah pohon lagi. Rasanya lebih santai dibanding berselancar di kafe-kafe atau mal-mal yang tentu saja harus beli makanan atau minuman dengan harga selangit dulu baru boleh….:))
Cuma, menurut saya, ada dua kekurangan di sana. Pertama, lantai keramik di dalam Taman Engku Putri banyak yang sudah rusak, pecah. Terutama di jalan-jalan dalam taman tersebut. Penyebabnya, banyak sepeda motor yang masuk sampai dalam. Bahkan beberapa kali saya lihat ada juga mobil yang masuk dan parkir dalam taman. Nah, inilah penyebab rusaknya lantai di dalam taman itu. Saya sendiri memarkir motor di tempat parkir di samping Kantor Pemko Batam dan harus jalan kaki sampai di shelter-shelter itu. Yah… itung-itung ikut menjaga taman milik bersama itu supaya nggak semakin parah kerusakannya…..
)
Kekurangan kedua, tidak ada yang menjual minuman dan makanan ringan di sana. Seandainya ada koperasi Pemko Batam yang membuat semacam kedai kecil, satuuuu saja, maka para netter yang ke sana tak usah jauh-jauh mencari minuman dan makanan ringan (termasuk rokok…)) Terlepas dari semua kekurangan itu, saya salut dan sangat berterima kasih atas hadirnya hot spot di Dataran Engku Putri.
Ini menjadi langkah awal bagi Batam menuju cyber city sekaligus memacu warga kota untuk melek teknologi informasi, terutama internet. Apalagi saya melihat banyak mahasiswa dan pelajar juga memanfaatkan fasilitas itu setiap hari untuk kepentingan studi mereka.
Keuntungan lainnya, Batam banyak dikunjungi para backpackers yang biasanya juga membawa laptop. Bila hot spot seperti ini diperbanyak, Batam akan mirip Singapura, sehingga para pelancong bisa lebih banyak pilihan terhubung ke internet ketika bertamasya di Batam.(*)













quote : Dengan kecepatan 56 – 100 mbps
Dapet data dari mana mas… Paling kenceng juga 100 KB/s = 800 kbps, atau ngikutin speedy baru yg 1024 kbps = 128 KB/s.
Itu aja mas.. mohon di ralat kalo pernyataan mas nya salah. Kalau bener, kasih sumber data nya donk, dapet darimana angka segitu
Sorry Mas kalo aku salah. Patokanku hanya dengan melihat status yang tertera di kanan bawah monitor. Kalo pointer mouse dipasang ke situ, angka yg muncul ya antara 56 – 100 Mbps. Terus, koneksinya juga cukup cepat…. mungkin karena aku membandingkan dengan di kantor yang dipakai ramai-ramai melalui LAN. Sekali lagi sorry klo nggak akurat.
heuheuheuhue… wew emang enak nongkrong di engku putri apalagi kalo udah malem aksesnya ngeri euy, DL pake IDM sempet tembus 200KB/s padahal yang di download sampe 250mb
jadi gak gitu kerasa lama DL nya
, kalo DL yang kecil² yah bisa juga di atas 200KB/s tuh
cuma kalo siang gitu wew udah panas, aksesnya lemot apalagi kalo akses yang jalan cuma 1 ajah… fiuh bisa buat bete juga sih
tapi kalo aksesnya bisa nembus samle 56-100Mbps apa gak gila tuh
. jadi pengen nyobain
dimana yah ada akses yang bisa segitu di batam ini
—–
Sorry bos, maklum kagak begitu paham yg kayak ginian….:D Tapi rasanya emang lebih cepat sih klo dibandingan akses di ktr yang buat rame2…..
Sorry sih Sorry, tapi mana tahu suatu saat ini memang terkabul… tersedianya suatu jaringan broadband yg cepat dan murah bagi masyarakat.
Kalu sudah begitu tidak perlu sorry lagi, saya harap semoga ini menjadi sebuah do’a dari hati yg tulus dan tawadhuk dan polos.
Just Info 10Mbps di Singapura berharaga sekitar Rp.400rb saja per bulan dan unlimited…
Kalau melihat itu tinnggal 5x saja sudah mencapai tuh 50 atau 56 Mbps itu… semoga saja
Amiin ya rabbal ‘alamin.
Lihat kampanyenya Obama ini: http://www.riasaptarika.web.id/index.php/2008/12/07/when-i-become-a-president/
Lihat cita-cita Malaysia ini:
http://visit-to-kl.com/news/Wireless%20KL.html
Semoga suatu saat Batam atau setidaknya Indonesia
Wassalam
Ria
—————–
Assalamualaikum Pak Ria….. Saya sangat terkejut Bapak kasih comment di blog ini. Luar biasa dan terima kasih karena kita diberi seorang Wakil Wali Kota yang gaul dan sangat perhatian dalam hal teknologi informasi. Dan hasilnya benar2 dinikmati oleh masyarakat Batam, termasuk saya sendiri. Fasilitas yang Bapak upayakan sangat bermanfaat bagi kami sebagai wartawan ketika bertugas di lapangan. Jujur saja, saya benar-benar salut sama Bapak. Termasuk upaya Bapak menghasilkan proses KTP SIAK yang sampai sekarang saya pribadi belum mendengar lagi ada keluhan…. mudah2an begitu seterusnya Pak.
Dan mudah2an juga mimpi Bapak untuk menjadikan Batam Cyber City/Batam Digital Island segera terwujud Pak. Kami (atau kalau pun yang lain tidak, ya saya sendiri) sangat mendukung.
Salam dari mabes di Batuampar Pak
Eddy Mesakh
papa gwe kerjaannya
banyak banget.
sampe’ gwe kangen
kadand-kadang klo gwe
chatting ma papa gwe,
kadang-kadang gwe nangis.
gwe kangen sebulan sekali
papa gwe pulang.
gwe kangen banget.
paaaaaaa! cepetaaaaan pulaaaaaaaang!
========
Kalo boleh tau, papanya siapa ya? Jangan2 aku kenal…. atau mungkin kawanku…