* Memangnya Ada Keterkaitan?
KABAR raibnya ‘penemu‘ BLUE ENERGY, Joko Suprapto (48), sungguh menghebohkan. Semakin menghebohkan
lagi karena konon kabarnya teknologi yang bisa menjadikan air tawar sebagai bahan bakar itu akan di-launching oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada perayaan akbar Seabad Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), 20 Mei 2008 lalu.
Teknologinya akan diluncurkan, eh Joko malah raib. Ia menghilang sejak 7 Mei 2008, dan baru nongol lagi di rumahnya pada Jumat (23/5/2008), atau beberapa jam sebelum pemerintah mengumumkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Dugaan bodoh saya, sebenarnya pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM setinggi yang sudah diumumkan kemarin. Dengan teknologi blue energy, setidaknya biaya subsidi BBM bisa dipangkas, karena teknologi itu bisa digunakan pada sejumlah pembangkit listrik. Ini bisa menekan konsumsi BBM nasional. Mungkin inilah satu alasan mengapa perayaan seabad Harkitnas dirayakan demikian meriahnya, dihadiri sampai 30 ribu orang.
Sayang, Pak Joko malah mendadak raib. Sehingga menurut sms yang beredar, Presiden SBY sampai memerintahkan para petinggi Polri dan TNI untuk mencarinya sampai ketemu. Presiden juga marah-marah terhadap Menristek Kusmayanto Kardiman gara-gara hilangnya Joko. Ini berdasarkan sms yang beredar luas di kalangan wartawan.
Begini bunyi SMS itu:
“Sudah 10 hari Joko, penemu BBM dari air menghilang. SBY perintahkan Kapolri, Panglima TNI, BIN, Bais, Densus 88 utk mencari. Krn SBY sdh putuskan di sidang kabinet, akan dilaunching pd peringatan 100 thn kebangkitan nasional. Istana gerah kpd Tim Blue Energy krn merasa dipermalukan. Menristek Kusmayanto kena semprot Syamsir krn bisa merusak pemerintah dan menghancurkan sosialisasi kenaikan BBM. (A1 Classified).”
Itu diakui oleh staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono (pimpro Blue Energy), namun dibantah oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira. Tiba-tiba Joko ditemukan sedang dirawat di RSUD Madiun, Jawa Timur, lalu diantar pulang oleh Densus 88. Kemunculan Joko sangat menarik perhatian, karena melibatkan banyak sekali pria bertubuh tegap dan berambut cepak. Mereka berseliweran di kediaman Joko di Desa Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Mungkin karena adanya jaminan teknologi blue energy itu pula maka Presiden SBY dengan yakin mengatakan tidak akan menaikkan harga BBM, sebagaimana yang dikatakan secara tegas pada November 2007 silam, dan ini tertera di situs www.presidensby.info tanggal 7 November 2007. Ada juga rekamannya pada kesempatan berbeda, yakni pada 5 Mei 2008. Kendati kemudian DIBANTAH dan akhirnya judul berita di situs tersebut DIUBAH. Oh ya, blue energy itu adalah nama pemberian Presiden SBY. Beritanya ada di SINI.
Joko kemudian minta maaf karena target waktu penyelesaian teknologi blue energy tidak bisa dipenuhinya. “Pertama-tama saya ingin minta maaf pada Presiden SBY dalam hal ini karena timing yang kita janjikan belum bisa tepat waktu. Namun hubungan saya dengan Bapak Presiden baik-baik saja, tidak ada masalah,” jawab dia. Akhirnya pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM hingga rata-rata 28,7 persen. Apakah Anda juga melihat keterkaitannya? (*)













Sayang ya, klo memang bisa diterapkan blue energy itu tentu akan sangat membantu rakyat. mudah2an hal itu bisa terealisasi..
kenapa setiap kali muncul einstein dari indonesia kepiawaiannya malah menimbulkan kontroversi publik, harusnya di support semoga hasil temuannya bermanfaat bagi seluruh warga indonesia tercinta.
harustah kita melulu hidup dengan karya orang asing?
mungkin nasionalisme kita hanyalah tinggal ucapan yang tak pernah ada tindakan.