* Dapat Rp 240 Juta di Bintan
SEBANYAK 25 anggota Komisi IV DPR berkunjung ke Bintan untuk meninjau pengalihan hutan lindung Bintan Buyu untuk dijadikan ibukota Bandar Sri Bintan.
Selain dijamu secara istimewa, mereka juga diberi uang 30 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 240 juta. Berikut petikan percakapan telepon antara sekda Bintan Azirwan dengan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution, yang diputar jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Senin (7/7).
Al Amin Nasution (AAN) : Asalamualaikum Bang
Azirwan (A) : Wa’alaikumsalam Pak Amien.
AAN: Sehat Bang?
A: Sehat
AAN :Gini, kita kan mau ke Bintan, sudah disampaikan oleh si Edi belum, yang hotel.
A:Sudah
AAN: Di mana nanti kita nginap Bang?
A: Di Bintan Beach
AAN: Nggak yang di Kota Tanjungpinang saja
A: Iya, saya sudah pesan Kota Tanjungpinang di Bintan Beach
AAN : Kalau tempat itu jauh ya Bang?
A: Jauh, hampir 2 jam
AAN : Syafie bilang, di Tanjungpinang saja, hotelnya terserah Abang.
A: Namanya Hotel Bintan Permata
AAN: Nanti kita ke situ. Nginap satu malam di situ, langsung ke Batam
A:Berapa orang daftarnya. Kalau tidak salah, daftar yang kita terima 25 ya
AAN: Iya, kira-kira jumlahnya 23-24 orang termasuk kru-kru. Tapi anggota (DPR) belum tentu datang semua.
A: Tapi saya sudah persiapkan semuanya. Tapi hotel dan perempuan di Bintan, khususnya di hotel terkenal yaitu Hotel Bintang Permata di Tanjungpinang tidak se-fresh di Jakarta.
AAN: Tapi itu yang paling bagus kan?
A: Nanti untuk sangu-sangu kan saya disposisikan melalui Pak Amin. Saya siapkan dalam dolar Singapura.
AAN: Jangan. Abang mau kasih berapa satu orang?
A : Terserah Pak Amin, diskusi. Berapa kemampuan saya dan berapa kebutuhannya.
AAN: Kisaran Abang berapa, biar kita nggak anu.
A : Kita siapkan 30 ribu dolar Singapura
AAN: Satu orang?
A: Nggak, untuk semuanya. 30 Ribu itu sekitar Rp 200 juta lah
AAN: Untuk itu kita diskusikan. Lebih kurang, kisarannya Rp 5-10 juta satu orang.
A: Untuk tips-tipsnya, saya siapkan dalam dolar Singapura
AAN: Jangan Bang. Jangan, teman-teman nanti berpikiran lain. Nanti kita alokasikan untuk satu orang Rp 5-10 juta.
A: Pak Amin siapkan, siapa dikasih berapa
AAN : Iya, nanti siapkan berapa kasih berapa, antara Rp 5-10 juta. Sekretariat juga.
A: Nanti Pak Amin yang susulkan ke saya.
AAN: Nanti dalam rupiah saja
A:Kalau dalam rupiah, sekitar Rp 240 juta
AAN : Jadi nanti sebelum ke lapangan, eh, sudah didistribusikan ke sekretariat biar sekretariat yang distribusi
A: Nanti saya bikin di amplop masing-masing. Kan isinya beda-beda.
AAN: Nanti sekretariat tinggal bagi-bagi saja. Nanti saya tunjuk orang di sekretariat
A: Bu Kristina nggak datang nih?
AAN: He..he..he.. Kunjungan kerja. Kalau dibawa repot lah. Nanti kalau diundang, kita datang sendirilah
A: O itu mesti nanti saya undang sendiri. Saya undang lah.
AAN : Terimakasih banyak ya. Asalamualaikum
A: Waalaikumsalam.
Saat dimintai konfirmasi oleh hakim, Azirwan mengaku bahwa rekaman tersebut adalah suara dirinya dengan Al Amin. “Itu potongan-potongan pembicaraan dari pembicaraan-pembicaraan sebelumnya,” katanya.
Eh..ngomong-ngomong, bagus gak kalo percakapan ini juga dijadikan ringtone seperti percakapan Artalyta dan kemas tempohari? Pasti akan lebih menarik lagi kalo percakapan soal bonus cewek itu dijadikan ringtone?
Sumber: Persda













aku ada mas…
tapi source nya masih kurang bagus…
masih nyari nyari source nih :p
kalo mau ambil di sini
lol… lupa link nya
http://miniminded.wordpress.com/2008/07/09/al-amin-azirwan-ringtone/
[...] is the transcript that, again, I borrowed from eddymesakh, with the part in the ringtone in red. Al Amin Nasution (AAN) : Asalamualaikum Bang Azirwan (A) : [...]
lol….
link yang saya kasih si atas salah…
itu tentang si baju putih
kalo tentang suap di sini
http://miniminded.wordpress.com/2008/07/10/al-amin-azirwan-bribe-ringtone/
numpang ambil transcriptnya lagi ya mas
hehehe. ade-ade aja bang eddy. biar inget terus ya. hati2 terrekeam gitu?
Perlakuan Bang Amin sangat disayangkan isteri cantik-cantik kok dikhianati………………………..?????
Kasian dong kristina dikhianati………?