* Lalu Hendri Menyayat Perut Sendiri
TINDAKAN kejam dan sadis bisa juga dilakukan oleh orang-orang terdekat sekalipun. Seperti yang dilakukan oleh seorang ayah bernama Hendri (27), warga Desa Hajak, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah.
Hendri membantai tiga anak kandungnya sehingga dua di antaranya tewas dan seorang lagi kritis. Lalu sang ayah mencoba bunuh diri dengan menyayat perut dan lehernya sendiri.
“Pelaku diduga stres sehingga berbuat sadis membunuh anak kandungnya hingga tewas dan satu orang masih kritis,” kata ipar pelaku, Kurniansyah ketika ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, Selasa ( 23/9/2008 ) malam.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Tanpa diketahui penyebabnya, Hendri menghabisi putra bungsunya Yusufa (5) dengan senjata tajam khas Dayak (mandau) hingga lehernya hampir putus. Sedangkan Saliwa (8), juga anak Hendri, kini dalam perawatan di RSUD Muara Teweh akibat luka parah dengan empat mata luka ditubuhnya.
Setelah membantai kedua putranya itu, korban yang diduga sebelumnya menderita penyakit malaria itu mencoba bunuh diri dengan menyayat perut dan lehernya mengunakan mandau. “Pelaku roboh setelah tubuhnya berlumur darah, namun berhasil diamankan warga,” jelasnya.
Peristiwa itu terjadi ketika warga di Kawasan Jalan Simpang Desa Hajak sedang sibuk menyiapkan sesajen dan keperluan menggelar ritual Balian (pengobatan Dayak) untuk menyembuhkan Hendri dari sakit yang dideritanya.
Namun tak ada yang mengetahui, pelaku langsung masuk rumah dan mengarahkan mandau yang dibawanya menyerang anak bungsunya, Yusafa. Bocah ingusan itu tak dapat berbuat banyak, lantaran tebasan sang ayah tepat mengena leher.
Kemudian setelah membantai anak bungsunya yang tewas ditempat kejadian, pelaku bertambah kalap hingga menusukan lagi parangnya ke punggung sang anak sebanyak tiga kali.
Saat kejadian warga tidak berani melerai sedangkan keluarga pelaku lainnya berusaha menyelamatkan diri, teriakan warga itu tidak membuat pelaku menghentikan aksinya dan berlari mengejar Saliwa murid kelas I SDN Hajak V ini.
“Kami heran juga dari mana dia dapat mandau, padahal semua parang dan pisau yang ada dirumah disimpan, lantaran takut ayahnya mengamuk. Ipar saya memang punya penyakit aneh. Dalam tiga hari ini kelihatan kumat, makanya hendak dilakukan ritual Balian,” tutur Kurniansyah.
Kepala Kepolisian Resor Barut Ajun Komisaris Besar Restu Mulya Budyanto membenarkan telah terjadi pembunuhan oleh seorang ayah terhadap dua anak kandung hingga seorang tewas dan satu luka parah.
“Saat ini langkah kita menyelamatkan para korban dan pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa itu akan kami periksa kesehatannya,” katanya.(sumber:antara)













[...] dengan menyayat perut dan lehernya sendiri. “Pelaku diduga stres sehingga berbuat sadis membunu Källa Bloggat om [...]