Gila, Kandidat Pilkada di Sulut 99 Orang!

  • Gubernur/Wakil Gubernur : 25 calon
  • Walikota/wakil Walikota  Manado: 44 calon
  • Total kandidat walikota/bupati: 77 calon (untuk 7 pilwako/pilbup)

TAHUN 2010 ini,  Sulawesi Utara (Sulut) menggelar delapan pemilihan kepala daerah, tujuh di antaranya digelar serentak. Rakyat Sulut akan memilih gubernur dan tujuh bupati/walikota, yakni Walikota Manado, Walikota Tomohon, Walikota Bitung, Bupati Minahasa Utara, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Bolmong Timur, dan Bupati Bolmong Selatan.

Catatan saya, sejauh ini total kandidat yang telah menyatakan diri akan ikut bertarung, baik di Pilgub maupun Pilwako/Pilbup, mencapai 99 orang! Khusus untuk calon bupati/walikota mencapai 73 calon.  Khusus calon gubernur dan wakil gubernur Sulut sebanyak 25 calon.

Yang mencengangkan adalah calon walikota dan wakil walikota Manado yang mencapai 44 orang! Sementara calon bupati/wakil bupati Minahasa Selatan tercatat 11 orang, Minahasa Utara 6 orang, Kota Tomohon  7 orang, Bolmong Selatan 3 orang, Bolmong Timur 2 orang, dan Kota Bitung 1 orang.

Data tersebut baru berdasar penelusuran saya di berbagai media massa di Sulut, baik melalui iklan maupun pemberitaan. Jumlah yang sebenarnya bahkan jauh lebih banyak, mencapai lebih dari seratus orang. Namun menurut perkiraan saya, nama-nama yang tidak menonjol dan hanya satu atau dua kali muncul di media massa, tidak benar-benar serius untuk ikut bertarung. Indikatornya, selain jarang tampil di media massa,  sejumlah nama dimaksud tidak agresif , tidak beriklan, dan tidak memasang baliho untuk mensosialisasikan dirinya kepada publik.

Saya tidak tahu apa yang mendorong begitu banyak figur di Sulut berlomba-lomba hendak menjadi gubernur maupun bupati/walikota. Menurut saya, kemungkinan hanya di Sulut ada begini banyak orang ingin duduk di kursi kekuasaan.  Atau ini menggambarkan makin banyak orang mapan di Sulut?  Kayaknya Museum Rekor Indonesia (MURI) perlu mencatat rekor ini. :)  (*)

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut (sesuai abjad):

(1) Alexius Gordon Mogot, (2) Benny Joshua Mamoto (3) Denny Tewu, (4) Elly Engelbert Lasut, (5)  Ferry Tinggogoy, (6) Freddy Harry Sualang, (7) Hamdi Paputungan,  (8) Hironimus R Makagansa, (9) Jackson Kumaat, (10) Johny J Lumintang,  (11) Lineke Syennie Watoelangkow,  (12) Lucky Harry Korah,  (13) Marlina Moha Siahaan,  (14) Max Lumintang,  (15) Olly Dondokambey, (16) Ramoy Markus Luntungan,  (17) Richard Siwu,  (18) Sinyo Harry Sarundajang, (19) Sus Sualang Pangemanan,  (20) Tatong Bara,  (21) Theo L Sambuaga,  (22) Vonnie Anneke Panambunan, (23) Wenny Warouw.

update: (24) Aryanthi Baramuli Putri, (25) Maya Rumantir

Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado (sesuai abjad)
(1) Andrei Angouw,  (2) Agustien Kambey, (3) Anwar Panawar,  (4) Audy Lieke, (5) Conny Rumondor, (6) Cristian Pua, (7) Danny Sondakh, (8) Djafar Alkatiri, (9) Dolfie Mokoagouw, (10) Enny Lonteng,  (11) Ferdy South, (12) Hanny J Pajouw, (13) Harley Mangindaan, (14) Helmy Bachdar, (15) Herman Tataredu,  (16) Herry JJ Kereh, (17) James Karinda, (18) Jeffrey Rantung, (19) Jeffry Johanes Massie, (20) Johanis Pelealu, (21) John South, (22) Junus Paulus,  (23) Ledrik  VM Takaendengan,  (24) Louis Nangoy, (25) Maknum D Jaafar, (26) Marhany Pua, (27) Marieta C Kuntag, (28) Maudy Manopo, (29) Meiby Mariana Saerang, (30) Meiliana Handoko Kolondam, (31) Moor Bastian, (32) Olga Pelleng, (33) Richard Sualang, (34) Rizali M Noor, (35) Rony Mandagie, (36) Ronny Eman, (37) Roy Octavianus Roring, (38) Sus Pangemanan, (39) Teddy Kumaat, (40) Vicky Lumentut, (41) Wempie Frederik, (42) Wenny Lumentut, (43) Yongkie Limen, (44) Zeth Walo.

update:

Cabup Minahasa Selatan
(1)  Asiano Gamy Kawatu, (2) Christiany Eugenia Paruntu, (3) Eddyson Masengi, (4) Farry Freke  Liwe, (5) Harits Andre Umboh, (6) Jan Lombok, (7) John R Sumual, (8) Sonny F Tandayu, (9)  Tommy Kawengian, (10) Ventje Tuela.

update:

Cabup Minahasa Utara
(1). Fransisca M Tuwaidan, (2) Herry Rotinsulu,  (3) Jerry Beria Rampen, (4) Moses Corneles, (5) Netty Agnes Pantow, (6) Yulisa Baramuli

update:

Calon Walikota Tomohon
(1)  Carol Senduk, (2) Jefferson Rumajar, (3) Jeffry Motoh, (4) Johnny Runtuwene, (5) Jimmy S Wewengkang, (6) Melkysedek Tangkawarouw, (7) Syennie Watolangkow

Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel)
(1) Arudji Mongilong , (2) Herson Bayulu, (3) Samir Badui

update:

Bolaang Mongondow Timur (Boltim)
(1) Alwi Modeong, (2) Diana Merung

update:

Kota Bitung
(1) Hanny Sondakh

update:

*) Catatan: Data sementara hingga 17 Januari 2010 (updated)

Silakan tambahkan nama kandidat dan daerah yang Anda tahu:

About these ads

5 Responses

  1. TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  2. PILKADA PROVINSI SULUT 2010 : MOMENTUM BAGI BOLAANG MONGONDOW
    Mei/Juni 2010 Prov Sulut melakukan Pilkada serentak. Sebenarnya Pilkada Prov/Kab/kota sudah bukan hal yang luar biasa, namun ada hal yang menarik pada Pilkada di Provinsi Sulut kali ini. yaitu Boltim dan Bolsel. Hal itu berarti di Bolmong akan ada empat Kabupaten dan Satu Kotamadya, sehingga tidak salah bila wacana untuk menjadi Provinsi Baru sudah sedemikian kuatnya. Menghadapi Pilkada Gub/Wagub, telah banyak calon yang bermunculan antara lain : Vreke Runtu dan Theo Sambuaga dari Golkar, RM Luntungan dan D.O. Kambey dari PDI-P, Lucky Korah dan Johny Lumintang dari Demokrat, sedangkan yang belum menentukan Parpol pendukungnya antara lain Elli Lasut, Gordon Mogot, SH Sarundajang dan Vonny Panambunan, apakah akan didukung Koalisi Parpol atau Independen. Sedangkan yang maju mencalonkan diri sebagai Cawagub, antara lain : Marlina Moha Siahaan, Sahrial Damopolii, Hamdi Paputungan dan Tatong Bara, yang keempatnya berasal dari Bolaang Mongondow. Entah masih ada lagi yang menyusul ?
    Perlu untuk benar-benar disadari oleh para calon, bahwa paradigma dan strategi baru Parpol antara lain “menarik” figur yang paling berpeluang menang pada Pilkada, dari manapun asalnya. Dan yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan Parpol adalah “hasil survey”.
    Di Provinsi Sulut, ada tiga Parpol yang punya peran besar, yaitu : Golkar, PDI-P dan Demokrat. Parpol lain hanya dapat membangun koalisi sendiri atau terpecah dan berkoalisi dengan tiga Parpol diatas. Dari beberapa kali hasil survey, SH Sarundajang berada paling atas. Apabila ketiga Parpol tersebut konsekuen dan konsisten untuk menjalankan paradigma dan strategi baru, maka SH Sarundajang akan menjadi incaran. Jika demikian, Posisi tawarnya cukup kuat dalam menentukan pilihan termasuk untuk menentukan siapa cawagubnya. Hal ini sangat berpengaruh pada nasib para cagub yang hendak maju di Golkar, PDI-P dan Demokrat. Menjadi luar biasa, bila Parpol-Parpol tersebut menutup pintu baginya, sehingga ia hanya dapat maju lewat bangunan koalisi baru atau sekalian saja…….Independen. Lalu, kepada siapa Rakyat Bolaang Mongondow memberikan suaranya, terutama bila dikaitkan dengan persiapan kebangkitan Bolaang Mongondow ? Ada beberapa hal yang perlu dipahami dan disadari untuk mulai “bersatu” dalam menentukan pilihan.
    Pertama, Indikasi sedemikian kuat, bahwa para cagub akan memilih cawagubnya yang berasal dari Bolmong. Hal ini erat kaitanya dengan semacam tradisi “menjaga kebersamaan dan persatuan”, sehingga sungguh-sungguh memperhatikan tiga etnis/daerah besar : Minahasa, Bolaang Mongondow dan Sangir, dalam penentuan Gub, Wagub, Sekda dan Ketua DPRD.
    Kedua, di Provinsi Sulut, daerah Bolaang Mongondow masih menjadi daerah berpenduduk terbanyak dan di Provinsi Sulut, ± 40 % penduduknya beragama Islam. Oleh karena itu, wajar apabila setiap Calon Gubernur akan mencari pasangannya yang berasal dari Bolaang Mongondow dan beragama Islam. Secara Politik, cawagub seperti itu akan memberi ruang bagi Parpol lain (PKS, PPP, PAN, PKB, PBB dll).
    Ketiga, bagi rakyat Bolaang Mongondow, inilah momentum awal kebangkitan meski dengan syarat yang cukup berat yaitu “bersatu” untuk menentukan satu pilihan. Bersatu kali ini, sama sekali tidak dimaksudkan untuk menutup “hak” atau menyumbat Demokrasi, tetapi hanya mengenyampingkan dulu : keberpihakan karena kepentingan pribadi, kelompok, golongan atau pengaruh uang. Faktor-Faktor itu menjadi penghambat utama yang akan terus menggandul, sehingga sekalipun dapat “bangkit”, jalannya akan selalu terseok-seok.
    Keempat, berdasarkan ketiga hal diatas, rakyat Bolaang Mongondow harus segera bersatu dan bawa nama Cawagub yang dinilai terbaik dari Bolaang Mongondow kepada Calon Gubernur yang menjadi pilihan. Benar-benar Cawagub terbaik, karena hasil penilaian rakyat sendiri, atas kapasitas dan kepemimpinannya yang mampu memikul tugas dan tanggung jawab berat dalam mempersiapkan, memuluskan dan mewujudkan apa yang selama ini masih menjadi wacana yaitu Provinsi Bolaang Mongondow, selanjutnya melakukan percepatan pembangunan berbagai bidang, membawa rakyat pada suasana dan kehidupan baru yang makin sejahtera.
    Apa yang diuraikan diatas adalah tentang Pilkada Gub/Wagub, lalu bagaimana kondisi Bolaang Mongodow sendiri ?. Jangan merasa senang dulu, karena sudah memenuhi salah satu syarat untuk dapat menjadi Provinsi Baru. Masih ada persyaratan lain yang tidak mudah mencapainya.
    Setidaknya sejak lima belas tahun lalu ketika masih menjadi satu Kabupaten, sudah dilakukan berbagai usaha pembangunan perekonomian dengan mengelola potensi sumber daya alam yang melimpah diiringi dengan pembangunan sumber daya manusianya. Namun hal itu tidak mendapat perhatian serius, sehingga betapa sulit, meningkatkan PAD, apalagi meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena Pemerintah hanya bergantung pada “Rutinitas Anggaran Tahunan”. Banyak pihak menilai bahwa birokrasi hanya terlena atau kalaupun sibuk, ya lebih sibuk untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan/jabatan.
    Sesungguhnya, tidak sedikit investor nasional ataupun investor asing yang sangat tertarik untuk datang, namun umumnya mereka mundur karena berbagai kendala dari birokrasi itu sendiri. Kini ketika dimekarkan menjadi empat Kabupaten dan satu Kota, barulah dirasakan betapa beratnya memulai dari awal pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah daerah pemekaran tersebut. Jika dalam kurun waktu yang ditentukan tidak mencapai target terutama PAD, bersiaplah untuk disatukan kembali keinduknya. Salah satu contoh konkrit yang memprihatinkan adalah masalah antara Kab. Bolmong Induk dengan Kota Kotamobagu. Selama hampir dua tahun ini belum menunjukan kemajuan, bahkan apa yang menjadi “hak” Kota Kotamobagu antara lain : aset-aset, pajak, restribusi dll, masih dicengkeram oleh kab.Bolmong Induk. Bagaimana Kab. Bolmong Induk, khususnya Kota Kotamobagu dapat mencapai “target” dalam waktu yang singkat ini ? Apakah tidak takut kedua daerah ini disatukan kembali ? Lalu, bagaimana kok mau menjadi Provinsi Baru ?
    Oleh karena itu dalam rangka Pilkada serentak, rakyat di Boltim dan Bolsel harus benar-benar dapat memilih pemimpin yang telah siap berkorban, bekerja keras, jujur dan adil, dekat selalu dengan rakyatnya, bukan memilih orang yang hanya mengejar kekuasaan/jabatan dengan berbagai cara.
    Keberhasilan Boltim dan Bolsel mencapai “target” tidak hanya berarti bagi peningkatan kesejahteraan rakyatnya, tetapi akan menjadi “sumbangsih” yang turut menentukan bagi terwujudnya Provinsi Bolaang Mongondow kelak. Janganlah karena “Ulah Pemerintah Daerah” justru akan menjadi penyebab utama tidak terwujudnya Provinsi Bolaang Mongondow dan sulit dibayangkan seperti apa kecewanya Rakyat Bolaang Mongondow.
    Sudah waktunya seluruh rakyat Bolaang Mongondow, untuk berhenti “hanya mengeluh”, berhenti hanya “berpendapat” yang terkadang dengan suara lantang berkata :”sudah cukup kami hidup dibawah tirani dalam suasana ketakutan, ancaman dan paksaan. Kami harus hentikan itu semua dan bangkit mulai membangun suasana kehidupan baru, bersatu demi kejayaan dan kesejahteraan rakyat Bolmong.” Bisakah anda semua membuktikan dengan perbuatan nyata ? Kinilah momentumnya dengan memilih pemimpin di Boltim, Bolsel, Cawagub terbaik, kalau tidak, jangan berharap banyak tentang perubahan untuk “keluar dari ketertinggalan” apalagi hendak mensejajarkan dengan saudara dekat…Provinsi Gorontalo.

  3. Sekedar koreksi utk calon bupati di Minsel Bung, Christiany Eugenia Paruntu dan Tetty Paruntu itu bukan dua orang tapi satu…..
    Silakan cek informasi selengkapnya di blog yg bersangkutan; http://tettyparuntu.wordpress.com/
    Salam
    daw

  4. Apakah benar orang-orang yg Anda tulis diatas telah mendaftar sebagai calon? atau cuma sekedar rumor yang beredar. Tolong dikoreksi karena tulisan Anda bisa menyesatkan pembaca. Terima Kasih,

  5. Calon bupati Bolaang Mongondow yng saya tahu hanya Bpk Usman Buchari…beliau adalah calon Bupati Yng akan membawa Perubahan Mendasar pada BolaangMongondow pada Bulan Maret Mendatang…. jangan lupa dukung Bpk Usman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: