Sok Pintar dan Kepala Batu

MUNGKIN Anda yang sering bepergian dengan pesawat terbang sudah terbiasa melihat tingkah polah segelintir penumpang yang sok pintar dan kepala batu, seperti yang saya temui baru-baru ini.
Saya beberapa kali terbang bersama sejumlah maskapai penerbangan nasional. Yang terakhir adalah pada 23 Desember 2006, saat pulang kampung ke Kupang, NTT.
Ketika menuju Kupang, NTT (dari Jakarta) menggunakan pesawat milik sebuah maskapai penerbangan nasional, seorang penumpang perempuan yang satu deretan dengan saya, tampak asyik bermain game menggunakan handphone (HP). Sudah diumumkan oleh awak pesawat agar HP dan semua alat elektronik dimatikan, namun perempuan cantik itu tetap asyik dengan ponselnya. Saat pesawat sudah take off, seorang pramugari menghampirinya untuk kembali mengingatkan agar HP-nya dimatikan karena akan mengganggu navigasi pesawat. Permintaan itu dituruti.
Namun, ketika pesawat sudah terbang, gadis berambut ikal itu kembali menyalakan HP-nya dan terlihat asyik bermain game. Beberapa saat kemudian, pramugari kembali menegurnya dengan sangat sopan agar HP-nya dimatikan. Teguran itu dituruti lagi.
Dasar sok pintar dan kepala batu, gadis itu dengan santainya kembali menyalakan HP-nya, beberapa menit setelah pramugari itu pergi. Lagi-lagi dia ditegur oleh pramugari saat pembagian snack. “Mbak, mohon ponselnya dimatikan, karena akan mengganggu navigasi penerbangan,” tegur pramugari itu. Gadis itu pun mematuhi teguran itu dengan wajah bersemu merah. Mungkin ia malu karena sudah tiga kali ditegur.
Tapi, dasar gadis kepala batu, ketika para pramugari selesai mengumpulkan kembali kotak snack, lagi-lagi dia menyalakan HP-nya dan asyik bermain game hingga pesawat mendarat mulus di Bandara El Tari, Kupang, NTT.
Contoh yang hampir serupa juga pernah saya temui ketika terbang dari Batam ke Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Seorang pria berbusana cukup parlente dan kelihatan terpelajar, dengan santainya mencet-mencet tombol HP. Ia terus SMS-an ria ketika pesawat mulai take off dari Bandara Hang Nadim hingga tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
Itulah beberapa contoh buruk yang ditunjukkan penumpang pesawat di Indonesia. Mereka tidak sadar akan bahaya yang mengancam nyawa seisi pesawat akibat ulah “nakal” mereka itu. Mungkin perlu aturan hukum yang tegas bagi mereka yang “ngotot” menyalakan HP di atas pesawat saat penerbangan, daripada nyawa ratusan orang lain dipertaruhkan hanya karena kebodohan satu-dua orang.(*)

Iklan

4 thoughts on “Sok Pintar dan Kepala Batu”

  1. harusnya bukan pramugari saja yang menegur,penumpang disamping juga harus menegur karena kalau kecelakaan berarti semua yang didalam pesawan bukan yang main hp dan pramugari saja yang tewas gitu bro….

    Suka

  2. Mungkin saja penulis tidak sadar dengan fitur hp yang namanya flight mode. Klo flight mode on ya terserah mau dinyalain atau tidak. Ga ada sinyak ato apapun yg keluar dan mengganggu navigasi pesawat. Lagian klo dipikir2 harusnya navigasi pesawat ga terganggu sama hp. Di luar negeri jg ga apa2. Di airforce one bahkan ada telpon.

    Suka

  3. Kalau tidak bisa di bilangi, langsung saja bilang, Bapak/Ibu, apa bodoh atau tidak mengerti. ( ambil saja Hp.) kan beres, dari pada membahayakan orang banyak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s