Indonesia-Malaysia: Senang Susah Sama-sama (?)

ABDULLAH Ahmad Badawi, bos besar di negeri tetangga, Malaysia, sering beretorika bahwa Indonesia dan Malaysia adalah dua kawan dalam masa senang dan susah. Apalagi kedua negara sama-sama dalam rumpun Melayu.
Datuk Abdullah seolah menutup mata terhadap perilaku para majikan di negeri itu yang senantiasa menindas para tenaga kerja Indonesia (TKI), memperlakukan dengan kasar para tenaga kerja wanita (TKW) kita. Bahkan tidak sedikit tindakan tidak manusiawi hingga merenggut nyawa warga Indonesia yang mengadu nasib di sana.
Sikap sok kuasa juga dipertontonkan negara serumpun itu seperti pada kasus-kasus penyerobotan batas wilayah di Kalimantan, illegal logging, dan banyak lagi kasus-kasus yang sangat melecehkan Indonesia.
Tak hanya itu, Malaysia menjadi superaktif dan provokatif di wilayah perbatasan. Kasus Blok Ambalat di perairan Sulawesi misalnya. Malaysia sangat bernafsu merampas area kaya minyak ini. Sehingga tanpa malu-malu mereka mengklaim secara sepihak sebagai milik mereka. Bahkan, hingga kini Tentara Diraja Malaysia senantiasa unjuk kekuatan di kawasan itu. Seenaknya mereka memasuki wilayah Indonesia sembari memandang remeh Angkatan Laut Indonesia. Mereka belajar dari keberhasilan merebut Sipadan-Ligitan dari Indonesia dan ingin mengulangi kesuksesan serupa di Ambalat.

Inilah perilaku sombong Malaysia di perbatasan
Sepanjang Tahun 2006, Gugus Tempur Laut Koarmatim mencatat 35 kali pelanggaran telah dilakukan Malaysia
24 Februari 2007, di Perairan blok Ambalat
*) Pukul 10.00 WITA, kapal perang Malaysia jenis patroli KD Budiman-3909 melintas dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah NKRI sejauh satu mil laut.
*) Pukul 15.00 WITA, kapal perang jenis patroli KD Sri Perlis-47 melintas dengan kecepatan 10 knot memasuki wilayah NKRI sejauh dua mil laut
25 Februari 2007, di Perairan Blok Ambalat
*) Pukul 09.00 WITA KD Sri Perlis-47 memasuki wilayah NKRI sejauh 3.000 yard
*) Pukul 11.00 WITA, satu pesawat udara patroli maritim Malaysia jenis Beech Craft B 200 T Superking melintas memasuki wilayah NKRI sejauh 3.000 yard

Harus diakui bahwa secara ekonomi Malaysia memang lebih baik dari Indonesia. Ini juga lantaran perilaku koruptif para pemimpin dan pengusaha di Indonesia yang terus menyedot kekayaan negeri ini untuk diri sendiri dan semakin memiskinkan negara ini.
Terlepas dari perilaku korupsi yang menyebabkan jatuhnya martabat bangsa di mata internasional (termasuk di mata Malaysia), seharusnya Malaysia tidak lagi menambah persoalan bangsa ini dengan mencoba-coba menyerobot batas wilayah negara agar lebih leluasa menguras kekayaan negeri tetangganya ini. Bukankah kita negeri serumpun yang seharusnya saling membantu?(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s