Penyakit Malaria Bikin Warga Waswas

Jelajah Pulau III Tribun-Telkomsel (4)

TIM jelajah Pulau Tribun-Telkomsel tiba di Desa Mantang Lama saat matahari sudah hampir tenggelam di ufuk barat. Desa ini terletak di sebelah selatan Pulau Mantang, termasuk Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Yanto, Sekretaris Desa Mantang Lama yang ditemui Tribun mengatakan, kondisi kesehatan masyarakat di desa mereka cukup baik. Sudah ada mantri dan bidan desa yang setiap saat bisa memberikan layanan medis.
Ditambahkan pria yang sudah dua tahun menjadi Sekdes itu, di Desa Mantang tidak ada bayi yang mengalami gizi buruk. Hanya penyakit malaria yang sering bikin warga khawatir, karena serangannya terjadi tiap tahun, di saat musim hujan. “Di sini yang mengkawatirkan hanya malaria yang datang saat musim hujan. Namun, sejauh ini semuanya dapat cepat ditangani oleh mantri di sini,” ucap Yanto.
Usai berbincang, Yanto mengantar tim ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Mantang Lama, yang berjarak 300 meter dari kantor kelurahan. Tim diterima mantri Frengky yang sedang asyik baca koran sambil menanti waktu shalat magrib tiba.
Kata Frengky, selama bertugas di tempat itu ia tidak mengalami kesulitan menanggulangi kesehatan warga. Disebutkan, dari 228 kepala keluarga yang tersebar di wilayah Mantang Lama, Mantang Riau, Pulau Elong, dan Pulau Manna, semuanya dapat dilayani karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Pustu.
Dikatakan, selama ini keluhan warga tentang kesehatan mereka dapat diatasi, karena lancarnya pasokan obat-obatan dari Puskemas Kijang. “Obat-obatan selalu datang setiap bulan. Kadang saya yang bawa saat mengantarkan laporan ke Puskemas induk,”katanya.
Frengky yang bekerja sama dengan seorang bidan mengatakan, keluhan sakit warga umumnya hanya sebatas penyakit ringan. Namun, apabila ada penyakit warga yang tidak dapat ditangani, ia langsung memberi rujukan ke Puskesmas atau RSUD di Tanjungpinang.
Selain layanan Askes, kata Frengky, pihaknya juga memberikan pelayanan di luar jam dinas. “Warga yang mendapat Askes tercatat 128 orang, mereka mendapat pelayanan pengobatan gratis,”ujar Frengky.
Tahun 2005 silam, pernah ditemukan kasus bayi gizi buruk di Mantang Lama. Namun saat ini tidak ada lagi. Karena setiap bulan ibu hamil dan anak balita selalu memeriksakan kesehatanya di Posyandu dan Pustu. “Setiap bulan para balita mendapat makanan tambahan dan bantuan susu bubuk bagi warga kurang mampu. Sehingga kasus gizi buruk yang pernah terjadi 2005, diharapkan tidak terulang lagi,” ujarnya.

Pustu baru
Sekdes juga menunjukkan sebuah bangunan yang bau catnya masih menyengat. Bangunan dicat putih berukuran 6 x 6 meter persegi, ini merupakan Pustu yang baru selesai dibangun.
“Ini bangunan pustu baru yang baru saja selesai pembangunanya. Pustu ini merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Kepri, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tutur Sekdes Yanto dan menambahkan, penggunaan Pustu tersebut masih menunggu petugas kesehatan untuk ditempatkan di situ.
Yanto dan warga lainya di Mantang Riau mengaku menyambut baik dnegan adanya bantuan Pustu tersebut. Mereka sangat berterima kasih atas tambahan fasilitas kesehatan tersebut. “Dengan adanya Pustu di sini pelayanan kesehatan akan lebih cepat. Karena kami tidak perlu berjalan hingga 1,5 kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujar seorang warga.(hat/gas)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s