Kematian Sandriani Tetap Misterius

* Dihabisi Pembunuh Bayaran (?)

SandrianiBEBERAPA hari sebelum menghilang, Sandriani (22) pernah curhat kepada pembimbingnya di gereja bahwa dirinya sedang punya masalah berat. Namun masalah apakah itu, sampai sekarang belum ada yang tahu. Teman-teman di gerejanya pun belum mengungkapkan secara gamblang, apa masalah berat yang sedang dihadapi Sandriani. Mungkinkah masalah berat yang dihadapi Sandriani berkaitan dengan kematiannya?
Namun, saat Kepolisian Kota Besar Barelang membeberkan motif dan kronologis kematian Mahasiswi Universitas Internasional Batam (UIB) itu, sama sekali tidak menyebutkan ada persoalan lain di balik kematian gadis keturunan Tionghoa itu. Versi polisi juga sungguh berbeda dengan penuturan sejumlah sumber terpercaya yang mengetahui kasus tersebut. Sepertinya ada sesuatu yang ditutup-tutupi polisi.
Koronologis versi polisi juga bertolak belakang dengan pengakuan seorang tersangka, BD alias Budi, kepada kakaknya. Budi adalah tersangka yang menyerahkan diri kepada polisi karena merasa terus dihantui arwah Sandriani serta tak tahan selalu diancam tersangka lainnya. Budi menjadi kunci dalam pengungkapan kasus ini.
Menurut sumber terpercaya, Sandriani dihabisi pembunuh bayaran atas pesanan dua pria keturunan Tionghoa kenalan korban. Korban dieksekusi dengan cara dicekik oleh ER alias Erwin (masih buron) di dekat lokasi penggalian pasir menuju Water Front City, Marina, Tanjungriau. Pembunuhan itu terjadi pada Jumat (13/7/2007) sekitar pk 00.00 WIB. Kemudian komplotan pembunuh bersama dua pria Tionghoa itu membawa mayat Sandriani dan dibuang di pinggir jalan, dekat Hutan Mata Kucing.
Pembunuhan itu direncanakan cukup rapi. Rencana pembunuhan dilakukan tersangka ER dengan SH dan BD pada Kamis (12/7/2007) di suatu daerah di Tanjungriau.
Di daerah tersebut tersangka ER berkenalan dengan BD melalui tersangka SH yang sudah lama mengenal BD, seorang sopir taksi. Dalam pertemuan itu tersangka ER menyewa mobil BD untuk melaksanakan order pembunuhan.
BD menyanggupi permintaan ER. Mereka bertemu lagi pada Jumat (13/7/2007) di Sungai Harapan. Selanjutnya BD, SH, ER, dan AN meluncur ke kampus UIB, dipandu dua orang aktor intelektual pembunuhan yang mengendarai mobil Toyota Hardtop, sekitar pukul 21.00 WIB.
Sang aktor intelektual menemui Sandriani dan mengajak korban ke Sekupang. Tersangka BD, SH, ER dan AN mengikuti Toyota Hardtop dari belakang. Dua tersangka utama yang kini masih belum tertangkap sempat mengambil uang dari rekening Sandriani di sebuah ATM di Sekupang pada pukul 22.15 WIB.
Setelah menarik uang, mereka sempat mengajak Sandriani makan malam di sebuah restoran di kawasan Tiban. Hal ini sesuai hasil autopsi Tim Forensik Pusdokkes Mabes Polri Kompol dr Agung Widjayanto SpF dan dr AKP Aji SpF yang menyatakan, Sandriani sempat makan malam 2-4 jam sebelum dibunuh.
Selama korban makan malam bersama dua penjemputnya, tersangka BD, SH, ER, dan AN menunggu di dalam mobil. Setelah makan malam, seluruh tersangka melanjutkan perjalanan ke arah Tanjungriau. Di tengah jalan tersangka ER turun dari mobil yang dikemudikan BD dan pindah ke Toyota Hardtop yang ditumpangi korban. Lalu ER mencekik Sandriani hingga tewas.
Sebuah sumber di kepolisian menyebutkan, Sandriani tidak diperkosa oleh para pelaku. Hasil autopsi juga tidak menemukan tanda-tanda pemerkosaan. Pemeriksaan rahim juga tidak menunjukkan korban sedang hamil.
Jenazah Sandriani kemudian dibuang sekitar pukul 01.00, Sabtu (14/7/2007). Pemilihan lokasi pembuangan karena sepi dan jauh dari permukiman penduduk. Saat membuang mayat tersebut, seluruh tersangka ikut menyaksikan.Versi polisi
Tapi polisi punya versi yang berbeda. Polisi sama sekali tidak menyebutkan bahwa Sandriani dihabisi pembunuh bayaran. Polisi bersikukuh kematian gadis Tionghoa itu akibat pencurian dengan kekerasan (curas) biasa.
Saat mengekspos kasus tersebut, Senin (24/9/2007), polisi menyebutkan bahwa Sandriani diperkosa sebelum akhirnya dicekik sampai tewas. Padahal menurut hasil autopsi tidak ditemukan adanya kekerasan seksual terhadap korban.
Bahkan, tersangka Budi mengaku mereka berlima memperkosa korban sebelum dicekik Erwin, yang kini masih buron. Budi mengaku terpaksa ikut memperkosa karena diancam akan dibunuh.
Tersangka lainnya, Andi Chandra, malah membantah terlibat dalam kasus tersebut. “Itu fitnah. Saya tidak terlibat dalam kasus ini,”ujar pria bertubuh besar itu sambil menangis sesenggukan. Andi mengaku saat kejadian dirinya sedang bekerja di Sumbawang, Kabil. Ia juga tak mengenal tersangka Erwin, Anton, dan Elvis. “Saya tidak mengenal dan tidak pernah bertemu sebelumnya. Tetapi dengan Budi saya mengenal dia beberapa minggu lalu,”ujar Andi.
Dalam ekspos kasus tersebut, polisi juga tidak menyebut-nyebut mobil Toyota Hardtop yang digunakan para tersangka. Padahal, menurut Budi, ada sebuah mobil jeep warna silver yang digunakan tersangka lainnya di malam Sandriani dieksekusi. Ada gambar ular kobra di dekat bumper depan.
“Saya disuruh mengikuti mobil jeep dari belakang. Saya diancam seorang pelaku,”ujar Budi kepada kakaknya.
Kejanggalan lainnya, mengenai mobil yang digunakan. Polisi menyatakan lima tersangka menggunakan satu mobil sedan warna hijau yang kini belum ditemukan. Padahal mobil yang dikemudikan Budi adalah sedan merah BM 1850 yang kini ditahan sebagai barang bukti di Mapoltabes Barelang.
Kasat Reskrim Poltabes Barelang AKP Herry Heryawan menegaskan, motf pembunuhan Sandriani adalah perampokan biasa disertai pemerkosaan. Hal itu ditegaskan dengan hilangnya sejumlah barang milik korban, yakni dompet dan handphone.
Kasus terbunuhnya Sandriani masih tetap misterius. Tak mungkin kasus pembunuhan biasa yang hanya melibatkan preman biasa, tapi proses eksposenya ditunda-tunda. Kemungkinan ada skandal lain di balik kematian gadis itu. Mungkinkah skandal itu berkaitan dengan persoalan berat yang dihadapi Sandriani sebelum dihabisi? Kita tunggu saja….(*)

Iklan

4 thoughts on “Kematian Sandriani Tetap Misterius”

  1. apakah sekarang erwin sang pelaku masih buron? mohon kabar ya…supaya kita cari melalui program wanted di antv…yang tayang tiap senin jam 5 wib dan jam 24.00 wib. thanks

    yuke mayaratih

    ===============
    Sampai sekarang polisi belum menemukan Ewin dan Anton yang diduga sebagain otak pembunuhan sadis atas Sandriani. Tidak diketahui sekarang mereka sedang ngumpet di mana. Sementara ada kesan sebagian bukti dalam kasus itu disamarkan. Tampaknya ada pihak yang sengaja disembunyikan atau ingin dilepaskan dari kasus tersebut. Ini sudah tercium sejak awal pengungkapan kasus ini. Seperti saat rekonstruksi, ada bagian-bagian dari proses pembunuhan Sandriani tidak direkonstruksikan. Ada apa?
    Selain itu, alat bukti berupa mobil yang digunakan lima pelaku untuk menjemput Sandriani juga tidak pernah ditunjukkan polisi. Padahal, dalam dakwaan disebutkan bahwa Sandriani dihabisi dalam mobil itu di kawasan Tanjung Pinggir, di jalan menuju Marina City, Sekupang, Batam.
    Saya merasa polisi sudah cukup puas dengan menjebloskan tiga tersangka Budi, Andi, dan Elvis. Padahal tiga orang itu bukan hasil tangkapan dari sebuah upaya mati-matian. Justru pelaku sendiri (Budi) yang menyerahkan diri. Lagipula dua tersangka (Andi dan Elvis) masih kontroversi. Karena belum tentu dua orang ini terlibat dalam kasus itu. Misalnya Andi yang mengaku punya alibi kuat dan merasa sebagai korban salah tangkap. Mungkin saja Andi berbohong, tapi saya melihat tidak ada upaya polisi untuk membuktikan alibi si Andi. Demikian pula alibi yang disampaikan Elvis. Tidak ada upaya polisi untuk membuktikan alibi kedua orang itu. Lantas bagaimana sidang kasus pembunuhan Sandriani bisa memenuhi rasa keadilan?
    Kalau betul mereka itu pelakunya tidak masalah, karena mereka memang wajib membayar perbuatannya. Tapi seandainya benar Andi dan Elvis korban salah tangkap, bagaimana? Kasihan juga melihat keluarga mereka. Hidup anak-anak dan istri mereka saat ini sangat-sangat menderita karena ayah dan suaminya dipenjara.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s