Turut Berduka untuk Kenji

* Korban Kebrutalan Tentara Myanmar

kenji.jpgMILITER Myanmar bertindak brutal. Masyarakat negeri Seribu Pagoda diberondong peluru yang dimuntahkan dari senjata M-16 milik tentara junta militer. Biksu dan wartawan pun tak luput dari kebengisan militer di bawah kekuasaan Jenderal Senior Than Shwe (74), yang memilih menggunakan senjata api untuk menghalau para demonstran sekaligus memberangus demokrasi.
Demonstrasi yang berlangsung sejak 19 Agustus 2007 itu, hingga Sabtu (29/9/2007), sudah menewaskan 13 orang, termasuk Kenji Nagai (52), pewarta foto dan jurnalis video APF (Asian Press Front) dari Jepang.
Kenji gugur saat menjalankan tugas jurnalistik di Kota Yangon, Kamis (27/9/2007). Kematian Kenji cukup dramatis karena ia tetap berusaha mengambil gambar massa demonstran dan tentara Myanmar, saat ia sudah jatuh telentang dan tak berdaya di ujung M-16. Namun sang tentara yang hanya bersandal jepit dan berseragam hijau itu dengan teganya menembaki dada Kenji dari jarak dekat.
Dokter Kedubes Jepang mengatakan, peluru mengenai bagian bawah dada kanan, menembus tubuh Kenji, dan keluar lewat punggung.
Foto saat-saat Kenji menghadapi maut terpajang di halaman utama koran- koran dunia, Jumat (28/9/2007). Foto dramatis hasil jepretan seorang fotografer lepas yang memperlihatkan bagaimana Kenji yang tergeletak cedera di jalan raya, masih berupaya mengarahkan kamera videonya ke arah massa yang sedang berlarian menghindari peluru-peluru tajam yang menyembur dari senjata serdadu militer yang panik.
Di sisi kanan Kenji yang mengenakan kemeja kotak-kotak biru lengan pendek dan celana pendek, berdiri sang serdadu kejam bersandal jepit itu berlari mengejar para demonstran sambil mengarahkan moncong senjata serbu M-16 ke arah tubuh Kenji.
Foto lainnya memperlihatkan tubuh Kenji sudah tergeletak kaku, tak berdaya. Tangannya yang masih menggenggam kamera terkulai menyentuh aspal. Selanjutnya, jenazah sang wartawan terbiar kaku di tengah jalan. Turut berduka cita untuk Kenji.
Penguasa junta militer Myanmar memang alergi terhadap wartawan, terutama wartawan asing. Mereka menuding media asing mengompori rakyat Myanmar untuk memberontak terhadap penguasa junta militer. Ketatnya pengawasan militer membuat Kenji harus masuk wilayah negara itu sebagai turis. untuk menghindari pemeriksaan berlebihan junta militer.
Kematian Kenji telah menimbulkan kemarahan Pemerintah Jepang yang selama ini menjadi pendonor terbesar bagi Myanmar. Menurut juru bicara Pemerintah Jepang, Nobutaka Machimura, pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menghentikan bantuan dana kepada Myanmar.
Kerusuhan di Myanmar meletus akibat pemerintahan junta militer menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 500 persen pada 13 Agustus 2007.(*)

Iklan

2 thoughts on “Turut Berduka untuk Kenji”

  1. kita tunggu saja panglima militer di myanmar meninggal dunia, disitu baru ada perubahan di myanmar……

    dan jangan terlalu banyak berharap dengan tekanan dunia internasiona, atau tekanan apapun yang dapat merubah dunia perpolitikan negara myanmar.

    lihat saja, sedangkan petinggi agama disana saja ditembak mati ditempat….

    apa itu namanya satu pemerintahan…

    setau saya, agamalah diatas segala sebuah negara.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s