SAMSAT (Memang) Nggak Bisa Diubah

TOLONG katakan pada saya, bagaimana cara mengubah sistem pelayanan di SAMSAT alias Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap, supaya bebas pungutan liar (pungli). Soalnya saya sudah bosan berhadapan dengan orang2 di tempat itu. Tingkah mereka masih sama seperti sembilan tahun lalu, baik di Kupang (NTT) maupun di Batam (Kepri).
Sudah sembilan tahun berturut-turut saya berurusan dengan layanan publik yang satu ini, dan persoalan yang saya temui sama saja. Selama delapan tahun saya nggak pernah mau memberikan seperpun uang di luar pungutan resmi. Saya bahkan rela (dan berani :)) bertengkar dengan petugas jika diminta menyetor uang tanpa ada kwitansinya.
Tapi saya gagal mencapai 10 tahun berturut-turut tanpa memberi pungutan liar itu. Saya bahkan sudah gagal di tahun ke-9.
Ceritanya, Jumat (5/10/2007), di masa 10 hari terakhir Ramadan 1428, saya terpaksa harus menyetor biaya resmi versi SAMSAT. Berikut biaya resmi itu:

  • Gesek no mesin & rangka : Rp 5.000 (dikerjakan tukang parkir)
  • Bayar administrasi cek fisik : Rp 20.000 (setor ke polisi)
  • (Wajib) beli map di SAMSAT : Rp 5.000 (di dalam area SAMSAT)
  • Revisi BPKB : Rp 50.000 (ganti Nopol BM ke BP).
  • Cek kelengkapan dokumen : Rp 25.000

Sumber: Pengalaman pribadi di SAMSAT Batam, Jumat (5/10/2007).


Jadi, total biaya tak resmi yang saya bayar mencapai Rp 105.000. Luar biasa…!!!!!
Bayangkan kalau dalam sehari ada 100 orang saja yang membayar pajak kendaraan bermotor (khusus roda dua). Nilainya mencapai Rp 10.500.000..!!!! Itu hanya untuk sehari lho… dan hanya di Batam pula. Dan saya yakin, dalam sehari lebih dari 100 sepeda motor dibayarkan pajaknya. Bagaimana jika pungutan tak resmi SAMSAT di seluruh Indonesia ditotal. Taruhlah minimal 1 juta kendaraan roda dua yang bayar pajak dalam sehari. Perhatikan baik-baik angka ini: Rp 105.000.000.000 alias SERATUS LIMA MILIAR RUPIAH…!!!
Itulah nilai minimal yang DIRAMPAS para CECUNGUK di SAMSAT dari masyarakat pemilik kendaraan bermotor (khusus roda 2) hanya dalam sejari.
Nah, ini kan aneh… orang menjalankan kewajibannya membayar pajak kepada negara, malah dipungut biaya aneh-aneh dan tidak masuk ke kas negara (daerah). Padahal, di SAMSAT Batam, sangat banyak stiker ditempel di hampir setiap sudut yang melarang berhubungan dengan calo maupun stiker2 antikorupsi berbagai jenis dan ukuran. Tapi semua hanya omong kosong. Lantas kapan pelayanan di SAMSAT bisa bersih dari pungutan- pungutan nggak resmi itu? Ada yang punya jawabannya?
Lantas, kenapa juga sampai akhirnya saya mau membayar pungutan nggak resmi itu?
Ceritanya, kebetulan kemarin itu hari Jumat, hari pendek. Artinya SAMSAT akan tutup lebih cepat dan saya ingin urusan saya selesai hari itu juga. Selain itu, saya juga harus menjemput Michelle, anak perempuanku yang sekolah di play group jam 10.00. Kalau terlambat menjemput, bisa ‘mati’ kelaparan anak ku yang umurnya baru 3 tahun itu.
Ketika saya (mencoba) menolak untuk membayar biaya-biaya tidak resmi itu, mereka seolah-olah tidak mau melayani. Menurut si petugas (polisi), memang biayanya harus seperti itu. Karena buru-buru, akhirnya saya menurut saja apa mau mereka. Dan saya pun kehilangan Rp 105 ribu saya.
Tapi itu pun belum selesai. Ketika menyerahkan data-data saya ke bagian administrasi (akh whatever lah namanya), mereka meminta KTP asli pemilik motor. Kebetulan motor saya belum balik nama sehingga masih memakai nama pemilik sebelumnya. Lalu saya menunjukkan KTP asli saya, fotokopi KTP pemilik sebelumnya, dan surat kuasa bermaterai Rp 6.000 yang ditandatangani oleh pemilik sebelumnya. Si petugas mengatakan, “Wah, pak… harus lampirkan KTP asli dari pemilik sebelumnya.”
Saya katakan, “Lho… ini kan ada fotokopi KTP dan surat kuasa bermaterai.”
“Wah, pak… aturannya memang sudah seperti itu. Kita harus tertib administrasi. Karena SAMSAT sekarang tidak seperti SAMSAT yang dulu. Kami harus menjalankan sesuai dengan prosedur yang benar. Jika masyarakat tidak bisa memenuhinya, ya kami kembalikan lagi kepada masyarakat,”ujarnya dengan penuh percaya diri.
Waduh, saat itu, di mata saya wajah orang itu terlihat seperti dinosauraus…. atau mungkin tikus purba seukuran dinosaurus (emang ada ya tikus purba seperti itu?)
Ya sudah… mau gimana lagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. Saya sudah harus meninggalkan SAMSAT untuk menjemput anakku. Terpaksa saya pergi meninggalkan orang itu sekaligus tempat laknat itu dengan perasaan dongkol. Sampai di halaman parkir, datang seorang tukang parkir. Dia melihat saya membawa pulang map (yang sudah sangat dikenalnya).
“Lho Bang, kenapa mapnya dibawa pulang? Ada yang masih kurang? Mari saya bantu…paling lama dua jam beres,” tawar di tukang parkir yang mengenakan jaket lusuh.
Dengan jengkel saya jawab orang itu, “NGGAK USAH…!!!! Biar ikut prosedur resmi aja,” jawabku sambil berlalu dari kawasan sialan itu. Mudah-mudahan besok, Sabtu (6/10/2007) saat ke sana lagi, urusannya jadi lebih mudah karena semua dokumennya lengkap.(*)

(Saya masukkan ke kategori Budaya, karena ini merupakan KEBUDAYAAN KORUPSI)

Iklan

7 thoughts on “SAMSAT (Memang) Nggak Bisa Diubah”

  1. kenapa tidak balik nama saja, khan hanya 1% dari nilai jual kendaraan bekasnya, 3 hari selesai. uang masuk kas negara, beres pak…budayakan balik nama dengan sedikit sabar menunggu 3 hari.

    Suka

  2. buat bapak pejabat jangan pura pura tak tauuuuuuuuuu lha wong rakyat biasa aja liatnya terang .saya saranin kalau lihat jangan merem

    Suka

  3. Bayar perpanjangan pajak kendaraan cukup memakai BPKB asli ( atau surat keterangan dari Bank bila BPKB diagunkan & dealer bila kendaraan dibeli kredit) dan fotocopy KTP saja.

    Aturan memakai KTP asli atas nama pemilik akhir tidak ada landasan undang-undangnya. Kecuali bila akan mengganti plat nomor ( tiap 5 tahun sekali), dan cek fisik cukup 5 tahun sekali saja bila akan ganti plat dan ganti STNK.

    Suka

  4. Oya, lupa kalau Polsek sama aja, minta uang, padhal orang lagi tertimpa bencana, katanya, tenang aja Pak, kan ada asuransi. Padahal asuransi selalu rugi, malah hanya nutup sisa angsuran leasing….

    Memang polisi indonesia tidak ada sedikitpun wibawanya, bikin marah dan benci…

    Smoga kita bisa dijajah Amerika Serikat saja, daripada dijajah bangsa sendiri.

    Suka

  5. Benar, sekali, Pak… saya baru hari ini mengurus SIM A dan C yang hilang karena mobil dicuri beserta dompet berisi SIM. Karena di mapolda dan polres tidak meminta biaya (sejauh ini, karena surat reskrim belum keluar), maka saya berpikir di Samsat Daan Mogot tentu tidak ada pungli.

    Ternyata brengsekssss sekali tuch polisi dan staf di sana, mental bobrok sekali, bikin sakit hati… ternyata kalau tidak lewat calo tidak bakal lulus. Setelah tidak lulus saya cek ke ipar saya (orang Batak), memang benar, katanya famili dia dan dia sendiri juga harus bayar lewat calo…

    Saya diminta Rp 400rb kalau mau lulus per buah SIM.

    Benar2 negara bobrok…kasihan, rakyat menderita, negara dijual pejabat ke asing lagi, sementara abdi negara (istilah si keren, tapi, kelakuan hancur) brengsekxxx….

    Suka

  6. TUNGGU SAJALAH KEHANCURAN BANGSA INI…

    Bukan tidak mungkin kalo bangsa ini akan digantikan oleh umat yang lain sesuai dengan Firman Alloh dalam Al Quran : “Jika kalian menyimpang maka akan diganti dengan umat yang lain selain kalian dan tidak akan menjadi seperti kalian.” (Muhammad: 38).

    Bisa aja lewat Tsunami, semua pulau di indonesia ini dibabat habis semua. baru akan terbentuk INDONESIA BARU YANG REVOLUSIONER !!! BABAT HABIS CECUNGUK PREMANISME DI INDONESIA YA ALLOH….

    Suka

  7. Emang brengsek orang2 kayak gitu. Ngga cuma di batam pak, tapi di jakarta juga gitu. Contohnya saya bikin SIM di Samsat daan mogot, waktu itu saya ngotot lewat prosedur yg bener, baru bisa dapet SIM jam4 sore. Padahal ngantri dari pagi jam9. Sedangkan ada orang yang baru datang jam12, udah langsung bisa pulang jam1, dibantu calo dgn biaya 2-3 kali lipat.

    Mau jadi apa bangsa ini kalo mentalnya korup gitu?? kelaut aja deh orang2 beginian..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s