Selamat Datang Masalah Baru

INI sudah penghujung 2007. Beberapa jam ke depan, kita sudah memasuki tahun baru, tahun 2008. Tampaknya banyak masalah baru sudah menanti kita di tahun yang baru. Di antaranya adalah ancaman naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Kendati pemerintah sudah berjanji tidak akan menaikkan harga BBM hingga tahun 2009, toh pemerintah punya strategi lain untuk menaikkan harga BBM, yakni pembatasan pemakaian premium dan “menyarankan” penggunaan premium beroktan 90 alias Pertamax dan Pertamax Plus.
Bukan hanya itu. Ini Indonesia Bung…!!! Pasti banyak masalah baru yang tak terduga. Dan setiap masalah biasanya menguras energi hampir setiap warga negara ini.
Dengan demikian, pada tahun yang baru ini, bisa jadi akan terjadi kelangkaan premium di berbagai wilayah di negeri ini. Saya perkirakan hal ini bakal memicu protes di mana-mana, di berbagai daerah. Belum lagi persoalan dari luar sana yang berimbas ke dalam negeri. Misalnya kenaikan harga minyak dunia yang biasanya ikut mengganggu kestabilan ekonomi negara kita.
Selain BBM, panasnya suhu politik jelang pemilihan umum 2009 bisa menimbulkan berbagai persoalan. Para elit bertempur di level atas. Sementara masyarakat bawah ‘diarahkan’ ke dalam kotak-kotak yang lebih sempit. Ini bisa saja memicu konflik horisontal.
Sehingga dibutuhkan kearifan dari setiap kita untuk memandang perbedaan pilihan politik secara dewasa. Bahwa ada perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dan tak perlu dibawa melebar ke ranah yang lain. Itu jika kita tak ingin menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Apalagi perbedaan politik “dipaksa” masuk ke wilayah suku, agama, dan antargolongan. Karena sebagai sebuah negara yang heterogen, antara kita semua pasti ada berbagai perbedaan.
Sangat bagus bagi kita melihat perbedaan sebagai sesuatu yang indah dan sepatutnya disyukuri, bukan untuk dipertentangkan. Sebab, jika kita masih berputar-putar dari konflik yang satu ke konflik berikutnya, maka sama dengan kita memicu bencana demi bencana sosial baru yang justru menghambat kebersamaan kita dalam kontrak sosial berupa Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jika kita bisa lebih dewasa dalam mengelola konflik, maka kita sudah bisa mengucapkan SELAMAT DATANG MASALAH BARU di tahun 2008. Artinya, kita semua sudah siap menghadapi beragam persoalan baru tanpa keinginan MEMANFAATKAN berbagai masalah itu untuk kepentingan pribadi atau golongan.
Khusus Batam dan Kepri, tahun 2008 diperkirakan bakal menjadi titik tolak pertumbuhan ekonomi karena saya perkirakan status kawasan ekonomi khusus (KEK) mulai berjalan. Dengan berjalannya free trade zone (FTZ) di Pulau Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), maka sektor industri akan semakin menggeliat. Ini bakal menggerakkan beragam sektor jasa, sehingga pergerakan ekonomi di daerah ini semakin berkibar.
Harapan saya, geliat ekonomi itu juga bisa memberi manfaat bagi 75 ribu kepala keluarga miskin di daerah kaya ini. paling tidak pemerintah mampu memanfaatkan insentif dari pemerintah pusat (berupa KEK) untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakatnya.
Satu lagi harapan segenap warga daerah ini adalah pemerintah bersikap lebih pro rakyat. Artinya, insentif KEK bukan hanya untuk kepentingan pemilik modal saja, tapi lebih utama untuk kesejahteraan rakyat. Sebab, apalah artinya banyak investor baru masuk tapi hanya memperkaya segelintir orang.
Akhirnya saya mengucapkan: SELAMAT TINGGAL 2007, SELAMAT DATANG 2008. SELAMAT BERKAYRA di TAHUN BARU…!!!!(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s