Indonesia On The Move

Saya ingin dunia lebih memahami Indonesia. Indonesia terkadang dihakimi oleh persepsi, bukan realitas.”

Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI

Indonesia On The Move
PRESIDEN kita, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meluncurkan buku keduanya berjudul “Indonesia On The Move” pada 28 Desember 2007. Buku pertamanya berjudul “Transforming Indonesia”. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer, penerbit Kelompok Kompas Gramedia (KKG).
Boleh dibilang luar biasa, karena jadwal SBY tentu sangat padat, tapi sempat-sempatnya menulis buku. Bahkan ia tengah menyiapkan buku ketiganya. Padahal, waktu kita2 lebih leluasa, menulis artikel saja susah, malasnya minta ampun. Seolah tak ada waktu untuk menulis, selain rutinitas menulis dan mengedit berita.
SBY juga suka membaca. Ini terbukti dari koleksi bukunya yang mencapai 17 ribu judul. Dia mengaku setiap akhir pekan selalu menyediakan waktu dua jam untuk membaca buku. Luar biasa. Sementara saya, membaca saja malas. Satu buku setebal 100 halaman, baru selesai saya baca dalam 3-4 hari. Jadi, semestinya kita perlu memberikan apresiasi kepada pemimpin tertinggi di negara kita itu.
Dalam buku itu, kata SBY, ia ingin menyampaikan kepada dunia untuk memahami Indonesia secara lebih proporsional berdasarkan realitas. Sebab, menurut SBY, selama ini dunia sering menghakimi Indonesia hanya berdasarkan persepsi.
“Saya ingin dunia lebih memahami Indonesia. Indonesia terkadang dihakimi oleh persepsi, bukan realitas,”kata SBY saat peluncuran bukunya di TB Gramedia Matraman, Jakarta.
SBY mengaku dia sering mendengar komentar para diplomat asing bahwa mereka sulit memahami Indonesia. Sehingga dia ingin membuatnya menjadi gamblang dan mudah dipahami melalui bukunya.
“Mari kita ubah jadi gamblang dipahami. Dunia lebih memahami Indonesia dan Indonesia lebih memahami dunia,” katanya.
Lantas, mengapa SBY memilih judul “Indonesia On The Move?” Dia menjelaskan, judul itu dipilih atas pemikiran bahwa “Indonesia is a nation on the move, bukan a nation in waiting” alias Indonesia adalah sebuah bangsa yang bergerak maju, bukan sebuah bangsa yang menunggu. “Kita tidak ingin jadi bangsa yang menunggu terus,” katanya.
“Indonesia On The Move” berisi kumpulan tulisan dan pidato yang pernah disampaikan SBY di berbagai forum nasional maupun internasional selama kurun 2005-2006. Sementara karya pertamanya bertajuk “Transforming Indonesia” berisi kumpulan pidatonya periode 2004-2005.
Dalam “Indonesia On The Move” Presiden Yudhoyono memaparkan pemikirannya yang berangkat dari kekayaan intelektual yang diperoleh bukan saja dari kegemarannya pada buku, namun juga pengalaman empiris yang menyertai hidupnya.
Saya belum membaca buku SBY….yeah, dasarnya memang malas membaca…hehehe. Tapi saya sepakat dengan SBY bahwa selama ini dunia hanya memandang Indonesia berdasarkan persepsi-persepsi (yang kebanyakan negatif). Bahkan sesama orang Indonesia pun sering “terjebak” pada persepsi-persepsi negatif atas bangsa ini yang sudah terbentuk puluhan tahun.
Namun, menurut saya, persepsi itu tentu juga terbangun dari realitas yang ditemui masyarakat internasional maupun masyarakat Indonesia sendiri. Kenyataannya, banyak anak bangsa ini yang hampir frustrasi melihat kondisi negaranya yang tidak maju-maju. Korupsi masih saja merajalela. Kendati negara ini telah dilengkapi berbagai lembaga untuk memerangi korupsi seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, dan kejaksaan.
Negara ini juga tak kuasa melawan pungutan liar (pungli) yang tumbuh subur di berbagai sektor pelayanan publik. Intinya, mulai dari pejabat tinggi hingga tukang parkir dan preman sudah terlalu terbiasa dengan perilaku korupsi dan pungli. Sehingga siapa pun pasti putus asa menghadapi kondisi ini.
Jadi, apabila Presiden SBY hendak mengubah persepsi (negatif) masyarakat internasional dan warga negara Indonesia sendiri terhadap negara ini, maka yang paling penting dilakukan saat ini adalah memberangus koruptor dan para pelaku pungli itu. Sebab, negeri ini dipenuhi para koruptor, tapi kenyataannya penjara hanya disesaki para maling ayam.
Karena menurut saya, kejahatan korupsi lah sumber utama kemerosotan negara ini. Jika korupsi bisa dikurangi 50 persen saja dari kondisi sekarang, saya yakin persepsi dunia terhadap negara ini pasti berubah.
Nah, tugas Pak SBY sekarang adalah bagaimana dia bisa menangkap sebanyak-banyak koruptor untuk dijebloskan ke bui dalam satu tahun sisa pemerintahannya. Kalau Pak SBY berhasil, saya janji akan memilihnya pada Pemilu 2009 mendatang.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s