Biarkan Mereka Lapar dan Dahaga

  • Pemerintah Simpan Dana Rp 130 Triliun di SBI

LUAR BIASA! Ketika mayoritas warga negara Indonesia sedang berjuang keras menghadapi bencana alam dan lonjakan harga yang kian mencekik, ternyata pemerintah pusat dan daerah menyimpan dana hingga Rp 130 triliun di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Hingga tahun 2007, total dana di SBI juga sangat fantastis, mencapai Rp 330 triliun!
Kepada Detikcom, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat mengatakan, “Itu menandakan kita masih tidak produktif dalam menggunakan dana murah. Anggaran belum sepenuhnya terabsorbsi sehingga tidak bisa menggulirkan ekonomi.”kata Hidayat di kediaman almarhum Prof Sadli (Menaker dan Menteri Pertambangan di era Presiden Soeharto), Jl Brawijaya, Jakarta, Rabu (9/1/2008).
Akibat simpanan dana pemerintah itu, Bank Indonesia (BI) harus menanggung beban yang cukup besar. “Bunganya bisa Rp 20 triliun tuh,” ungkapnya.
Hidayat menyesalkan kenapa pemerintah pusat maupun daerah masih menyimpan dananya di SBI. “Bayangkan, jika dana itu bisa disalurkan untuk membiayai proyek-proyek, itu kan nantinya akan menggulirkan ekonomi,” tambahnya.
Jika dana itu bisa terserap, maka pertumbuhan ekonomi tahun 2007 bisa mencapai 6,5 persen, bahkan lebih. “Itu menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor riil belum optimal, banyak dana yang menganggur,” kata Hidayat.
Hal senada disampaikan pengamat perbankan Mirza Adityaswara. Ditemui ditempat yang sama, Mirza mengatakan bahwa adanya anggaran pemerintah di SBI menunjukkan anggaran yang tidak terserap.
“Sampai akhir tahun kan baru 85 persen yang tersalurkan. Tapi tahun 2007 lebih baik dari 2006. 2006 itu di bawah 85 persen,” katanya.
Ia menjelaskan, dana yang disimpan di BI merupakan gabungan dari tiga jenis dana, yakni pertama, dana cadangan dari perbankan. Dana cadangan ini disimpan oleh perbankan yang dicadangkan untuk kredit yang belum ditarik.
Kedua, dana pemda yang belum disalurkan. Sudah diberikan oleh pemerintah pusat, tapi oleh pemerintah daerah belum dibelanjakan. Ketiga, dana dari pemerintah pusat sendiri.
Jumlah dana di SBI itu berarti meningkat. Per 24 Januari 2007, total dana perbankan di SBI mencapai Rp 235,34 triliun. Dana itu terbagi atas milik pemda Rp 38,7 triliun, bank BUMN Rp 42,6 triliun, perseorangan Rp 37,4 triliun dan non bank BUMN Rp 116,5 triliun.
Selain dana nganggur yang ratusan triliun itu, hingga akhir Desember 2007, cadangan devisa negara ini bahkan mencapai Rp 56,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 534,860 triliun.
Jika dana nganggur di SBI dan cadangan devisa itu ditotal, jumlahnya mencapai Rp 864.86 triliun! Jumlah yang luar biasa besarnya yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat yang sejatinya berhak atas uang itu.
Tapi para pengelola negara ini, dari pusat sampai daerah, lebih memilih membiarkan rakyatnya mengencangkan ikat pinggang daripada mengucurkan dana itu untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Biarkan mereka menderita lapar dan dahaga. Sungguh ironis.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s