Polisi Biasa Jebak Warga?

AWAS OKNUM POLISI TARUH NARKOBA DI MOBIL ANDA…!

SEBUAH peringatan menarik dan sangat penting dilontarkan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Sisno Adiwinoto. Sisno meminta masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan adanya oknum polisi nakal menjebak warga dengan menaruh narkoba di mobil orang yang dirazia. Tujuannya tentu saja untuk memeras…. waduh….!!!
Itu pernyataan dari polisi lho…jenderal berbintang dua lagi! Jadi, bukan tak mungkin “kebiasaan” seperti itu pernah terjadi. Atau malah sering terjadi. Walah…bagaimana ini pak pulisi?
Sehingga Sisno yang akan menjabat Kapolda Sulawesi Selatan itu mewanti-wanti warga dengan sejumlah tips untuk menghindari perilaku oknum polisi nakal (atau malah jahat) seperti itu.
“Anda harus berani mengatakan bahwa barang terlarang itu bukan milik Anda dan jangan mau jika diminta untuk memegang atau menyentuhnya,” saran Sisno.
Bila perlu, warga yang menjadi korban penjebakan itu harus meminta agar dilakukan tes sidik jari untuk membuktikan siapa saja yang pernah memegang barang haram tersebut.
“Kalau Anda digerebek polisi dengan tujuan akan diperas, tanyakan surat perintahnya. Anda harus berani melaporkan oknum itu. Keberanian melaporkan oknum nakal sangat dibutuhkan Polri, sebab akan membantu upaya untuk membersihkan polisi yang nakal”, kata Sisno seperti dikutip Antara, Kamis (28/2/2008).
“Polisi adalah milik rakyat, sehingga Anda pun wajib membersihkannya dari segala yang mengotorinya,” pinta Sisno.
Dalam upaya menjebak dengan tujuan pemerasan itu, kata Sisno, oknum polisi akan menaruh narkoba di dalam mobil, misalnya bekerja sama dengan petugas valet parkir hotel atau mal. Begitu mobil yang sudah dimasuki narkoba keluar di jalan raya, oknum polisi itu akan menangkap dan ujung-ujungnya adalah memeras.
Sisno mengatakan, informasi adanya oknum polisi yang melakukan jebakan dalam bentuk razia narkoba bermula dari SMS (pesan singkat) yang beredar di masyarakat. “Meski hal itu baru gosip, kita mewaspadai adanya praktik seperti itu yang dilakukan oknum polisi,” ujar Sisno kepada Warta Kota.
Dia mengatakan, sebaiknya masyarakat berani memerangi kebatilan. Artinya, jika memang ada warga yang dituduh membawa narkoba sedangkan dia sendiri merasa barang tersebut bukanlah miliknya, orang tersebut harus berani menolak atau membantah tuduhan itu.
“Jika di mobil kita ditemukan barang seperti narkoba, sedangkan barang itu bukan punya kita, harus berani mengatakan kepada oknum petugas bahwa barang itu bukan milik kita,” ujar Sisno.
Masyarakat juga harus menolak jika diperintah petugas untuk memegang barang tersebut. Bila perlu, masyarakat harus berani menanyakan surat tugas dan identitas petugas yang melakukan pemeriksaan. “Memang sampai sekarang belum ada laporan resmi adanya dugaan tersebut,” katanya.
Perwira tinggi Polri ini menjelaskan, ada indikasi informasi tentang kasus pemerasaan dengan modus operasi narkoba dilakukan pihak tertentu untuk meraup keuntungan. “Saya tidak mau menyebut siapa di balik penyebaran SMS ini, tapi bisa saja untuk kepentingan bisnis,” tegasnya.
Namun, Polri tetap menyelidiki setiap informasi yang berkembang di masyarakat. Bahkan katanya, jika benar ada oknum petugas yang melakukan praktik seperti itu, segera laporkan ke petugas propam, akan ditindaklanjuti.
“Kalau memang ada polisi nakal, harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kalau merasa polisi milik kita, ya masyarakat harus ikut memperbaiki agar citranya semakin baik,” pinta Sisno.(sumber:warkot/antara)

TIPS HINDARI JEBAKAN RAZIA NARKOBA
* Bilang bukan milik Anda, jangan menyentuhnya
* Tanyakan surat tugasnya
* Minta dibuktikan lewat sidik jari
* Catat nama dan pangkat polisinya
* Laporkan ke propam polres/polda
Sumber : Kadiv Humas Polri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s