Abang, Keterangan Mana sih yang Betul?

adnan-buyung-nasution1-copy.gifINTEROGASI yang dilakukan imigrasi Singapura selama 2,5 jam terhadap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution dan mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, berbuntut panjang.
Keduanya dicurigai ke negeri tetangga itu untuk menemui pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim. Pertama, Adnan dianggap berkepentingan menemui Sjamsul karena dia adalah mantan pengacara Sjamsul dan hingga kini masih ditangani lawyer di kantornya.
Kedua, Adnan sengaja membawa mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh ke Singapura untuk mengatur strategi menyelamatkan Arthalita Suryani, kerabat Sjamsul Nursalim yang tertangkap KPK ketika menyuap Jaksa Urip Tri Gunawan senilai 660 ribu dolar AS (sekitar Rp 6,1 miliar). Sebab, KPK telah mendapatkan hasil rekaman pembicaraan Adnan Buyung dengan Arthalita dan Sjamsul Nursalim.
Sehingga Kejaksaan Agung dan KPK meminta bantuan Imigrasi Singapura untuk menginterogasi keduanya di Bandara Changi, pada Kamis 20 Maret 2008. Semacam ada skenario di balik interogasi itu yang berkaitan dengan kasus korupsi di Kejaksaan Agung terkait korupsi BLBI.
Menariknya, muncul banyak keterangan yang berbeda dari pemerintah, dan sekretaris pribadinya, dan Adnan Buyung sendiri. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Rajasa, Abang (Adnan Buyung) ke Singapura untuk mengantar putrinya berobat karena mengalami sakit mata serius. Padahal putrinya tidak ikut ke Singapura ketika itu. Hanya Abang, Arman, dan asistennya.
Sementara menurut Bunga Sri Wijaya, sekretaris pribadi Abang, bosnya ke Singapura untuk berlibur dan tes darah karena ada bercak-bercak cokelat di kulitnya. Padahal, menurut Abang, dirinya ke Singapura untuk menemani sahabatnya, Abdul Rahman Saleh, yang akan mengobati matanya.
Perbedaan lainnya, Mensesneg mengatakan Abang sudah minta izin kepada presiden sebelum ke Singapura. Ternyata Abang mengatakan dirinya tidak minta izin karena ke luar negeri untuk kepentingan pribadi, yakni menemani sahabatnya berobat.
Kenyataannya, kedua tokoh itu tidak jadi berobat karena memang Singapura sedang libur panjang alias long week end. Pada pada liburan panjang seperti ini tidak ada pemeriksaan kesehatan biasa, kecuali bersifat emergency (darurat). Semestinya mereka sudah tahu hal ini. Namun Abang membantah dengan mengatakan, sudah booking hotel, jadi sayang kalau tidak berangkat, karena akan dikenakan potongan.
Berbagai kejanggalan itu menimbulkan tanda tanya sejumlah kalangan dan semakin menguatkan kecurigaan bahwa agenda keberangkatan mereka ke Negeri Merlion adalah untuk menemui Sjamsul Nursalim yang sedang bersembunyi di sana. Kepergian dua orang tersebut secara bersamaan juga patut dipertanyakan. Apalagi Sjamsul Nursalim memiliki banyak kenalan orang penting dan pejabat di negeri ini.
Tapi saya yakin, kasus yang sempat menimbulkan kecurigaan banyak pihak ini akan menguap begitu saja. Alasannya?
Pertama, aparat hukum yang semakin tak bisa dipercaya dan klik yang kuat di antara penegak hukum dan penjahat. Kedua, terlalu banyak kasus korupsi di negeri ini sehingga hal seperti yang dicurigakan terhadap beberapa orang itu akan segera dilupakan. Ketiga, saya sama sekali tak yakin ada niat baik dari pemerintah (apalagi penegak hukum) untuk mengusut keterkaitan berbagai peristiwa itu. Males deh…..(*)
Inilah Alasan yang Berubah-ubah Itu

Jumat (21/3/2008)

Mensesneg Hatta Rajasa
* Dia beberapa kali minta izin pergi ke Singapura untuk berobat. Lagi pula putrinya (anak Adnan Buyung Nasution) memang mengalami sakit mata serius, sehingga memerlukan operasi. Dia minta izin untuk mengantar putrinya.
*Kepergian Abang (Buyung) sudah sepengetahuan Presiden SBY. Tentu sudah ada. Sebagai Wantimpres beliau memang sering mengirim surat permintaan izin ke luar negeri

Bunga Sri Wijaya, Sekretaris Pribadi Adnan Buyung:
Abang berada di Singapura untuk vacation (berlibur) dan cek kesehatan. Ada bercak-bercak cokelat yang muncul di kulitnya. Kalau Pak Arman, cek mata. Tidak ada hubungannya dengan Sjamsul Nursalim

Sabtu (22/3/2008)

Adnan Buyung Nasution
* Saya ke Singapura untuk menemani Arman (Abdul Rahman Saleh) yang akan mengobati matanya. Selain itu, saya jalan-jalan ke toko buku. Saya juga mau chek-up tapi minggu depan. Sudah diagendakan.
* Saya tidak minta izin (Presiden). Beliau kan di luar negeri. Tidak sempat. Kepergian saya adalah hal pribadi dan tidak ada kaitannya dengan kenegaraan. Saya sudah lama tidak berhubungan dengan dia (Sjamsul Nursalim). Kalaupun ada masa saya bawa-bawa Arman. Sjamsul sudah diserahkan ke lawyer di kantor saya.

Orang Melayu tentu akan bertanya, “Bang Buyung, yang mana satu dari keterangan-keterangan itu yang betul?”

Iklan

One thought on “Abang, Keterangan Mana sih yang Betul?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s