Pemko Batam Mulai Kecewa

PEMERINTAH daerah mulai kecewa terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah pusat. Sejumlah program yang dicanangkan pemerintah pusat mulai dipandang justru menyusahkan rakyat. Terakhir pemerintah berencana menerapkan program penghematan bahan bakar minyak (BBM) melalui smart card atau “kartu pintar”.
Rencana penerapan program tersebut, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro bakal diterapkan antara April atau Juni mendatang. Kota Batam dipilih sebagai pilot project penerapan program itu.
Ketika rencana itu belum dimatangkan, pemerintah pusat sudah menyampaikan kepada pers, yang artinya dengan cepat diketahui oleh seluruh rakyat di negeri ini. Sementara pemerintah di daerah yang akan dijadikan lokasi uji coba itu belum dikabari sama sekali. Inilah yang menimbulkan reaksi. Seperti yang ditunjukkan mulai dari Wali Kota Batam Ahmad Dahlan beserta jajarannya dan anggota Dewan Kota.
Dahlan menilai penerapan smart card yang bakal membatasi pembelian BBM bersubsidi maksimal 5-7 liter untuk mobil dan 2 liter untuk sepeda motor, bakal menimbulkan keresahan di masyarakat. Reaksi lebih keras dilontarkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Syamsul Bahrum yang secara tegas menolak Batam dijadikan lokasi uji coba lagi. Dia menegaskan, smart card tidak efektif untuk Batam.
Tersirat dalam ucapan Syamsul, yakni sebaiknya pemerintah pusat menyelesaikan dulu rencana-rencana sebelumnya yang tak kunjung beres. Berhentilah berwacana soal program-program baru yang justru bisa menimbulkan polemik dan meresahkan masyarakat yang beban hidupnya semakin berat.
Pernyataan keras Syamsul bukan tanpa alasan. Ia menunjuk pilot project free trade zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas yang semakin tak jelas. Menurut Syamsul, Pemko Batam akan menolak smart card. Batam jangan lagi dijadikan pilot project karena sudah banyak pilot project di sini yang hasilnya tidak jelas. Termasuk pilot project FTZ yang sampai sekarang masih mengambang tak jelas kapan implementasinya. Sehingga Syamsul meminta pemerintah pusat agar uji coba smart card dilakukan di daerah lain saja.
Terlihat bahwa pemerintah pusat hanya melihat Batam secara parsial. Memilih daerah ini sebagai pilot project smart card dengan berbagai kriteria, di antaranya tingkat kesejahteraan masyarakat Batam lebih baik dibanding daerah lain, wilayah kecil dan terisolir, serta jumlah SPBU dan kendaraan yang relatif sedikit.
Pemerintah pusat seolah tak paham bahwa saat ini upah minimum kota (UMK) Batam tak ada bedanya dengan daerah lainnya. Sementara harga kebutuhan pokok di kota ini jauh lebih mahal dari daerah lain karena semuanya harus diimpor dari daerah lain maupun dari luar negeri.
Di satu sisi, fasilitas transportasi massal sangat terbatas sehingga warga Batam sangat mengandalkan kendaraan pribadi untuk aktivitas kerja. Apabila pembelian BBM bersubsidi dibatasi, tentu saja akan membatasi aktivitas ekonomi. Sementara mayoritas warga Batam belum mampu membeli BBM non subsidi. Bahkan para tukang ojek sudah mulai berteriak karena dengan pembatasan BBM hanya 2 liter per hari akan sangat membatasi ruang gerak mereka.
Sehingga Pemko Batam khawatir, jika program itu diujicoba di sini, justru akan merusak pertumbuhan ekonomi Batam yang belakangan mulai terseok-seok. Bahkan program itu bisa mengganggu investasi asing.
Kekhawatiran dan penolakan Pemko Batam dan DPRD Batam itu sekaligus sebagai manifestasi dari kekecewaan terhadap pemerintah pusat yang terlalu lamban menyelesaikan rencana penerapan FTZ di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).
Pemerintah pusat seperti mengulur-ulur waktu penerapan FTZ. Akibatnya telah membuang peluang bagi berkembangnya perekonomian di BBK yang seharusnya bisa bersaing dengan kawasan lain di negeri tetangga, seperti Iskandar Development Region (IDR), Johor, Malaysia. Pemerintah pusat seolah lebih banyak membebani dibanding membangun perekonomian dan peradaban masyarakat.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s