Mulai Khawatir Pak Menteri?

SEBUAH pernyataan bernada melawan arus dilontarkan Menteri Kehutanan MS Kaban. Pak Menhut bilang, “KPK jangan disakralkan. Jangan dianggap sempurna, wajar-wajar saja,” ujarnya usai menghadiri milad Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PTI) yang ke-80 di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (6/5/2008), seperti dikutip situs berita detikcom.

Ya… Pak Menhut memandang “miring” sepakterjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belakangan ini semakin atraktif. Semakin giat memberangus para koruptor. Tangkap sana-tangkap sini. Menariknya, beberapa di antaranya benar-benar tertangkap basah.

Masyarakat ramai bertepuk tangan. Memuji kinerja KPK yang cukup luar biasa beraninya. Dan Pak Menhut menganggap masyarakat telah mensakralkan KPK. Memangnya KPK itu sebuah tempat keramat, dewa atau Tuhan? Sehingga harus disakralkan.

Saya kira tidak ada orang yang mensakralkan KPK, kecuali mengapresiasi upaya mereka dalam memberangus koruptor yang telah merusak negara ini. Memiskinkan dan membuat terpuruk bangsa ini di mata dunia internasional. Gara-gara korupsi, negeri tetangga Malaysia yang dulu belajar ke Indonesia, kini malah memandang remeh.

Mungkin saja Pak Menhut jengah karena belakangan ini begitu banyak kasus alih fungsi hutan menyundul ke permukaan. Bahkan, kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan dibikin tenggelam oleh ramainya pemberitaan terkait penyelewengan di bidang kehutanan. Kasus alih fungsi hutan di Bintan Buyu yang melibatkan anggota Komisi IV DPR karena menerima suap dari Sekda Bintan Azirwan. Lalu berkembang ke kasus alih fungsi hutan mangrove (bakau) di Tanjung Api-api, Sumatra Selatan. Kini kasus alih fungsi hutan Dam Baloi di Batam. Belum lagi berbagai kasus illegal logging yang tak putus-putusnya diberitakan oleh media massa di Indonesia.

Ada sinyal Pak Menhut juga bakal diperiksa terkait berbagai kasus tersebut. Lalu Pak Menhut bilang, “Jangan sakralkan KPK.”

Menurut Pak Menhut, KPK selama ini telah berjalan di luar kewenangannya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus alih fungsi hutan yang ditangani oleh KPK karena ditengarai ada indikasi korupsinya. Dalam kasus ini, KPK pun telah menahan sejumlah anggota DPR Yang diduga terlibat.

“KPK tugasnya memberantas korupsi, bukan mengurus alih fungsi hutan. Itu kewenangan pemerintah,”cetus Pak Menteri.

Pernyataan yang aneh. Saya kira, kalau memang ada indikasi korupsi, tentu sudah wewenang KPK untuk menyelidikinya. Kalau KPK tidak bertindak, lalu siapa lagi? Kejaksaan? Kepolisian? Akh…kita sama tahu, terlalu banyak kasus di-SP3 oleh kejaksaan. Bahkan BLBI yang merugikan negara triliunan rupiah saja di-SP3 oleh kejaksaan.

Apakah kepolisian? Kayaknya susah juga. Sebab belakangan polisi juga sangat direpotkan oleh berbagai tindak kejahatan konvensional. Belum lagi kasus narkoba yang tak ada habisnya. Lagipula, terlalu banyak kasus korupsi yang dilimpahkan kepolisian ke kejaksaan, malah koruptornya bebas. Yah, mereka tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hokum. Begitu kata kejaksaan.

Mendingan ditangani KPK. Tangkap sendiri, adili sendiri, dan tanpa ampun menjebloskan para koruptor ke dalam bui. Tidak bertele-tele. Dan tentu saja, sejauh ini belum ada kasus yang ditangani KPK berujung dengan keputusan dibebaskan karena tidak terbukti.

Jadi, saya usulkan agar lebih baik Pak Menhut siap-siap untuk menjawab pertanyaan KPK dengan sejujur-jujurnya ketika diperiksa. Kenapa musti khawatir kalau merasa tidak melakukan korupsi atau membuat keputusan yang mengandung tanda tanya….. santai aja Pak. Semua orang tahu, kalau memang Bapak tidak salah, pasti tidak akan dijebloskan ke bui. Toh KPK tak mungkin berani menjebloskan orang benar ke dalam bui. Nanti mereka bisa kualat….. gitu aja kok repot….. :))

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s