Belajar dari Gempa Cina

* MARI TELITI ULANG GEDUNG SEKOLAH KITA

Korban Gempa Cina PARA pejabat pendidikan dan pekerjaan umum di Cina berjanji akan menyelidiki  penyebab terlalu banyaknya gedung sekolah yang roboh akibat gempa 7,8  skala Richter (SR) yang mengguncang Provinsi Sichuan, Cina, Senin (12/5/2008) lalu.

Mereka mencurigai rapuhnya gedung-gedung sekolah akibat konstruksi dan kualitas bangunan yang tidak memadai sehingga mudah runtuh saat diguncang gempa. Pemerintah Cina akan menyelidiki mengapa banyak gedung sekolah yang runtuh dan berjanji akan menghukum siapa pun yang bertanggung jawab atas pembangunan gedung-gedung itu.

Penyelidikan itu dilakukan guna menjawab kemarahan warga. Karena di tengah upaya pencarian dan penyelamatan korban, tercetus pertanyaan, mengapa terlalu banyak gedung sekolah yang runtuh.

Akibatnya ribuan anak sekolah dan guru tewas tertimpa gedung saat proses belajar mengajar berlangsung. Apalagi sebagian besar dari 19.509 korban yang ditemukan di dalam kelas yang runtuh merupakan anak-anak.Gempa Cina

Jika mengacu pada prinsip mitigasi bencana dan early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini terhadap bencana, semestinya jumlah korban bisa ditekan apabila kualitas bangunannya memenuhi standar konstruksi yang baik.  Maka bisa diduga,  rendahnya kualitas bangunan dan buruknya konstruksi telah menjadi penyumbang semakin banyaknya korban jiwa akibat gempa.

Kiranya kita di Indonesia belajar dari peristiwa mengenaskan itu. Sangat banyak bangunan sekolah di negeri kita (Indonesia) diduga tak memenuhi standar kualitas. Satu di antara penyebabnya adalah tindakan kontraktor yang sengaja mengurangi kualitas bangunan untuk meraup untung lebih besar.

Tentu kejahatan itu telah terjadi sejak proses tender proyek. Seringkali kita mendengar kontraktor bermain mata dengan pimpinan proyek dan konsultan pengawas. Secara berjamaah mereka menyunat ongkos pembangunan sebuah gedung fasilitas publik untuk kepentingan mereka dan mengorbankan kualitas bangunan.

Gempa Cina Pada akhirnya, ketika terjadi gempa sebagaimana di Cina, akan ada banyak korban tewas tertimpa gedung. Bila hal itu terjadi ketika anak-anak kita sedang dalam proses belajar di dalam kelas, maka bisa dipastikan tubuh mereka akan remuk tertimpa reruntuhan.

Sangat dibutuhkan kemauan yang benar-benar baik dan tanggung jawab penuh dari kita semua untuk mencegah mimpi buruk itu terjadi di Indonesia. Baik itu pemerintah (dalam hal ini departemen yang bertanggungjawab), pengusaha konstruksi, pejabat publik (termasuk DPR/DPRD), untuk tidak mengabaikan kualitas bangunan yang akhirnya mengorbankan anak-anak kita sendiri.

Tidak saja gedung-gedung sekolah yang sedang dan akan dibangun. Gedung-gedung sekolah yang sudahGempa Cina dibangun pun perlu diteliti ulang untuk mengukur seberapa baik kualitasnya. Saya pribadi sangat percaya bahwa ada banyak sekali gedung di negeri ini yang tidak sesuai bestek. Termasuk kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas publik lainnya hingga hunian-hunian yang dibangun oleh developer perumahan. Sudah saatnya kita menghasilkan bangunan yang mengutamakan kualitas, bukan sekadar mengejar keuntungan.

Harapan kami sebagai rakyat biasa, jangan sampai budaya korupsi yang sudah berurat-berakar di negeri ini, tidak saja menciptakan bencana kemiskinan, tapi juga menimbulkan korban jiwa. Merampas nyawa anak-anak kita, bahkan nyawa kita sendiri. Belajarlah dari Cina. Sebab dalam perspektif bencana, kita kenal ungkapan, “Bencana berikut terjadi karena bencana sebelumnya terlupakan.” Jangan sekali-kali kita melupakan, apalagi mengabaikan hal itu.(*)

Iklan

8 thoughts on “Belajar dari Gempa Cina”

  1. Apakah gempa itu hanya fenomena alam saja?
    Siapa yang menyebabkan terjadinya gempa?
    Sebagus apapun gedung, secanggih apapun teknologi, maka tak akan ada yang mampu mengalahkan Allah sang maha besar..!!
    Solusi agar kita tidak terkena gempa adalah dengan bertaubat, kembali KepadaNya, menjalankan perintahNya, dan menjauhi laranganNya.

    Suka

  2. seandainya artikel ini ditulis di koran atau dipublikasikan dengan iklan…
    agar para petinggi negara dapat mengantisipasi hal ini..

    Suka

  3. betul banget mas…..
    ketika saya dan realwan SPACE COM melakukan program mitigasi bencana di bengkulu, kami khawatir ketika melakukan pelatihan untuk anak2. karena dalam pelatihan kami, salah satu yang kami ajarkan adalah anak2 harus berlindung di bawah meja ketika terjadi gempa. masalahnya adalah, mejanya aja udah reyot, gmn mo jadi tempat berlindung!!!
    dukung program sekolah tanggap bencana kami ya….bisa dilihat di http://www.spacecom.multiply.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s