Hari Kebangkrutan Nasional

Perayaan Harkitnas di Gelora Bung Karno, JakartaSELASA 20 Mei 2008, bangsa Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas. Perayaan tahun ini begitu meriah karena pas 100 tahun berdirinya Boedi Oetomo yang dimotori Dr Soetomo, Dr Wahidin Soedirohoesodo, Dr Goenawan, dan Soewardi Soerjoningrat yang dicetuskan pada 20 Mei 1908.

Gerakan seabad silam menjadi inspirasi bangkitnya kesadaran mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa melawan penjajahan selama berabad-abad oleh bangsa asing. Apalagi, sebuah kebetulan bahwa Harkitnas bersamaan dengan 10 tahun gerakan reformasi oleh mahasiswa pada Mei 1998 silam.

Tapi hanya peringatan Harkitnas yang digelar cukup meriah, terutama acara peringatan yang berlangsung cukup spektakuler di Jakarta. Gelora Bung Karno dipenuhi sedikitnya 30 ribu orang yang dengan sukacita dan penuh semangat menyaksikan berbagai atraksi spektakuler yang ditunjukkan oleh berbagai unsur. Pada kesempatan itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan slogan baru berbunyi “Indonesia Bisa”.

Ada hal yang kontras terjadi bersamaan dengan perayaan meriah itu. Di berbagai wilayah negeri ini muncul berbagai aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bahkan pada hari yang sama, ribuan warga menyerbu istana presiden dengan bunyi tuntutanDemo Tolak kenaikan BBM senada.

Demonstrasi terus berlangsung di istana hingga Rabu kemarin. Sejumlah demonstran ditangkap aparat lantaran aksi menjurus anarkis, karena diwarnai pelemparan bom molotov, entah oleh siapa.

Menarik karena setelah seabad kebangkitan nasional dan 10 tahun reformasi bergulir, namun perubahan yang diharapkan seluruh rakyat di negeri ini masih seperti mimpi yang tak kunjung jadi kenyataan. Justru pada 10 tahun silam, Indonesia mengalami krisis ekonomi dan berlanjut jadi krisis multidimensi yang membuat Indonesia nyaris bangkrut. Dampaknya masih dirasakan hingga sekarang.

Artinya, 20 Mei kemarin sekaligus sebagai “hari kebangkrutan nasional” ke-10 yang tak perlu dirayakan. Bukankah kegagalan memang tak perlu dirayakan? Sehingga kurang pas bila bangsa ini menggelar perayaan yang meriah ketika belum bisa bangkit dari keterpurukan.

Karena di saat yang sama, pemerintah harus menaikkan harga BBM lantaran keuangan negara tidak cukup lagi untuk mensubsidi rakyat tidak mampu. Artinya negara ini sudah semakin terpuruk dan akan membuat rakyat semakin terpuruk lagi. Mereka yang miskin akan semakin melarat dan mereka yang pas-pasan akan menjadi miskin.

Jeriken minyak tanah Ironis karena kita justru menggelar sebuah perayaan meriah di saat kesulitan ekonomi membelit sebagian rakyat di negeri ini. Akan lebih pantas bila kita menggelar sebuah perayaan meriah ketika (setidaknya) sebagian besar rakyat di negeri ini tidak lagi hidup di bawah garis kemiskinan.

Menjadi pertanyaan bersama, apa yang sudah kita capai setelah 100 tahun bangkit? Atau apa yang sudah kita capai setelah 10 tahun reformasi bergulir? Pelanggaran hak azasi manusia (HAM) seperti kasus-kasus Mei 98, hingga kini belum tuntas. Para aktivis yang hilang setelah diculik tak tahu di mana rimbanya. Kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tak kunjung tuntas dan malah kasusnya ditutup karena Kejaksaan menilai tidak ada bukti pelanggaran hukum, serta masih banyak lagi persoalan lain.

Setelah 100 tahun kebangkitan nasional dan 10 tahun reformasi, korupsi justru semakin menggila. Bahkan kian merata dari pusat sampai daerah dan dilakukan oleh lebih banyak lembaga. Korupsi sudah bukan monopoli eksekutif dan judikatif saja. Kini, perwakilan rakyat di parlemen justru disinyalir sebagai sarang koruptor. Ada yang terlibat kasus suap, terima dana dari Bank Indonesia, dan sebagainya. Lantas apa yang bisa dibanggakan dari seabad kebangkitan nasional? Tanya kenapa…??? (*)

Iklan

4 thoughts on “Hari Kebangkrutan Nasional”

  1. Salam kenal…. mampir-mampir ke blog saya….

    Halo Bung Satria.. salam kenal juga…tapi kayaknya sesekali kita pernah sua di lapangan…. Batam kurang luas soalnya...:D

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s