Umumkan Hari Jumat Lebih Aman

Demo mahasiswa di Jakarta, menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBMKABARNYA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (23/5/2008). Bisa jadi benar. Sebab, Rabu kemarin Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah “buka rahasia” mengenai persentasi kenaikan harga BBM, yakni sebesar 28,7 persen.

Pilihan mengumumkan kenaikan harga BBM pada hari Jumat cenderung lebih aman dari berbagai “gangguan”. Diharapkan tekanan dari demonstran lebih kecil dibandingkan apabila pengumuman itu dilakukan pada Minggu hingga Kamis. Dengan pengumuman pada hari Jumat, berarti ada waktu dua hari, Sabtu dan Minggu, dimana kebanyakan masyarakat Indonesia sedang beristirahat dan memilih menikmati akhir pekannya dalam suasana lebih rileks.

Jurus pengumuman hari Jumat ini pernah diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla, beberapa waktu lalu. Kalla sudah pernah membuka rahasia ini, yakni mengapa pada tahun 2005 lalu pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada hari Jumat. Menurut Kalla, pada hari Jumat umat Islam menunaikan ibadah salat Jumat. Mayoritas orang Indonesia adalah penganut Islam. Sehingga orang lebih mementingkan salat Jumat dibanding menggelar demonstrasi. Usai salat, waktu sudah terlalu siang untuk melakukan konsolidasi guna menggelar demonstrasi.

Besoknya hari Sabtu. Orang ingin menikmati akhir pekan sehingga meninggalkan rutinitasnya. Sebagian besar orang cenderung malas ikut demonstrasi di hari Sabtu. Besoknya lagi hari Minggu. Bagi penganut agama Kristen akan ke gereja. Sedangkan yang lainnya memilih istirahat, berkumpul bersama keluarga atau pergi tamasya. Sehingga peserta demonstrasi di hari Minggu juga sepi. Bentrok polisi dan mahasiswa saat demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM di Jakarta

Lagipula kalangan wartawan juga lebih santai pada hari Sabtu dan Minggu. Sehingga beritanya paling-paling disampaikan yang penting-penting saja. Tidak di-blow up habis-habisan. Selain lebih santai, narasumber yang bisa dihubungi juga terbatas. Sehingga komentar dari para pengamat dan masyarakat juga lebih sedikit. Kondisi ini membuat pemerintah juga bisa lebih aman terhadap tekanan pers. Ini juga sebuah keuntungan.

Nah, jika masyarakat akan menggelar demo, maka akan dilakukan pada Senin. Namun di hari pertama masuk kerja ini, kebanyakan orang sibuk dengan berbagai urusan. Kerjaan di kantor sudah menanti, bisnis harus dijalankan, kuliah, sekolah, dan aktivitas rutin lainnya. Lagipula, setelah melewati dua hari, tensi emosi orang sudah mulai mereda. Yah, grafiknya mulai bergerak turun. Sehingga selain belum banyak orang punya waktu luang untuk ikut demonstrasi, semangat untuk ikut demo juga sudah menurun. Tidak berapi-api lagi.

Menuju Selasa, semangat itu akan semakin menurun. Akibatnya, hanya ada sedikit orang yang akan ikut demonstrasi. Padahal, demonstrasi akan sangat bertenaga kalau diikuti oleh massa yang besar, ribuan orang atau bahkan ratusan ribu orang.

Kira-kira begitulah rahasianya mengapa pemerintah memutuskan untuk mengumumkan kenaikan harga BBM pada hari Jumat. :))

Jadi, bagi Anda (pemimpin) yang hendak membuat keputusan penting dan rasa-rasanya bakal menuai banyak protes, keluarkan saja keputusannya pada hari Jumat. Cenderung lebih aman. Jangan lakukan di hari Senin, karena bisa-bisa Anda kena demo seminggu penuh. Malahan tensinya akan terus naik, makin menuai banyak dukungan dan akhirnya Anda dibikin terpojok. Wapres kita memang cerdas untuk taktik-taktik semacam ini. Salut deh….:)) (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s