Desi: Foto Mesra Itu Bukan Aku

DESI Vidyawati (30), membantah foto mesra perempuan muda dengan Max Moein adalah dirinya. Bantahan Desi disampaikan oleh Sri Nurherwati, Koordinator Layanan Hukum Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK), yang dipercaya menangani kasus pelecehan seksual oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR, Max Moein.

Bantahan itu disampaikan saat jumpa pers kantor Komnas Perempuan, Jl Latuharhary, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2008). Namun, melalui LBH APIK, Desi membenarkan bahwa dirinya benar-benar mengalami pelecehan oleh Max Moein.

Lantas siapa perempuan yang berpose mesra dengan Max Moein? Sri mengatakan dirinya juga tidak tahu. “Saya juga nggak tahu. Saya justru tahunya dari media. Dan karena itu bukan Mbak Desi, jadi perlu diklarifikasi. Apalagi berita yang berkembang sangat luar biasa. Maka dari itu, kami menyatakan bahwa yang ada dalam foto itu bukanlah mitra kami” tegas Sri.

Menurut Sri, dirinya sudah menanyakan mengenai foto tersebut kepada Desi, dan Desi menyatakan tidak tahu siapa perempuan itu. “Mbak Desi tidak mengenal siapa yang ada di foto itu. Mbak Desi itu bekerja sebagai sekretaris Max Moein di DPR sekitar tahun 2005 sampai 2006. Sebelum dan sesudahnya, ada juga kan yang jadi asisten pribadinya (Max Moein),” ujar Sri.

Selain dilecehkan, Desi juga dipecat oleh Max Moein dengan tuduhan mencuri laptop dan printer. Sementara menurut pengakuan Desi, barang-barang itu memang masih berada padanya, namun dia tidak mencuri.

Menurut Sri, Desi tidak tahan dilecehkan sehingga mengadukan kepada keluargannya. Kemudian kasus pelecehan itu diadukan ke Badan Kehormatan DPR (BK-DPR). Karena itulah dirinya dipecat.

Desi hadir dalam jumpa pers tersebut, namun tak berkata sepatah kata pun. Ia hanya diam. Terlihat airmatanya meleleh di kedua pipinya.

Dalam jumpa pers itu terungkap bahwa Desi direkrut oleh Max Moein sebagai sekretaris pribadi hanya melalui pesan pendek (SMS) telepon seluler. Ia digaji RP 1,5 juta sebulan. Ketika itu Max menjabat sebagai Ketua Pansus kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Menurut Sri, LBH APIK sudah dua kali melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialami Desi ke BK DPR, namun tidak ditanggapi. Laporan pertama tertanggal 22 Agustus 2007 dan kedua 29 November 2007.

Sehingga kini LBH APIK sedang mengumpulkan bukti-bukti tambahan, selain laporan dari saksi korban. Sri juga mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Ketua DPR Agung Laksono untuk mendesak BK DPR segera mengusut kasus yang menimpa kliennya.(persda network/ had)

Iklan

13 thoughts on “Desi: Foto Mesra Itu Bukan Aku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s