KPK Bongkar Sarang Koruptor dan Suap

* Gerebek KPU Bea & Cukai Tanjung Priok
* Sita Uang Tunai dan Bukti Suap Senilai Rp 500 Juta

SATU lagi sarang gerombolan koruptor, pemeras, dan penerima suap berhasil diobrak-abrik tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini giliran Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jalan Pelabuhan II, Jakarta Utara.

Penggeledahan yang dilakukan KPK selama 8 jam, Jumat (30/5/2008), berhasil menyita hasil suap senilai Rp 500 juta! Itulah uang hasil pungli dan suap di kantor tersebut.
Penyidik KPK yang berjumlah 25 orang , membawa 5 kardus berisi berkas-berkas dokumen sitaan yang merupakan bukti-bukti dugaan suap pegawai Bea dan Cukai dari kantor tersebut.

“Seharian itu dari Jumat pukul 15.00 WIB sampai Sabtu pukul 01.00 WIB ya dapat Rp 500 juta. Itu amplop dari berbagai macam perusahaan,” ujar Wakil Ketua KPK M Jasin kepada detikcom, Sabtu (31/5/2008).

Jumlah Rp 500 juta itu, imbuh dia, selain dalam bentuk mata uang rupiah, juga ada dalam bentuk mata uang asing seperti dolar AS, dolar Australia, dan dolar Singapura. “Ada yang satu gepok itu Rp 9 juta, ada yang Rp 15 juta. Ada yang di mobil kita dapatkan US$ 1.000 dan uang Rp 25 juta yang totalnya itu Rp 50 juta,” beber M Jasin.

Banyak juga hasil dugaan suap yang ditemukan dalam bentuk dokumen penerimaan transfer, cek, dan banyak amplop bertuliskan ditujukan kepada pejabat Bea Cukai. Selain dalam bentuk uang, cek, dokumen transfer, dan amplop tidak ada barang non-cash atau non-natura sebagai bentuk suap yang ditemukan KPK. “Nggak ada. Kalau bukan uang itu soalnya berat, karena berupa barang,” ujar Jasin.

Tampak bahwa para pegawai dan pejabat di KPU Bea Cukai Tanjung Priok sudah terbiasa dengan perilaku korupsi dan menerima suap. Mereka menyembunyikan hasil suap di berbagai tempat. Lembaran uang tersebar mulai dari lemari file, kaus kaki hingga mobil!

“Ada yang di bawah meja, ada yang di kaus kaki. Ada yang disimpan di lemari pendek dari seng,” beber M Jasin.

Juga terbukti bahwa perilaku menerima suap di BC sudah terorganisir dengan baik dan rapi. Bahkan ada koordinator penerima suap. Itu diketahui setelah KPK menggeledah lantai dasar untuk jalur hijau (pemeriksaan barang tidak berbahaya) dan lantai 4 untuk jalur merah (pemeriksaan barang berbahaya). “Masing-masing lantai ada koordinatornya untuk menerima suap itu,” tutur Jasin.

Walah…walah…. Tampaknya struktur di BC selama ini masih kurang lengkap. Perlu tambahan Kepala Bagian atau Kepala Seksi khusus untuk menerima suap. Namanya bisa “Kabag Terima Suap“ atau “Kasi Terima Suap“.

Terus, kayaknya perlu juga pintu masuk khusus di kantor BC. Namanya “Pintu Masuk Suap“. Sebab, saat penggeledahan kemarin, KPK juga berhasil menggeledah 5 mobil pegawai Bea Cukai yang berperan menjadi koordinator atau pintu masuk suap.

“Di beberapa mobil kita dapatkan ada yang 1.000 dolar AS dan Rp 25 juta. Totalnya kalau yang di mobil sekitar Rp 50 juta,” ujar M Jasin.

Uang yang ditemukan ada yang satu gepok bernilai Rp 9 juta, Rp 15 juta, juga beberapa dokumen penerimaan transfer, dan cek. Barang bukti dugaan suap yang ditemukan KPK bernilai total Rp 500 juta.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s