Masyarakat Pantas Marah Terhadap Bea Cukai

LOGO KPK & Bea CukaiMASYARAKATt Indonesia diwajibkan marah besar terhadap Bea dan Cukai setelah mengetahui hasil penggeledahan yang dilakukan oleh aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jalan Pelabuhan II, Jakarta Utara, Jumat (30/5/2008).

Memang tidak semua pegawai Bea dan Cukai berlaku seperti itu. Namun melihat cara kerja di BC Tanjung Priok, tampak sekali bahwa mereka sudah terbiasa seperti itu. Artinya sudah sangat lama terjadi dan telah menjadi hal biasa bagi mereka.

Buktinya sudah ada Koordinatornya segala. Ini kan luar biasa namanya. Yakinlah bahwa pada kantor Bea Cukai lainnya di berbagai daerah lainnya juga seperti itu. KPK musti bongkar seluruhnya. Pola menyamar yang telah diterapkan di BC Tanjung Priok bisa diterapkan kembali. Mungkin sekarang mereka sedang tiarap. Tapi tunggulah beberapa waktu ke depan, pasti akan kembali marak.

Bayangkan berapa besar kerugian yang diderita negara akibat perbuatan mereka itu. Begitu banyak barang selundupan masuk Indonesia dan merusak pasar di dalam negeri. Pengusaha dalam negeri berteriak karena tak sanggup bersaing dengan barang selundupan yang harganya jauh lebih murah. Rupanya barang-barang selundupan itu leluasa masuk Indonesia karena petugas BC sudah menerima suap.

Pantas saja mobil pun bisa diselundupkan via Pelabuhan Tanjung Priok, maupun pelabuhan lainnya di Indonesia (termasuk Batam).

Sebab mereka sangat menyadari bahwa pintu masuk penyelundupan paling aman ya di pelabuhan resmi, bukan pelabuhan tikus yang selama ini digembar-gemborkan para petugas Bea dan Cukai. Mereka rajin beroperasi di laut siang malam hanya untuk menangkap para kroco. Sementara penyelundup besar (dan elit), malah memasukkan barang selundupan lewat jalur resmi.

Memang ada juga yang lewat pelabuhan tikus, tapi bisa jadi jauh lebih kecil dibanding yang lewat pelabuhan resmi.

Menurut saya, hukum orang-orang BC itu seberat-beratnya. Penjarakan selama 50 tahun, atau kalau perlu seumur hidup (maksudnya sampai mati di bui) supaya yang lain takut berbuat curang. Ulah mereka itu membuat masyarakat susah setengah mati, sementara mereka kaya raya, bergelimang harta.

Para petugas BC yang beroperasi di laut pernah terlibat tawar-menawar dengan penyelundup di tengah laut. Penyelundup menawarkan Rp 35 juta, namun petugas BC minta lebih besar lagi. Akhirnya tawar-menawar itu tak menemui kesepakatan, buntu. Maka para penyelundup itupun ditangkap dan dijebloskan ke tahanan. Tentu saja hal ini dibantah oleh petugas BC.

Halo saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang kini mengabdi di Bea dan Cukai. Kami rakyat Indonesia memohon kepada kalian, taatital kode etik lembaga kalian demi kemakmuran negara kita. Sekali lagi…kami mohon…!!!!

* Lima Komitmen Harian Bea dan Cukai:

1. Tingkatkan pelayanan.
2. Tingkatkan transparansi keadilan dan konsistensi.
3. Pastikan pengguna jasa bekerja sesuai ketentuan.
4. Hentikan perdagangan illegal.
5. Tingkatkan integritas.

* Beberapa Point (Paling Penting) Kode Etik Pegawai Bea Cukai

*  Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian, kesadaran dan    tanggung jawab.
*  Menghindari diri untuk melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat negara,     pemerintah atau pegawai negeri sipil.
*  Menghindari penyalahgunaan wewenangnya.
* Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara.

Dan ketika kita membuka situs Bea & Cukai, terdapat animasi banner bertuliskan: “DJBC Bersih Tanpa Suap“. (Jangan sampai ini hanya slogan kosong belaka).

Ada satu kode etik yang menarik, yakni “Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang.“ Hmmm…jangan sampai termasuk dalam menerima suap untuk dialirkan ke atasannya. Mirip gurita itu… ujung jari kecil, tapi makin ke atas makin besar dan ukuran kepalanya sangat besar. Artinya, sang atasan justru menerima lebih besar dari para anak buahnya di lapangan.

Inilah Hasil Penggerebekan KPK di BC Tanjung Priok, Jakarta:

• Mereka sembunyikan uang di lemari file, kaus kaki, mobil. Uangnya dalam bentuk rupiah, dolar AS, dolar Australia, dan dolar Singapura. Ada yang satu gepok Rp 9 juta, Rp 15 juta, Rp 25 juta, dan US$ 1.000.(*)

Iklan

23 thoughts on “Masyarakat Pantas Marah Terhadap Bea Cukai”

  1. Menurut pendapat saya, Tugas bea cukai amatlah mulia, bayangkan siang dan malam petugas bea cukai menjaga masuknya barang2 terlarang (narkoba, selundupan, dll) yg dapat merusak generasi muda termasuk adik, kakak, dan saudara2 kita semua. Sedangkan kita tengah tertidur pulas dimalam hari. Petugas bea cukai selalu siap siaga di bandara, pelabuhan international, demi untuk menyelamatkan generasi penerus Bangsa Indonesia yg tercinta ini. Jadi bijaksanalah jangan hanya melihat tindakan segelintir oknum bea cukai yang jelek2 (KKN, korupsi, dll) tetapi sy sangat yakin, masih amat banyak saudara2 kita sbg petugas/pejabat bea cukai yg bekerja dengan jujur, amanah, transparan, profesional, serta berintegritas, buktinya anggaran belanja negara yg salah satunya bersumber dari penerimaan bea masuk, bea keluar masih selalu diatas target. Terima kasih para petugas/pejabat bea cukai, semoga semakin transparan dan berintegritas. Salam dari masyarakat kecil ini.

    Suka

  2. Info dari DJBC Kudus:
    Diberitahukan bahwa kami yang pernah menjadi Pelapor Kasus ASUSILA ato ETIKA Pegawai (2010-2011) BC Kudus, yaitu seorang peg BC Kds berinisial VNW telah Selingkuh dgn Wanita (Bersuami & Beranak (3)) dgn cara Magic/Guna-2, ternyata hinga kini tidak ada Respon.Tindakan Hukum yg berlaku di Per-Undang-Undangan yg telah dibuat oleh Pejabat Berwenang BC sendiri.
    Maaf apakah karena Kasus yg kami Laporkan hanya bersifat :
    1. Kode Etik (Non Kriminal) sehinga mudah untuk dibekukan
    2. Apakah ter-Lapor seorang Pejabat (Kebal Hukum)
    3. Apakah ter-Lapor seorang Berpangkat lebih tinggi dari pada orang-2 yg duduk pada Tim Internal Kepatuhan,
    4. Atau unsur KKN/Suap masih berlaku di DJBC Kds.
    sehingga tidak punya keberanian untuk mengungkap,apalagi menindak lajuti ketingkat hukum.
    Semoga info ini menjadi pelajaran bagi Pejabat Berwenang BC dan Kroni-2nya BC, bahwa Kebudayaan Korupsi/Suap dlsb masih berakar subur dilingkungan DJBC ….

    Suka

  3. untuk yg nanya di atas, yg ane tau ni, sebenarnya untuk melakukan penggeledahan, perlu ada’y pemilik barang dan 2 saksi.

    biasanya kalo barang pos ya, saksi dari kantor pos sendiri.
    anda bisa nanyain ke petugas pos ama pejabat BC yg ngurus barang itu aja, kan harusnya ada LHP’y.
    gitu..:D

    Suka

  4. #

    beberapa waktu lalu saya membeli paket software dari luar. seperti biasa kardus sudah tampak pernah dibuka. klo masalah buka kardus tidak masalah bagi saya karena hanya software ..namun yang saya sangat merasa kecewa ternyata ada barang yang hilang yaitu sebuah card license(semacam kartu GSM) untuk aktivasi produk yang saya beli, setelah saya hubungi kembali penjualnya, mereka mengatakan bahwa license card sudah ada dalam satu paket pembelian, kalau menurut bapak. apakah bisa saya menghubungi pihak bea cukai untuk mengurus card lisence saya yang hilang, karena tanpa card license software teresbut tidak bisa saya pakai, dan hanya ada satu card license untuk setiap satu pembelian. mohon saranya

    Suka

  5. itu benar….
    saya yakin kedepannya.. BeaCukai, akan lebih baik lagi….

    jangan terlalu sok tahu, kalau belum punya pengetahuan yang mapan,,,

    Suka

  6. Gini genk,,, kalian jangan cuman ngomong aja…. kalian lum tahu bea cukai itu gimana n bagaimana! ngak usah jelek2in bea cukai

    emang kalian dah suci banget apa????
    Emang kalian tahu uu kepabeanan, uu cukai???? makanya jangan belagu!!!

    TOng kosong nyaring bunyinya! kalian hina2 n kutuk bea cukai karena kalian tidak ketrima di stan jurusan bea cukai dulunya ya??? ato karena ngak terima lamaranya di bea cukai???

    Andaikan kalian kerja di bea cukai tentu tangan kalian ngak mampu mengatakan seperti itu

    Suka

  7. ya ya ya kadang 2 jadi petugas tapi juga punya pyoyek(kantor diluaran) jadi yajadi pengusaha dan penguasa gitu aja kok bingung.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s