Mereka Dipaksa Makan Perut Ikan Mentah

* Dua Bocah Malang Disiksa Kakak Tiri

Korban KDRTSUNGGUH malang nasib dua bocah lelaki ini. Suprianto (14) dan Deki (12), harus hidup menderita. Hampir setiap hari mereka mengalami penyiksaan oleh kakak tiri mereka. Dipukul bahkan ditendangi sampai babak belur.

Penderitaan itu harus dijalani kakak beradik tersebut setelah ibu kandung mereka, Jamilah, meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ayah mereka, Sumitro (53), menikah lagi untuk ketiga kalinya dan tinggal bersama istri ketiganya di Bengkong Laut.

Sang ayah menitipkan Suprianto dan Deki kepada Rini (26), anak perempuannya dari istri pertama, yang tinggal di Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang, Batam. Rini sudah bersuami dan memiliki dua orang anak. Seorang adik Rini bernama Yadi (16), juga tinggal di rumah itu.

Awalnya Suprianto dan Deki memperoleh perlakuan manis dari kedua kakak tiri dan suaminya. Namun lama-kelamaan mereka senantiasa menjadi pelampiasan kemarahan sang kakak. Mereka sering disiksa hanya gara-gara kesalahan kecil.

Lantaran tak tahan lagi, kedua bocah itu pun memilih kabur. Siksaan terakhir mereka alami pada Sabtu ( 31/5/2008 ) sekitar pukul 02.00 dinihari WIB.

Setelah memukul dan menendang kedua bocah itu, Rini dan Yadi menyuruh mereka tidur di kamar. Merasa kedua kakaknya sudah terlelap, Suprianto dan Deki pun kabur dengan cara melompat dari jendela. Mereka langsung melaporkan penyiksaan itu ke Polsekta Batu Ampar.

Dari sana, kedua bocah dibawa ke Rumah Sakit Budi Kemulian (RSBK) untuk mendapat perawatan. Ditemui di RSBK, Suprianto menuturkan, dia dan adiknya disuruh memijat Rini. Hanya gara-gara pijatannya dianggap kurang keras, Rini melaporkan hal itu kepada Yadi.

Yadi marah lalu dia bersama Rini memukul dan menendang kedua adik tirinya itu. Akibatnya, Deki mengalami luka dan memar pada bagian wajah dan kedua tangannya. Mata kedua bocah itu membengkak dan nyaris tertutup.

“Saya tak tahan lagi. Makanya saya dan Deki lari dari rumah neraka itu lewat jendela saat mereka semua masih tidur,”ujar Suprianto di RSBK, Minggu ( 1/6/2008 ).

Suprianto menuturkan, saat melakukan penyiksaan itu, Yadi menyetel tape recorder dengan volume kencang agar perlakuan mereka tak terdengar tetangga.”Mereka juga mengancam kami untuk tidak teriak,”tutur Suprianto dengan mata berkaca-kaca.

Remaja yang terpaksa putus sekolah dari SDN 003 Bengkong itu menuturkan, dia dan adiknya pernah kabur ke rumah ayah mereka di Bengkong Laut dan telah melaporkan perlakuan kasar kedua kakak tirinya. Namun sang ayah menyuruh mereka kembali lagi ke rumah kakaknya setelah mendengar bujuk rayu Rini dan Yadi.

Suprianto menuturkan bahwa hampir setiap hari mereka disiksa. Tak hanya oleh Rini dan Yadi, tapi juga dari suami Rini. Pernah suatu kali, gara-gara dua bocah itu terlambat pulang dari sekolah, sang kakak tiri langsung menghajar dan menyiksa mereka.

“Hanya gara-gara saya dan Deki telat pulang, kami dikasih makan cabe dan isi perut ikan mentah. Lalu mereka tertawa-tawa melihat kami berdua muntah-muntah. Kayaknya mereka bertiga memang senang menyiksa orang,”ujar Suprianto.

Kanit Reskrim Polsekta Batu Ampar, Ipda Gunarto mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.(yahya)

Iklan

7 thoughts on “Mereka Dipaksa Makan Perut Ikan Mentah”

  1. buat akmal hasan…komentar nya kok enteng bgt seh> sudah jelas2 si rini dan yadi ini orang2 biadabbb…tidak plu pake penyelesaian secara kekeluargaan … seret aja ke pengadilan dan jebloskan ke penjara… terapkan UU perlindungan anak dan KDRT!!
    anda baru bisa merasakan klu anda sendiri jadi pihak korbanya! anak anda atau mkn cucu anda sendiri yg mengalami nasib spti itu..>
    ‘disuruh makn cabe dan isi perut ikan mentah]
    bnr2 melebihi binatang….>

    Suka

  2. Mungkin figur ayah sebagai pelindung kurang berfungsi di sini, belum lagi pengawasan yang mungkin kurang dari pergaulan anak-anak beda ibu itu. Semoga kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s