Desi Masih Perawan Saat Jadi Sekretaris Max

* Bawa Bukti Satu Dus ke BK DPR

DESI Vridiyanti (30), menegaskan bahwa dirinya benar-benar telah mengalami pelecehan seksual oleh anggotaDesi menghadap BK DPR DPR Max Moein. Dia bahkan mengungkapkan bahwa akibat pelecehan seksual itu, dirinya mengalami kehilangan masa depan yang sangat tidak bisa digantikan dengan apapun.

“Saya jelaskan, pada saat saya kerja dengan bapak (Max Moein), saya masih perawan,”ungkap Desi kepada wartawan usai diperiksa selama 3 jam oleh Badan Kehormatan (BK) DPR, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (5/6/2008).

Desi menghadap BK DPR didampingi lima anggota LBH APIK, di antaranya Sri Hernawati. Mereka tiba di Gedung DPR sekitar pukul 13.00 WIB.

Mengenakan kacamata hitam dan syal, Desi yang didampingi anggota LBH APIK membawa barang bukti dalam sebuah dus besar. Juga sebuah kantong plastik ukuran besar. Usai pertemuan dengan BK DPR, Desi terlihat lesu. Ia tak kuasa menahan airmata.

Saat memberikan penjelasan kepada para wartawan yang sudah menunggunya hampir sekitar 4 jam sejak pukul 13.00 WIB, Desi, sesekali terisak, tanpa merasa canggung mengakui dirinya masih perawan saat dia mendapat perlakuan tak senonoh oleh mantan atasannya, Max Moein.

“Saya sudah bercerita banyak apa yang terjadi terhadap diri saya secara detil serta bukti yang saya punya. Saya tidak mencari siapa salah, siapa benar, siapa kalah, siapa menang. Saya hanya mencari keadilan saja. Kini, saya hanya tinggal menunggu sikap dari BK tentang masalah saya ini,” ujar Desi.

“Saya ceritakan kenapa itu terjadi, alasan seperti apa, awalnya seperti apa serta kekerasan apa yang saya alami kepada BK. Iya, kekerasan seksual. Sampai sejauh mana kekerasan seksual yang dialami, bagi saya itu suatu kehilangan masa depan yang tidak bisa digantikan oleh apapun,” kata Desi lagi.

Perempuan mungil berparas cantik itu sempat terdiam. Ketika wartawan bertanya, apakah saat dirinya mengalami pelecehan seksual oleh Max Moein masih dalam kondisi perawan? Desi sempat menengok ke arah pengacaranya, Sri Hernawati. Kemudian, dengan nada suara pelan, Desi mengiyakan.

“Saat kerja dengan Bapak (Max Moein), saya masih perawan. Saya masih perawan saat kejadian itu. Kejadiannya (pelecehan seksual) selalu terjadi bertahap-bertahap dan sudah saya jelaskan kepada BK DPR. Barang buktinya juga ada. Juga saksi dan keterangan medis dari dokter. Saya ke dokter setelah kejadian,” beber Desi.

Lantas mengapa tidak segera lapor polisi ketika mengalami kekerasan seksual? “Ada proses untuk itu. Saya harus menjelaskan kepada kedua orangtua saya, keluarga saya. Dan saya harus menjaga kehormatan Bapak (Max Moein) sebagai anggota Dewan yang terhormat. Saya juga mendapat ancaman, tekanan serta berbagai macam intimidasi. Sudah saya perlihatkan kepada Badan Kehormatan sebagai bukti,” papar Desi.

Apakah tidak lapor polisi karena mereka melakukan hubungan badan atas dasar suka sama suka saat itu? “Ada ancaman. Ya, sudahlah… seperti itu. Saya sudah jelaskan kepada Badan Kehormatan,” jawab Desi.

Apakah Anda (Desi) pernah hamil saat mendapat pelecehan seksual oleh Max Moein? “Tidak,” tegas Desi.

Desi juga membantah dirinya telah menggelapkan 9 unit mobil rental dan mencuri laptop. “Itu semua tidak benar dan barangnya (laptop) sudah saya perlihatkan kepada BK. Kenapa laptop itu bisa ada pada saya? Saya sebetulnya tidak ingin apa-apa, saya ingin keadilan dan pembuktian bahwa apa yang terjadi di ruang kerja itu memang benar-benar terjadi, itu saja,”ujarnya.

Anda menginginkan Max Moein dipecat sebagai anggota DPR? “Tidak. Saya tidak menginginkan Pak Max dipecat sama sekali,” jawabnya.(persda network/yat)

Iklan

17 thoughts on “Desi Masih Perawan Saat Jadi Sekretaris Max”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s