Karier Politik Max Moein di Ujung Tanduk

* Telah Dibebastugaskan Oleh PDI Perjuangan

Desi Vidyawati dan Max MoeinKIPRAH politik Max Moein di ujung tanduk. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membebastugaskan politisi berambut perak itu dari semua kegiatan di Fraksi PDIP maupun sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR. Ini bermula dari beredarnya foto syur Max bersama seorang perempuan muda di dunia maya maupun di media massa cetak dan elektronik.

Selanjutnya, apabila Max terbukti telah melakukan pelecehan seksual terhadap mantan sekretaris pribadinya, Desi Vidyawati (34), maka dipastikan Max akan di-recall dan PDIP akan melakukan pergantian antar waktu (PAW).

“Sembari menunggu keputusan dari BK (Badan Kehormatan) yang mungkin dalam satu dua hari ini turun, DPP sudah mengeluarkan surat yang membebaskan Max dari kegiatan kefraksian,”kata Sekjen PDIP Pramono Anung saat sosialisasi hasil Rakernas III PDIP di Convention Hall Surabaya, Senin (9/6/2008).

Pernyataan senada juga diungkapkan Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Menurut Tjahjo, saat ini Max sudah ditarik dari seluruh kegiatan DPR. Baik itu sebagai anggota Pansus, Wakil Ketua RUU, serta keanggotaan dan badan penugasan lainnya sampai ada keputusan resmi BK. Ditegaskan pula bahwa PDIP tidak akan membela Max.

“Semua anggota Fraksi PDIP tak ada yang membela Max. Meski begitu, supaya fair, kita akan menunggu keputusan Badan Kehormatan DPR. Selama menunggu keputusan itu, yang bersangkutan masih tetap sebagai anggota Komisi XI DPR,” kata Tjahjo.

“Fraksi menyesalkan sikap Max yang tak berhati-hati sehingga foto yang tidak pantas itu kemudian teropinikan. Semoga saja akan terkuak kasus Max Moein ini dan siapa sebenarnya di balik ini semua,”ujar Tjahjo.

Meski PDIP telah memberi sinyal akan memecat Max Moein, namun BK DPR belum akan bersikap tegas. Sebelum mengambil keputusan, BK DPR berencana akan memanggil Max terlebih dahulu untuk mengklarifikasi apa yang sudah diungkapkan oleh Desi pada Kamis 5 Juni 2008 lalu kepada BK. Max akan dipanggil dalam 14 hari ke depan.

BK DPR juga akan berkirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mengizinkan polisi memeriksa Max Moein bila tuduhan pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap Desi benar.

Desi yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku kaget mendengar keputusan drastis PDIP. Namun secara khusus ia menyatakan terima kasih kepada PDIP dan mengaku siap bila BK DPR akan melimpahkan kasus pelecehan seksual terhadap dirinya ke polisi.

“Saya berterima kasih kepada PDIP. Sejauh ini kita menunggu perkembangan dari BK DPR. Terima kasih PDIP. Jujur, saya tidak senang (Max diberhentikan). Saya prihatin. Saya di sini kan tidak ingin menzalimi seseorang, saya hanya mencari keadilan. Saya tidak mau terulang atas kejadian yang saya alami ini. Apa yang saya alami ini, memang benar-benar terjadi,”ujar Desi.

Desi sekali lagi membantah tuduhan bahwa dirinya telah mencuri laptop dan printer serta menggelapkan mobil dari rental. “Saya hanya bilang, saya tidak mencuri, saya tidak melakukan apapun dan saya perlu memulihkan nama baik saya, terutama di lingkungan Sekjen DPR yang membuat saya sempat syok,”kata Desi.(persda network/yat)

Iklan

6 thoughts on “Karier Politik Max Moein di Ujung Tanduk”

  1. Kasian Ya! Pak Max udah bau tanah masih disiram air comberan, apa masih ditambah yang lain?
    Mestinya ini kan suka sama suka, kok malah jadi pelecehan? …. mungkin kurang kalo ngasih….! Pak Max kalo ngasih yang rata doooooooong….. biar tidak bocor….. ah….Bapak ini udah banyak makan asam dan garam masih bodoh aja….. (astaghfirllahaladhim. aq kok su’udhon)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s