Waspadalah, Para Penipu Semakin Kreatif

MAJUNYA teknologi komunikasi benar-benar dimanfaatkan oleh para penjahat untuk menjalankan aksinya. Kini berbagai modus baru penipuan bermunculan menggunakan alat komunikasi, di antaranya handphone. Seperti yang dialami Yono, warga Batubesar, Nongsa, Minggu 8 Juni 2008.

Yono harus kehilangan uang tunai Rp 3 juta setelah ditelepon orang yang mengaku Kasat Narkoba berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Orang tersebut menghubungi Yono dan mengatakan pria itu terlibat kasus narkoba, berdasarkan hasil pelacakan terhadap gembong ekstasi. Untuk kepentingan penyidikan, Kasat Narkoba palsu itu memerintahkan Yono mematikan HP selama dua jam ke depan.

Dalam rentang waktu tersebut, pelaku menelepon istri Yono dan mengabarkan bahwa suaminya mengalami kecelakaan hebat dan harus dioperasi. Dalam keadaan panik, Yuni  mencoba menelepon suaminya, tapi HP suaminya tidak aktif. Dia pun tergopoh-gopoh mentransfer uang ke rekening orang tak dikenal.

Yono yang mendadak merasa khawatir, mengaktifkan HP untuk menghubungi istrinya.  Ternyata sang istri telah mentransfer uang senilai Rp 3 juta kepada si penipu.

Selain kasus tersebut, kini di Batam juga banyak modus penipuan lainnya yang menggunakan handphone. Seperti dilakukan oleh sebuah perusahaan yang berlokasi di kawasan Jodoh. Mereka menghubungi nomor-nomor telepon secara acak dan mengatakan bahwa sedang masa promosi produk-produk baru yang didatangkan dari Korea, Jepang, dan Eropa.

Warga yang terjaring, lantas dibilang sedang beruntung karena memenangkan undian dengan nilai tertentu. Ternyata mereka sedang melakukan penipuan, yakni menjual produk-produk rumah tangga dengan harga tinggi. Dan dengan kemampuan memengaruhi orang, kelompok tersebut menguras tabungan korbannya.

Praktik penipuan tersebut sangat telanjang dan sudah banyak orang menjadi korbannya. Mereka bahkan menjalankan aksinya secara terbuka. Memiliki kantor dengan papan nama yang jelas. Namun sampai saat ini polisi belum bereaksi, karena tak ada korban yang melapor. Padahal, penipuan bukanlah delik aduan, sehingga sudah sepatutnya polisi menggulung kelompok penipu tersebut.

Kasus yang dihadapi pasangan Yono dan Yuni maupun kasus penipuan lainnya seperti disebutkan di atas, kiranya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada. Sebab modus penipuan terus berkembang, semakin canggih dan “kreatif”.

Bila Anda dihubungi orang atau pihak tertentu yang tidak Anda kenal, sebaiknya langsung pasang sikap curiga dan waspada. Seandainya berkaitan dengan lembaga resmi seperti kepolisian, sebaiknya mengecek langsung ke kepolisian untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan. Kiranya pesan Bang Napi pada sebuah televisi swasta nasional penting untuk dicamkan. Waspadalah!(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s