Melanie Subono: Artis, Penulis, Aktivis, dan Tato

Melanie Subono di Tribun BatamTAK banyak artis memiliki kemampuan seperti sosok yang satu ini. Dari segi penampilan dan sikap, tampaknya dia seorang perempuan yang cuek abis. Terlihat apa adanya. Tidak jaim alias jaga image. Bicara juga seadanya, tapi tampak cerdas dan berisi. Tergambar bahwa kepalanya memang terisi penuh.

Itulah gambaran yang saya peroleh dari Melanie Subono, ketika menyambangi ruang redaksi Tribun Batam di Kompleks MCP, Batuampar, Batam, Sabtu ( 28/6/2008 ) sore.

Rocker perempuan kelahiran Hamburg, Jerman, 20 Oktober 1976, ini senantiasa mengisi otaknya. Kapan dan di mana pun, dia senantiasa membaca. Bacaan apa saja dilahapnya dengan ‘rakus’. Mulai dari komik, novel, buku-buku tebal lainnya, hingga koran, majalah, dan tabloid.

“Buku apa saja saya baca. Ke mana-mana saya selalu membawa buku,”ujarnya. “Ransel saya itu isinya buku-buku,”sambungnya sambil menunjuk ransel di atas meja dengan telunjuk dan jari tengah yang mengepit rokok putih.

Padahal, Melanie adalah seorang artis dengan jadwal tur cukup padat. Selain memenuhi undangan untuk dirinya sendiri, dia juga sering ikut konser Slank dan Pas Band. “Dua hari di Batam, setelah ini ke Lampung. Jadwalnya padat terus. Hari ini sama Slank, besok sama Pas (Band), besoknya lagi mungkin di Flores,”celoteh Melanie.

Tapi membaca selalu nomor satu. Aktivitas membaca selalu disisipkan dalam kegiatannya. Baik ketika menunggu manggung, di mobil, pesawat, bahkan ketika melangkah turun tangga pesawat. Membaca sambil berjalan disebut sebagai kebiasaan buruknya. “Gara-gara keasyikan membaca sambil jalan, saya sering kesandung,”ujar pemilik kuncir warna pirang ini.

Ia mengaku tak bisa tidur kalau belum baca buku. “Karena terkadang ada pertanyaan yang saya tidak bisa jawab,”ujar penulis buku berjudul ‘Ouch!’. Buku yang bercerita mengenai perjalanan hidup Melanie sebagai seorang Liaison Officer (LO). Buku ini telah terjual sebanyak 3.000 eksemplar sejak launching April 2007 lalu.

Putri dari promotor musik, Adrie Subono, ini tak menikmati sendiri buku-bukunya. Ia membagikannya bersama anak-anak jalanan yang sering mampir ke rumah singgah yang ikut dikelolanya. Menurut dia, lebih baik membagi ilmu melalui buku daripada memberi uang. “Daripada uang, mending saya kasih dalam bentuk buku. Lebih bermanfaat. Karena gue nggak yakin pemberian dalam bentuk uang akan benar-benar bermanfaat bagiMelanie Subono mereka,”katanya dengan mimik serius.

Berapa banyak buku yang dibaca dalam sebulan? “Rata-rata sehari satu buku. Itu jika bukunya tebal, standar novel yang tebalnya rata-rata 200-an halaman,”ujarnya.

Tidak semua buku dia beli di toko buku. Ia mengaku sering mengunjungi pameran buku murah. “Lumayan. Ada yang jual per kilo dan murah-murah. Walau bentuknya kurang bagus, yang penting kan isinya,”ujar nominator Icon ASEAN Award 2008 ini.

Aktivis
Melanie juga seorang aktivis. Ya, dia termasuk artis yang peduli nasib kaum perempuan. Dan itu diungkapkan lewat album terbarunya yang menyuarakan kesetaraan jender. Dia terinsipirasi oleh Kartini, Siti Nurbaya, dan Marsinah.

Menurut Melanie, Marsinah adalah sosok perempuan yang luar biasa. Dia hanya seorang buruh namun mampu berjuang menuntut hak-hak kaum buruh. “Marsinah itu seorang pejuang perempuan. Dia bukan hanya buruh biasa. Dia memperjuangkan hak kaum buruh hingga akhirnya dihabisi,”ujarnya.

Putri dari mantan model Chrisje Subono ini juga terlibat di kegiatan sosial sebagai duta Samsung- Yayasan Cinta Anak, guna memerangi narkoba. “Kami sering mengadakan acara yang bersifat edukasi untuk pengguna narkoba, termasuk mencari solusi bagi mereka,” ujarnya.

Nah, sebagai orang yang terlibat di dunia hiburan nan gemerlap, apakah Melanie pernah mencicipi narkoba? “Belum pernah sekalipun. Saya belum pernah mencoba yang namanya narkoba. Saya takut ketagihan,”jawab.
Dia mengaku seringkali ditawari orang untuk mencicipi narkoba tapi dengan tegas ditampiknya.

Enam tato
Ketika menyambangi Tribun Batam, Melanie mengenakan baju biru tua bermotif bunga-bunga putih dengan bagian bahu terbuka. Dengan baju itu, sebuah tato besar di lengan kanannya terlihat jelas. Tato itu berbentMelanie Subono di Tribun Batamuk kalung dikelilingi empat burung dan ada bross bergambar mawar.

Juga ada sebuah tato di pergelangan tangan kanan dan di pergelangan kaki kirinya. Dia juga mengaku memiliki tato lainnya di paha kanannya. Total di sekujur tubuhnya ada enam tato. “Semua tato ini dibuat oleh suami saya,” ujar istri dari I Gusti Ngurah Agus Wijaya ini.

Dia mengaku setiap tato di tubuhnya memiliki makna sendiri-sendiri. Namun dia enggan mengungkapkan makna apa di balik tato-tato itu. “Pokoknya ada maknanya. Tapi cukup gue aja yang tau. Teman-teman sering nanya, apa sih maksudnya tato-tato itu? Gue bilang, pokoknya ada dan orang lain nggak mesti tau,”ujar Melanie.

Ia mengaku masih akan menambah beberapa tato di tubuhnya. “Gue sedang merancang sebuah tato dalam bentuk album keluarga. Nanti tatonya akan penuh di lengan saya,”ungkap rocker yang oleh oleh Bimbim “Slank” digelari Slank dalam bentuk perempuan.

Melanie bahkan mengaku suka membuat tato. “Jadi kalo ada yang mau ditato, gue bisa bikinkan. Asalkan mau menjadi media untuk gue latihan aja,”ujarnya sambil tertawa.(*)

Iklan

3 thoughts on “Melanie Subono: Artis, Penulis, Aktivis, dan Tato”

  1. I’m trying to read your face. Trying to know what is inside of you. I’m so sorry.

    You are beautiful, but may be your heart is not relax enough.

    You know, for a man, the most beautiful thing in this world is women. They are masterpiece of God.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s