Menguak Mafia Minyak di Indonesia

Rampok Sialan
Rampok Sialan

SEJUMLAH orang pintar mengungkapkan bahwa ada mafia minyak di Indonesia. Mereka bukan sekadar orang-orang pintar, tapi juga pernah berkecimpung di pemerintahan. Artinya, mereka memahami betul adanya praktik tersebut. Jadi pengen tau, siapa sih para mafia minyak itu?

Sejauh ini sudah tiga orang melontarkan mengenai adanya praktik mafia minyak di Indonesia. Mereka adalah mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Kwik Kien Gie, mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli, dan  mantan Ketua MPR Amien Rais.

Kwiek Kian Gie bilang pemerintah telah melanggar UUD 1945 karena menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain melanggar UUD 1945, Kwik punya hitung-hitungan untuk menjelaskan hal itu dengan sangat detail.

Kemudian menurut Rizal Ramli, banyak mafia minyak yang meraup untung berlipat dari impor migas. Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) itu mengaku tahu siapa saja orang-orang yang disebut mafia itu. Dirinya siap membeberkann nama-nama dimaksud jika Pansus  Hak Angket Bahan Bakar Minyak (BBM) memanggilnya.

Lalu Amien Rais bilang, mafia minyak di Indonesia harus dibongkar tuntas. Karena selama ini para mafia itu telah menghisap kekayaan minyak dan gas di Indonesia seperti drakula. Mereka menjual dan memanipulasi harga minyak serta gas semena-mena ke luar negeri.

Bos Mafia
Bos Mafia

Itulah yang menyebabkan negara ini terpuruk,  dan (rakyatnya) semakin terpuruk ketika pemerintah menaikkan harga BBM. Padahal Indonesia adalah negara penghasil minyak, tapi hasilnya dirampok oleh para mafia itu.

Menurut Amien, para mafia dan skandalus itu kini malah dilindungi oleh kekuatan di dalam pemerintahan. Dan untuk membongkarnya, perlu hak angket agar ketahuan siapa saja mafia-mafia itu. (Jangan-jangan mereka dipelihara untuk mengongkosi pemilu…walaaah…).

Sehingga Amien maupun Rizal sangat berharap hak angket DPR segera bisa dilakukan. Sayangnya, menurut kedua mantan petinggi negara itu, ada partai yang dulu menolak angket, sekarang malah ngotot ingin menjadi ketua panitianya. Ugh…nggak sopan sekali.

Menurut Rizal, orang-orang itu ingin membelokkan hak angket itu untuk melindungi kepentingan mereka. Apalagi tahun depan (2009) sudah pemilu. Hmmm… tahu  sendiri kan? Sekarang harga minyak lagi tinggi-tingginya.

Saya yakin mereka adalah orang-orang yang sangat berambisi meraih kekuasaan. Sayangnya mereka bermental budak. Mereka lebih suka tunduk kepada kepentingan  para mafia minyak.

Nah, mana mungkin negara ini dipimpin oleh budak? Nanti kalau sudah berkuasa, paling-paling hanya bisa menjadikan bangsa ini sebagai bangsa budak. Memangnya Anda mau dijadikan budaknya budak? Kata Bang Napi, “Ingat, kejahatan bukan hanya pembunuhan, pemerkosaan, dan korupsi saja. Tetapi juga karena ulah para politisi busuk.:D (*)

Iklan

3 thoughts on “Menguak Mafia Minyak di Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s