Siapa Perusak Citra, DPR Atau Parpol?

KINI kondisi lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lagi buruk-buruknya. Mereka tengah menjadi sorotan publik lantaran berbagai perilaku menyimpang sejumlah oknum DPR, di antaranya terlibat skandal seks, suap, dan korupsi. Perilaku yang jauh dari harapan publik yang diwakilinya.

Sembilan orang anggota DPR sedang berurusan dengan hukum. Tujuh orang sedang dalam proses pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut korupsi dan suap. Dua lainnya tersangkut skandal seks. Satu masih dalam proses penyelesaian, satunya lagi sudah mengundurkan diri dari parlemen.

Ibarat fenomena gunung es. Kendati hanya sembilan anggota Dewan yang skandalnya mencuat ke permukaan, tapi diyakini jumlah para wakil rakyat bermasalah jauh lebih banyak dari itu. Walau harus diakui pula bahwa tidak semua mereka berperilaku buruk.

Perilaku menyimpang mereka jelas merusak citra lembaga DPR yang terhormat. Juga membuat citra partai politik (parpol) yang mengusungnya ikut melorot di mata publik. Sebab, DPR yang duduk di parlemen adalah representasi parpol. Mereka berangkat dari partai masing-masing dan ditugaskan oleh parpolnya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Lantas, antara parpol dan DPR, siapa yang merusak citra siapa?

Bagi parpol, terutama yang kadernya tersangkut berbagai kasus tersebut, kondisi ini membuat mereka harus bekerja lebih keras untuk memulihkan citra di mata publik. Sementara parpol yang merasa bersih, juga terkena getahnya, karena sebagian masyarakat telanjur menganggap semuanya sama saja. Ini menyulitkan parpol meraih dukungan dalam pemilihan umum legislatif yang tinggal 9 bulan lagi.

Fakta yang berlaku saat ini, kiranya menjadi pelajaran bagi parpol dalam mengontrol perilaku kadernya. Tidak hanya yang tengah duduk di DPR/DPRD, tetapi juga pengurus-pengurusnya sendiri. Demikian pula dalam perekrutan kader, parpol harus bisa menjaring orang yang memiliki integritas. Benar-benar berkualitas dan bersih dari berbagai skandal. Supaya ketika duduk di parlemen, mereka bisa all out dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Khusus bagi kader yang tengah duduk di parlemen, parpol tentu mempunyai kuasa melakukan intervensi. Parpol bisa bersikap tegas dengan menarik kadernya di parlemen ketika mereka terindikasi melakukan perilaku menyimpang dari amanat. Ini harus berlaku dari pusat sampai daerah. Bahkan, kalau perlu, kader yang dinilai idle alias tidak berperan aktif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, sebaiknya ditarik saja dan digantikan dengan yang lebih baik.

Bagi masyarakat banyak, para calon pemilih, sudah saatnya lebih jeli dalam menentukan pilihan. Kalau perlu, para konstituen mendesak calon wakil mereka dan parpolnya untuk menandatangani kontrak politik. Apabila tidak mampu memperjuangkan aspirasi konstituen, mereka harus mundur. Apalagi bila tersangkut kasus, misalnya korupsi dan skandal lainnya, sang kader tidak perlu menunggu parpol menjatuhkan sanksi, tetapi dengan penuh kesadaran melepas jabatannya untuk diserahkan kepada kader lain yang lebih baik.

Untuk ke depannya, sudah saatnya parpol mempersiapkan kader-kader secara matang. Parpol bisa mendirikan semacam lembaga khusus untuk melatih kader-kadernya sejak dini, agar suatu ketika nanti mereka siap menjadi politisi-politisi ulung yang berkualitas dan berintegritas tinggi. Tidak ada lagi kader karbitan yang sekadar mengejar uang dan kekuasaan melalui parlemen. Bila mimpi ini terwujud, maka citra parpol bisa dipulihkan dan lembaga DPR menjadi berwibawa di mata masyarakat.(*)

Iklan

3 thoughts on “Siapa Perusak Citra, DPR Atau Parpol?”

  1. ya pada akhirnya tugas kita jug mas Eddy untuk memberikan pencerahan dan pengarahan bagi masyarakat kita. karena jika tidak begitu, maka buaian partai politik dengan janji muluknya akan lebih berarti bagi masyarakat yang haus akan informasi.

    salamhangat
    berbagi cerita..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s