Jaksa Urip Suka Pijat Kelas Atas

Urip Tri Gunawan
Urip Tri Gunawan

KETUA tim jaksa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ini kabarnya suka ke tempat-tempat pijat kelas atas di Jakarta. Itu ketika proses pengusutan BLBI oleh Kejaksaan Agung tengah berjalan, Februari 2008 lalu. Mungkin karena capek, kerjaan menumpuk, makanya beliau pergi ke tempat pemijatan untuk menghilangkan keletihan di tubuhnya.

Menariknya, pak jaksa yang satu ini menjadikan tempat-tempat pijat kelas atas untuk bertemu dengan pengacara tersangka yang kasusnya sedang dia tangani. Ini berdasar pengakuan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sugeng Basuki yang melakukan pengintaian terhadap Urip sejak Januari 2008.

Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis ( 10/7/2008 ), Sugeng menuturkan bahwa dia melihat Urip di Delta Spa and Massage di Grand Wijaya, Jakarta Selatan pada 13 Februari 2008. Di tempat pijat langganan pejabat dan politisi ini, Urip bertemu Reno Iskandarsyah, pengacara mantan Kepala BPPN Glenn MS Yusuf.

Usai menyantap sop buntut, Urip dan Reno naik ke lantai atas. Konon, di sana Reno menyetor uang 90 ribu dolar AS atau sekitar Rp 82.800.000 (asumsi kurs Rp 9.200 per dolar AS). Uang ini diberikan Reno agar Glenn Yusuf tidak dijadikan tersangka. Karena sebelumnya Urip pernah mengancam akan menjadikan Glenn sebagai tersangka kasus BLBI bila tak menuruti kemauannya.

Masih di bulan Februari 208, Sugeng juga pernah melihat Urip di sebuah tempat pijat lainnya di kawasan Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Usai menikmati pijatan, Jaksa Urip berangkat ke Stasiun Gambir untuk pulang kampung di Sragen, Jawa Tengah.

Setelah berada di Jakarta lagi, Urip datang ke rumah Artalyta Suryani pada 2 Maret 2008. Rupanya beliau datang ke rumah kerabat Sjamsul Nursalim (bos BDNI) ini untuk mengambil setoran akhir senilai 660.000 dolar AS atau sekitar RP 6,1 miliar. Naas bagi Urip, karena diam-diam beliau tengah dikuntit oleh petugas KPK. Setelah uang dalam kardus merek Ades itu ditaruh di jok belakang mobilnya, nopol DK 1832 JM, petugas KPK langsung membekuk pak jaksa.

Petugas KPK memanggil Ketua RT setempat untuk memeriksa isi kotak itu. Dalam kondisi panik, Urip bilang kardus itu berisi cokelat. Setelah diperiksa, ternyata isinya uang yang terdiri dari lembaran 100 dolar AS. KPK menjelaskan dalam sidang bahwa barang bukti yang disita adalah dua ponsel, uang 660.000 dolar AS, amplop warna cokelat, kunci mobil, dan STNK-nya.

Kata Urip, uang sebanyak itu adalah pinjaman untuk bisnis permata. Belakangan Artalyta bilang uang itu untuk membuka usaha perbengkelan. Lho, mana yang betul? Atau Urip hendak buka bisnis “Bengkel Permata”? Mungkin bengkel untuk memperbaiki permata atau bisa juga dia akan buka bengkel yang dinamakan “Permata”. :D (*)

Iklan

6 thoughts on “Jaksa Urip Suka Pijat Kelas Atas”

  1. Kamuflase hukum dikejaksaan agung memang benar-benar menjanjikan kesenjangan ekonomi/materi bagi para pegawainya dalam melakukan kerja sampingan jual beli perkara dipengadilan.

    Suka

  2. Hukum Mati aja Si Urip itu. Supaya Para koruptor kapok.
    Sebenernya yg kayak gini yang lebih jahat. dengan uang segitu sama aja membunuh ratusan atau ribuan rakyat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s