Sudah di Bui pun Masih Susun Skenario

* Artalyta dan Urip Asyik Telepon di Tahanan

Artalyta Suryani
Artalyta Suryani

SUDAH mendekam dalam tahanan, namun dua tersangka kasus suap terkait BLBI, Artalyta Suryani dan Jaksa (non aktif) Urip Tri Gunawan, masih bisa berkomunikasi untuk mengatur skenario bagaimana menghadapi hakim dan jaksa di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Artalyta ditahan di tahanan Bareskrim Mabes Polri dan Urip di tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah ada tahanan di Rutan Bareskrim Mabes Polri bisa menggunakan handphone.

Mantan Kepala Rutan Bareskrim, Agus Minta Basuki juga membantah. Kenyataannya, Artalyta alias “Bu Guru” yang ditahan di rutan itu, bisa bertelepon ria dengan Urip alias “Pak Guru” pada 10 Juni 2008. Apakah ada uang permisinya? Entahlah.

Artalyta menggunakan nomor Singapura (diduga milik anak sulungnya), yang dikira lolos dari penyadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lucunya, sebelum kasus teleponan itu diputar di persidangan, Artalyta mengaku dirinya sudah trauma menggunakan telepon.

“Apakah selama di tahanan saudara pernah berhubungan dengan terdakwa (Urip)?” tanya jaksa penuntut umum, Sarjono Turin, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis ( 17/7/2008 ). “Tidak. Saya tidak pernah pakai telepon lagi. Saya trauma,” jawab Artalyta dengan nada mantap.

“Tidak pernah ya? Apa saya perlu putarkan rekamannya?” ujar Sarjono. “Sekali dengan anak saya, wajar kan?” jawab Artalyta.

“Pernah tidak Anda meminjam telepon anak atau siapa untuk berhubungan dengan Urip?” kejar jaksa Sarjono.

Artalyta hanya diam. Akhirnya majelis hakim memutuskan untuk memutar rekaman percakapan antara Artalyta dan Urip. Tentu saja bukti rekaman itu membuat Artalyta hilang akal. Apalagi dalam percakapan itu ketahuan bahwa dia dan Urip menyusun skenario mengenai uang 660 ribu dolar AS yang diberikan kepada Urip. Artalyta meminta Urip konsisten dengan keterangan tentang proposal permohonan dana untuk perbengkelan.

Berikut transkrip rekaman percakapan telepon pada 10 Juni 2008 pukul 21.00 WIB, yang berhasil disadap oleh KPK dan diputar di Pengadilan Tipikor, Kamis 17 Juli 2008.

Artalyta (A): Halo… Pak Guru
Urip (U): Iya… Ibu Guru.
A: Intinya besok tetap konsisten pada semula itu. Pokoknya perbengkelan itu kan ada. Sudah kan ininya, apa namanya…?
U: Sudah saya kasihkan itu…
A: Bukan, ininya, proposal bengkelnya.
U: Ya…
A: Jadi semua itu, bengkel kan juga logis itu. Saya bilang itu kan dulu ada tanah di situ. Saya minta inilah, tetapi nanti ditanyain bagaimana saudara terdakwa keterangannya. Nanti saya bilang udah cukup. Begitu ceritanya….
U: Eehhhhh eeeeh
A: Anda kan dalam sidang lima rektor itu. Trus yang lima rektor itu Anda kan menghadap dia, yang paling kiri. Itu Pasti, dia ngulitin. Biasa, dia pasti yang namanya ujian gitu dia pasti keras ininya (pernyataan ini membuat pengunjung tertawa). Urip ngerti hukum. Iya kan. Pokoknya sesuai ini aja. Anda tunjukan bahwa saya ini ya begini. Pasal ini tidak boleh boleh men-judgement orang.
A: Terus kalau masalah surat, ungkapan itu, terserah Anda mau membuatnya bagaimana. Yang paling penting intinya begitu….
U: Iya
A: Paham kan?
U: Iya, saya masih inget semuanya….
A: Ndak, semula saya kan konsultasi, karena…. Eeh, ininya aman. Kalau saya kan nomor

Urip Tri Gunawan
Urip Tri Gunawan

Singapura.
U: Saya cuma sama istri aja…. Saya sendiri kok.
A: Enggak ada orang lain…?
U: Enggak, enggak kok.

JPU Sarjono Turin menanyakan motivasi Ayin menghubungi Urip, apakah ingin mengarahkannya? Artalyta pun mengaku, ia bukan memberikan petunjuk, tetapi fakta di persidangan.

Ada juga rekaman percakapan Artalyta dengan seorang lelaki, dua menit setelah menelepon Urip. Berikut petikannya:

A: Senin ini, kalau sudah tidak ada saksi-saksi, Urip ini jadi saksi. Tolong suruh dia ungkapin yang kemarin…. Dia sudah suruh. Kemarin sudah konteks.
Pria (P): Ya, Bunda….
A: Dia sudah bilang, ibu buatin saja, saya ikut saja…. Nanti saya ngomong pada saat bersaksi.
P: Saya sudah siapin nanti. Senin atau Rabu

Namun Artalyta menyangkal, dia meminta seseorang membuatkan proposal perbengkelan bagi Urip, yang akan dipakai dalam sidang. Ia hanya meminta supaya fakta persidangan diungkapkan.(*/persda network)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s