Ryan Minta Maaf pada Teman Guru Ngaji

* Sepak Terjang Pembunuh Berdarah Dingin (2)

Siapa sangka Verry Idham Henyaksyah (30) alias Ryan adalah mantan guru mengaji. Pemuda yang memiliki kelainan seksual ini nekat membunuh. Tak tanggung-tanggung, dia telah menghabisi lima orang temannya . Satu korban dimutilasi menjadi tujuh potong dan empat lainnya dikuburkan di belakang rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.

KETIKA dibawa polisi ke rumahnya di Dusun Maijo, Senin (21/7/2008), Ryan alias Hansyah, minta dipertemukan dengan Irsyad. Ia pun meminta maaf karena belum bisa mengembalikan uang.

“Ketika bertemu dengan saya tadi, ia bilang suatu saat akan mengembalikan uangnya. Tapi kalau ternyata nanti tidak bisa membayar juga, maka saya diminta untuk mengikhlaskannya,”ujar Irsyad ketika ditemui di rumahnya.

Di mata warga Dusun Maijo, Irsyad adalah satu-satunya warga kampung yang bisa akrab dengan Ryan. Mereka sebelumnya memang sama-sama menjadi guru mengaji di masjid. Namun, di balik keakrabannya itu, warga berprasangka buruk kalau mereka memiliki hubungan khusus. Maklum, meski tubuh Ryan tampak macho karena sering fitness, namun ia tak bisa menyembunyikan perilaku dan gaya bicaranya yang sangat kemayu.

“Naudzubillah min dzalik. Itu perbuatan yang sangat dilarang agama. Tapi saya tidak menyalahkan warga kalau punya pikiran seperti itu. Karena Ryan memang memiliki sifat seperti itu. Saya dengannya hanya teman biasa,”ujar Irsyad, lulusan Politeknik ITS jurusan teknik mesin yang kini guru STM swasta di daerah Jombang.

Karena khawatir dituding memiliki hubungan khusus itulah, sejak 2006 Irsyad menjauhi Ryan. Bahkan ia juga memutuskan berhenti sebagai guru mengaji agar tidak terlalu dekat dengan Ryan. Satu cara untuk menjauh Ryan, Irsyad memutuskan menikah dengan seorang gadis pada Juni 2007 dan kini telah dikaruniai seorang anak.

Irsyad tak membantah pernah akrab dengan Ryan selama 4 tahun. Tapi, ia menegaskan, hubungannya hanya sebatas teman karena sama-sama menjadi guru mengaji. Bahkan, setahun sebelum memutuskan berkeluarga, Irsyad menyatakan sudah tak pernah berhubungan dengan Ryan.

Selama masih berteman, Ryan beberapa kali pinjam uang ke koperasi simpan pinjam (KSP) dengan jaminan 3 BPKB milik Irsyad. Ryan juga pernah membeli peralatan elektronik secara kredit lewat toko Court menggunakan KTP Irsyad.

Awalnya Ryan memang rutin membayar cicilan. Tapi akhirnya Irsyad yang terpaksa melunasi untuk melindungi keluarganya, terutama ibunya. Dia berharap cara itu bisa mengakhiri hubungan mereka. Bahkan untuk melunasi utang temannya itu, Irsyad terpaksa melego sepeda motornya.

Namun pria berepenampilan kalem itu tak mau mengumbar aib orang yang selama ini pernah berteman akrab dengan dirinya. “Ia sudah pernah mengembalikan uang sekitar Rp 1,6 juta,”ujar Irsyad.

Disinggung soal serangkaian pembunuhan yang dilakukan Ryan, Irsyad mengaku tak menyangka temannya telah berbuat sesadis itu.

“Saya memang pernah akrab tapi kan tak selalu bersamanya selama 24 jam. Jadi saya nggak mungkin tahu semua kegiatannya. Karena teman-temannya itu dari tempatnya fitness dan teman-teman dari Desa Sentul, tempatnya sering berlatih voli,”tutur Isryad.(persda network/surya/tribun batam/doso priyanto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s