Ternyata Korban Ryan Ada 5 Orang

* Habisi Teman-temannya Gunakan Linggis dan Batu

Surya/doso priyanto
Empat mayat dalam kantong, korban pembunuhan Ryan yang dikubur di belakang rumah orangtuanya di Jombang, Jawa Timur. Foto: Surya/doso priyanto

VERRY Idham Henyaksyah (30) alias Ryan, bukan pembunuh biasa. Pria ini tergolong pembunuh berdarah dingin. Dia telah menghabisi lima orang dan empat di antaranya dikubur di belakang rumah orangtuanya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur.

Pembongkaran jenazah para korban dilakukan setelah proses rekonstruksi pembunuhan Aril Somba Sitanggang (34), selama selama 1,5 jam, Senin ( 21/7/2008 ). Tiga kali Ryan dipanggil keluar rumah untuk menunjukkan di mana lokasi persis korban-korbannya dikubur. Akhirnya Tersangka mengakui bahwa jenazah Aril dikubur di belakang rumah orangtuanya.

Di luar dugaan, tak hanya jenazah Aril yang ditemukan di pekarangan belakang rumah Ryan, melainkan masih terdapat tiga jenazah lagi. Semuanya sudah membusuk. Pembongkaran dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama Polda Jatim dan Polres Jombang.

Namun keempat jenazah itu tidak dimutilasi sebagaimana yang dilakukan Ryan terhadap Heri Santoso (40) yang dihabisi di Ragunan, lalu dipotong menjadi 7 bagian dan dibuang di Jl Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.
Jenazah Aril dan tiga korban lainnya telah diautopsi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur sekitar pukul 18.15 WIB.

Tiga korban selain Aril adalah Guntur, warga Nganjuk, yang dibunuh Ryan sekitar Juni-Agustus 2007, Brandy (warga negara Belanda) yang tewas dihabisi Januari 2008, dan Vencent asal Solo karyawan Toko Court Jombang dan Aril dihabisi sekitar April 2008. Ryan menghabisi korban-korbannya menggunakan linggis dan batu.

“Rata-rata menggunakan linggis atau batu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro JayaKombes Pol Carlo Brix Tewu.

Pencari mayat terkejut
Proses penggalian jenazah berlangsung cukup lama. Dimulai pukul 10.00 dan baru berakhir pukul 14.45. Dengan ketua tangan diborgol, Ryan diminta menunjukkan lokasi dirinya ‘menanam’ para korbannya. Pertama ditemukan jenazah Aril yang dikubur di pekarangan belakang, persis di belakang kamar mandi.

Beberapa pekerja warga setempat dibantu polisi menggali lokasi yang ditunjuk. Tak lama, muncul kaki manusia yang sudah membusuk. Para penggali pun melanjutkan hingga seluruh sosok jenazah tergali. Tapi para penggali kaget, karena saat seluruh tubuh jenazah sudah terlihat, mendadak seorang penggali menemukan kaki dari lain, tak jauh dari lubang tersebut. Ryan pun dicecar petugas soal keberadaan jenazah itu.

Akhirnya dia mengakui, dalam lubang tersebut terdapat tiga jenazah dan di lubang lain yang berjarak sekitar lima meter arah utara dari lubang pertama, terdapat satu jenazah lagi. Pencarian dan penggalian pun dilanjutkan.
Setelah empat jam lebih, yakni sekitar pukul 14.45, ditemukan lagi dua jenazah, satu di lubang pertama dan satu lagi di lubang kedua. Semuanya sudah membusuk. Jenazah langsung dimasukkan dalam dua kantung jenazah. Jenazah ketiga berhasil dievakuasi 30 menit kemudian dari lubang pertama, dan 20 menit kemudian satu jenazah lagi berhasil diangkat dari lubang sedalam 1,5 meter berukuran 2,5 x 3 meter.

Sewa penggali lubang
Kepala Desa Jatiwates Machmud menginformasikan, untuk menggali lubang bagi pemakaman salah satu atau beberapa jenazah tersebut, Ryan menggunakan jasa tenaga kerja kasar dari luar desa. Tenaga kerja itu diminta menggali lubang dengan alasan untuk lubang pembuangan air dari kamar mandi.

Setiap kali jenazah -jenazah itu diangkat dari lubang, ratusan warga yang menonton proses tersebut berkali-kali berdecak dan menggelengkan kepala tanda keheranan atas perilaku tersangka. Selanjutnya empat jenazah diangkut ambulans ke RS Bhayangkara Surabaya untuk diautopsi. Sedangkan Ryan atau di desa setempat akrab dipanggil Hansyah, dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya.

Kombes Carlo Tewu mengungkapkan, penggalian jenazah itu merupakan pengembangan kasus tertangkapnya Ryan di Jakarta atas dugaan pembunuhan terhadap Aril. Soal motif pembunuhan, Kombes Carlo Tewu belum bisa menyimpulkan karena masih dalam proses pemeriksaan.

Polisi telah menetapkan Ryan sebagai tersangka mutilasi atas Heri Santoso di Ragunan. Dia dikenakan pasal 365 tentang pencurian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Hingga kini polisi masih mencari korban Ryan lainnya. “Kalau memang ada anggota keluarga yang hilang bisa menghubungi Polda Metro Jaya. Soalnya mungkin saja masih ada korban-korban lainnya,”ujar Kombes Carlo Tewu.(sumber: persda network/Surya/Tribun Batam/doso priyanto)

*) Berita ini telah terbit di Tribun Batam edisi cetak maupun online.

Iklan

9 thoughts on “Ternyata Korban Ryan Ada 5 Orang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s