Ryan Sering Bawa Cowok Ganteng

* Sepak Terjang Pembunuh Berdarah Dingin (3)

Siapakah sebenarnya Verry Idham Henyaksyah alias Ryan (30), pelaku mutilasi di Jakarta dan pembunuh empat orang di Jombang? Menurut para tetangga, dia sering mengajak cowok-cowok ganteng bermobil mewah ke rumahnya.

TERKUAKNYA pembantaian terhadap empat orang oleh tersangka Ryan,  menyentak warga Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur. Mereka sama sekali tak menyangka Ryan, yang di desa tersebut akrab disapa Yansah, melakukan perbuatan sekeji itu.

Warga mengenal dia sebagai pemuda baik-baik. Kendati jarang bergaul dengan warga sedesanya, tapi tiap bertemu selalu ramah menyapa. Yansah, juga dikenal rajin salat di musala dekat kediamannya. Bahkan ia pernah menjadi guru atau pengasuh di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di desa itu. “Anak saya pernah menjadi muridnya,”kata Susiyati

Beberapa warga sama sekali tidak melihat ada keganjilan pada tingkah laku Yansah selama ini maupun keluarganya. Dia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Achmad (63) dan Siatun (60). Ayahnya adalah pensiunan pegawai PG Djombang Baru dan kini menjadi petani. Sedangkan ibunya berjualan pakaian di rumah mereka. Keduanya juga tak banyak bergaul dengan tetangga, kendati hubungan tetap cukup baik.

Yansah bersama kedua orangtuanya mendiami sebuah rumah yang tergolong sederhana, didominasi warna cokelat dan putih, menghadap selatan, dengan lantai keramik warna coklat pada bagian teras. Sedangkan ruang dalam menggunakan lantai plester biasa.

Sehari-hari, menurut Kepala Desa Jatiwates Makhmud SPd, Yansah hidup bersama kedua orangtuanya. Karena kakaknya, Mulya Wasis, sudah berumah tangga dan menempati rumah di desa lain. Demikian juga dengan adiknya, Nunik ( 28 )

“Tapi sejak April lalu Yansah tidak kelihatan pulang. Katanya kerja ke luar kota. Katanya di Jakarta,”kata Makhmud.

Menurutnya, Yansah pernah bercerita dirinya bekerja sebagai instruktur senam di Fitness Center Marcella, Jl Gatot Subroto, Jombang. Selain itu, juga bekerja sebagai instruktur senam di Malang.

Yansah mengenyam pendidikan formal dengan memulainya di SDN II Jatiwates. Lulus SD, dirinya melanjutkan di SMPN I Tembelang dan tamat dari SMA Negeri 2 Jombang. Sejumlah pemuda desa mengaku kurang akrab dengan Yansah, namun mereka mangakui bahwa orangnya pintar.

“Anaknya itu termasuk pintar sekolah, bahkan sejak SMP sudah kelihatan pintarnya. Makanya dulu ia diterima di SMA 2 Jombang. Meski satu kampung tapi saya kurang akrab,” ujar Muhadi.

Satu-satunya orang kampung yang dikenal akrab dengan Yansah hanyalah Irsyad. Keduanya akrab karena sama-sama mengajar ngaji anak-anak di masjid. Namun, sejak Irsyad menikah setahun lalu, hubungan mereka putus. Sejak itu warga mulai jarang melihat Yansah dan Irsyad jalan bareng. Jarak rumah keduanya hanya sekitar 50 meter.

Di mata Makhmud, Yansah anak yang cukup baik, sopan terhadap warga, meskipun jarang bergaul. Yansah sedikit banyak juga memberi kontribusi kepada desanya. Yakni mengajar di TPQ dan mengajar tari pada anak-anak di desa tersebut.

“Terutama jika hendak ada peringatan hari besar, seperti tujuhbelasan, Yansah yang mengajari anak- anak sini menari. Kemudian tampil pada malam perayaan peringatan agustusan itu,”tutur Makhmud.

Teman ganteng

Yansah alias Ryan sering bepergian ke kota dan jarang pulang. Kalau pas ada di rumah, ia sering pergi pagi-pagi sekali sehingga tetangga tidak tahu aktivitasnya. Menurut Makhmud, Yansah sering membawa teman ke rumahnya. Ketika datang, umumnya mereka mengendarai mobil bagus dengan nomor polisi luar kota.

Tetangga lainnya, Susiyati membenarkan bahwa Yansah memang sering mengajak teman-teman ke rumahnya. Semuanya temannya laki-laki, namun bukan warga kampung itu. Karena tak ada warga yang mengenal seorangpun dari mereka.

Yang pasti, kata Susiyati, teman Yansah yang dibawa ke rumah itu rata-rata ganteng,  “Bersih-bersih, ganteng-ganteng. Ya seperti Yansah itu,”kata Susiyati.

Para tetangga tak pernah memerhatikan laki-laki yang dibawa ke rumah Yansah itu menginap atau pulang, karena pintu rumahnya juga lebih sering tertutup.(persda network/surya/doso priyanto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s