Empat Perahu Itu Sudah Hancur

* Camp Vietnam Pulau Galang Mulai Terlupakan (2)

Pengunjung sangat tertarik berpose di dekat perahu-perahu itu. Mereka ingin mengabadikan gambar dirinya dengan latar belakang perahu-perahu yang telah berjasa mengantar para pengungsi Vietnam dan Kamboja tiba di Pulau Galang.

EMPAT perahu kayu, masing-masing dua bercat warna biru dan dua berwarna cokelat, diletakkan tak jauh dari

Satu dari empat perahu di bekas Camp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang yang sudah lapuk dimakan rayap dan hantaman cuaca. Perahu ini pernah digunakan para pengungsi Vietnam untuk mengarungi samudra untuk tiba di Pulau Galang.
Satu dari empat perahu di bekas Camp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang yang sudah lapuk dimakan rayap dan hantaman cuaca. Perahu ini pernah digunakan para pengungsi Vietnam untuk mengarungi samudra untuk tiba di Pulau Galang.

kantor pengelola objek wisata Camp Pengungsi di Pulau Galang.

Perahu yang terletak paling kiri kondisinya paling baik, walau sudah terdapat kerusakan dan dimakan rayap di beberapa bagian. Mungkin karena perahu berwarna biru yang pada bagian haluannya tertulis TG 1050 itu terlindung di bawah atap seng, kendati tidak semua bagian terlindung dari hujan dan panas matahari.

Persis di samping perahu itu, ada perahu biru lainnya yang berukuran paling besar dari keempat perahu yang ada. Pada bagian depan kondisinya terlihat utuh, namun ekor perahu sudah hancur karena lapuk.

Lapisan semen yang melindungi lunas atau bagian bawah perahu, sudah pecah dan terlepas. Kerangka perahu ditumbuhi jamur kerak warna putih. Secara keseluruhan, papan-papan perahu ini terlihat sudah lapuk dimakan rayap maupun karena terpaan hujan dan panas.

Kondisi dua perahu lain yang berwarna cokelat benar-benar memprihatinkan. Kedua perahu itu nyaris hancur karena lapuk diterpa cuaca maupun dimakan rayap. Kerangka dan hampir seluruh papan pada badan perahu sudah hancur. Sebagian malah sudah menjadi tanah. Geladaknya ambruk dan di dalam lambungnya dipenuhi rerumputan liar yang tumbuh subur. Yang tertinggal dari kedua perahu itu hanyalah bentuknya yang masih seperti perahu.

Perahu di eks Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang
Perahu di eks Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang. Foto: eddy mesakh

Padahal, perahu-perahu itu meninggalkan memori indah yang tak terlupakan bagi para eks pengungsi di Pulau Galang. Seperti yang tertulis pada prasasti di dekat situs tersebut, empat perahu kayu itu adalah sisa-sisa peninggalan pengungsi Vietnam yang sengaja ditenggelamkan di perairan Pulau Galang. Beberapa perahu lainnya sengaja dibakar oleh beberapa pengungsi sebagai aksi protes dan penolakan pemulangan kembali ke negara Vietnam.

Setelah para pengungsi meninggalkan Pulau Galang tahun 1995, Otorita Batam mengangkat perahu-perahu tersebut ke darat kemudian diperbaiki dan dipamerkan untuk publik sebagai objek yang bernilai sejarah.
Perahu-perahu itulah yang dipakai para pengungsi Vietnam mengarungi lautan Cina Selatan selama berbulan-bulan dan sejauh ribuan kilometer menuju  berbagai belahan dunia dengan harapan dapat perlindungan dari negara lain. Di antaranya sampai ke Pulau Galang dan sebagian dari mereka gagal mencapai daratan dan gugur di tengah lautan karena perahunya tenggelam.

Kondisi museum

Mejeng di depan museum yang menyimpan benda-benda peninggalan pada pengunsgi Vietnam di Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, Kota Batam.
Mejeng di depan museum yang menyimpan benda-benda peninggalan pada pengunsgi Vietnam di Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, Kota Batam.

Selain rusaknya bangunan barak pengungsi dan perahu para eks pengungsi, benda-benda peninggalan para eks pengungsi yang tersimpan di dalam bangunan P3V Office atau lebih dikenal sebagai museum Galang, tampak tak terawat dengan baik.

Foto-foto sudah buram dan sebagian besar gambarnya terhapus karena udara lembab. Perlengkapan rumah tangga, alat-alat sembahyang, dan sebagainya tak terurus dengan baik. Banyak yang sudah berkarat. Tampaknya benda-benda peninggalan itu hanya dipamerkan di sana tanpa mendapat perawatan yang layak.

Buku-buku peninggalan para pengungsi pun sudah rusak. Buku-buku itu hanya disusun di rak kayu biasa, tanpa penutup. Saat dibuka, di dalamnya terdapat banyak kutu dan serangga. Tampaknya tidak pernah disemprot dengan desinfektan untuk membunuh kutu-kutu yang bersarang dalam buku-buku tersebut.

eddy mesakh
Benda-benda peninggalan eks pengungsi Vietnam yang kini tersimpan di Museum Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, Kota Batam. Foto:eddy mesakh

Sungguh disayangkan bila barang-barang bernilai sejarah yang menyimpan kenangan tersebut musnah karena tak terurus dengan baik. Padahal berbagai situs dan peninggalan para eks pengungsi itu telah menjadi satu di antara objek wisata menarik di Batam. Bila suatu ketika para eks pengungsi Vietnam maupun keluarga dan sahabatnya ingin kembali lagi untuk bernostalgia, mereka akan sedih karena tidak lagi menemukan benda-benda kenangan itu.(*)

Iklan

6 thoughts on “Empat Perahu Itu Sudah Hancur”

  1. Kenapa kita selalu tidak bisa menjaga dan melestarikan tempat-tempat yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah. Sayangkan kalau tempat yang bernilai sejarah itu cuma jadi semak belukar.

    Suka

  2. sayang seribu sayang….
    kita memang gak pandai merawat yg kita punya.
    padahal kalo kita pandai, bukan tidak mungkin camp vietnam itu menjadi salah satu object wisata yg jd tujuan turis2 asing.
    yg tersisa cuman keangkeran aja di sana..
    kalo soal dana itu mah masalah klise, tinggal bgm kepedulian pemerintah dan bgmn memobilisasi massa utk care..

    Suka

  3. Kita ini bisanya hanya membangun musium tapi tidak bisa memelihara dan merawat, jadi kenangan tinggallah kenangan. Buktinya hampir semua musium yang ada di Indonesia merana karena tidak punya dana perawatan dan pemeliharaan (nantinya musium memiliki status “Terdengar”) he…he…he…

    Suka

  4. Di negeri tercinta, hal seperti ini sudah biasa pak, hutan yang berumur beribu tahunpun digunduli, kalau soal tidak perduli di negeri tercinta memang sarangnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s