Barak Pengungsi Ambruk Digerogoti Rayap

Camp Vietnam Pulau Galang Mulai Terlupakan  (1)

Barak-barak itu banyak yang sudah roboh. Sebagian lainnya terbungkus ilalang dan semak belukar. Hampir semua situs di bekas Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, tampak sudah lama tak tersentuh tangan manusia.

eddy mesakh
Bangunan di bekas Camp Pengungsi Vietnam yang sudah nyaris ambruk karena dimakan rayap dan terpaan cuaca. Foto:eddy mesakh

CAMP yang menempati areal seluas 80 hektare itu pernah ditempati lebih dari 10 ribu pengungsi dari Vietnam dan Kamboja selama 16 tahun (1979-1995). Sepeninggal para pengungsi, lokasi itu dijadikan situs bersejarah. Bahkan menjadi satu di antara objek wisata kebanggaan Kota Batam.  Lantas, bagaimana kondisi objek wisata itu sekarang?

Memprihatinkan. Demikian gambaran paling pas mengenai kondisi terkini eks Camp Pengungsi Vietnam. Kondisi paling memprihatinkan adalah barak-barak pengungsi yang tersebar di beberapa titik. Dinding bangunan yang terbuat dari papan sudah terlepas.

Atap bangunan dari seng sudah berkarat dan bolong-bolong. Sementara barak yang menggunakan atap asbes masih ada yang utuh, namun dinding bangunan sudah lapuk. Pintu dan jendela sudah tak ada lagi. Butuh sedikit keberanian bila ingin masuk ke dalam barak-barak itu. Selain khawatir tertimpa barak yang bisa saja roboh saat kita berada di dalam, kita juga bisa menjadi korban pagutan ular berbisa maupun biawak yang mungkin bersarang di dalamnya. Sebab, sekeliling camp tersebut masih berupa hutan yang cukup lebat.

Beberapa bangunan barak lainnya tak mudah diakses. Perlu upaya ekstra untuk bisa masuk, karena

eddy mesakh
Bangunan di bekas Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, yang sudah hancur. Foto: eddy mesakh

sekelilingnya terbungkus semak dan ilalang. Bahkan ada sejenis tumbuhan yang melata di dinding hingga atap bangunan. Apalagi bangunan barak itu berada di atas bukit, sehingga semakin sulit diakses. Padahal lokasinya hanya beberapa meter di pinggir jalan aspal yang biasa dilalui wisatawan ketika berkunjung ke lokasi pariwisata itu.

Tak hanya bangunan barak yang kondisinya memprihatinkan. Situs Ngha Trang atau makam para pengungsi yang meninggal di camp tersebut, juga tampak tak tersentuh perawatan. Sebagian dari 503 kuburan yang ada di tempat pemakaman itu mulai rusak dan ditumbuhi ilalang.

Ada juga juga kuburan yang ambrol meninggalkan lubang menganga. Sebut saja kuburan yang pada nisannya tertulis nama Nguyen V Van Notruyck. Nisan dari semen masih berdiri, namun sebagian besar bangunan kuburan ini sudah ambrol dan ditumbuhi alang-alang.

Padahal, pada prasasti di bagian paling depan pemakaman itu tertulis,  “Ziarah kuburan ke makam ini oleh para keluarga dan sahabat yang pernah menjalani hidup bersama di pengungsian, sudah beberapa kali dilakukan. Para peziarah adalah mantan pengungsi Galang yang memperoleh sponsor dari negara-negara seperti Australia, Canada, Amerika Serikat serta negara lainnya yang kini hidup senang dan mapan di negara-negara tersebut.”

eddy mesakh
Kuburan di eks Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang. Sejumlah kuburan di tempat pemakaman ini sudah ambruk meninggalkan lubang menganga. Foto:eddy mesakh

Itu menunjukkan bahwa kuburan-kuburan tersebut juga merupakan situs bersejarah yang menyimpan kenangan bagi para eks pengungsi, keluarga, dan sahabat. Sehingga suatu ketika mereka mungkin kembali ke sana.

Menurut dua pria yang bertugas memotong rumput di dalam kawasan itu, sejumlah pengunjung dari etnis Tionghoa sering ziarah ke pemakaman tersebut. Mereka datang dua kali sebulan. “Terutama pada bulan hantu. Ya, bulan ini ( Agustus 2008 ) pas bulan hantu. Dalam beberapa hari ke depan akan ada orang berziarah ke makam ini,” ujar seorang petugas, Kamis ( 7/8/2008 ).

Visit Batam 2010
Awal tahun ini, persisnya 24 Maret 2008, Pemerintah Kota Batam bersama Otorita Batam melontarkan rencana akan menggelar program Visit Batam 2010. Itu disampaikan oleh Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dalam acara Musrenbang Pemko Batam di Hotel Vista.

Kedua lembaga pemerintahan yang sama-sama mengelola Batam, itu telah menandatangani nota kesepakatan untuk sama-sama mengelola kawasan wisata di Pulau Galang. Di antaranya pengelolaan eks Camp Vietnam dan Pantai Melur. Tujuannya untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata di dua objek wisata tersebut. Sejak itu, Dahlan berjanji untuk mempromosikan Galang

Bahkan sejak Februari 2008, Pemko Batam telah menggelar pertemuan bersama Batam Tourism Board (BTB), Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Asosiasi Jasa Hiburan (AJAHIB), ASITA, Asosiasi Golf, dan sebagainya. Lalu ditegaskan bahwa mulai tahun 2009, pelaku usaha pariwisata sudah bisa membuat paket-paket wisata untuk dijual kepada dunia luar.

Semua optimistis Kota Batam bakal menarik banyak wisatawan asing ke Batam untuk menikmati berbagai objek wisata di kota ini. Lalu pada Minggu 27 Juli 2008, Pemko Batam secara resmi meluncurkan Visit Batam 2010 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning. Ini sebagai pertanda Batam sudah mulai mempersiapkan diri untuk menerima jutaan turis asing maupun domestik pada tahun 2010 mendatang. (*)

Iklan

One thought on “Barak Pengungsi Ambruk Digerogoti Rayap”

  1. Sungguh amat disayangkan. Semestinya Pemda setempat bertanggung jawab terhadap situs bersejarah ini. Tidak tertutup kemungkinan jika situs ini menjadi obyek wisata dan ziarah dikemudian hari. Karena biar bagaimanapun eks pengungsi tidak akan melupakan pulau Galang ini.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s