Menanti Pesta Besar di Tahun 2010

Jalan-jalan ke Kota Batam, Jangan Lupa Balik Lagi di Tahun 2010 ya…

Logo Visit Batam 2010
Logo Visit Batam 2010

Ya, tahun 2010 mendatang, Kota Batam akan menggelar pesta besar. Jutaan orang dari berbagai belahan dunia akan hadir di kota ini untuk menikmati berbagai objek wisata dan atraksi budaya yang dihelat melalui sebuah program besar, “Visit Batam 2010”.

Tidak main-main. Pemerintah Kota Batam sudah meluncurkan rencana pesta besar itu pada Minggu, 27 Juli 2008, bersamaan dengan konser musik Soundrenaline di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam. Di hadapan puluhan ribu orang, wali Kota Batam Ahmad Dahlan memperkenalkan logo Visit Batam 2010.

Sebagaimana kalimat yang tercantum pada logo bergambar Jembatan Barelang itu, “Visit Batam 2010, experiende it”, segenap warga Kota Batam mengajak masyarakat dunia, termasuk orang Indonesia sendiri, untuk menikmati pengalaman yang berbeda dibandingkan yang sudah-sudah.

Itu bukan program main-main. Dalam perbincangan eksklusif dalam suasana santai selama 1,5 jam dengan saya dan teman sesama wartawan Tribun Batam, Sri Murni, di Hotel Nagoya Plaza, Jumat ( 8/8/2008 ), Wali Kota Ahmad Dahlan mengungkapkan berbagai rencana terkait Visit Batam 2010.

Hanya sebuah bincang santai, namun Dahlan mengajak sejumlah kepala dinas. Mereka yang ikut dalam acara ngobrol santai itu antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Raja Mukhsin, Kepala Dinas Kebersihan Azwan, Kepala Dinas Pertanahan Buralimar, dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Ahmad Hijazi.

Sambil menikmati makanan dan minuman ringan, Dahlan mengatakan, sesungguhnya sudah sejak lama Kota Batam mampu menggelar program kunjungan wisata. Secara infrastruktur, Batam memiliki ruas-ruas jalan yang sangat baik (dibandingkan kota lain di Indonesia). Nyaris tidak ada daerah terisolir, kecuali pulau-pulau kecil alias hinterland.

Batam memiliki Bandara Internasional Hang Nadim, pelabuhan laut di Batam Centre, Sekupang, Nongsa, Batu Ampar, Tanjunguncang, dan lainnya. Soal objek wisata, di sini ada enam lapangan golf bertaraf internasional, wisata bahari tersebar dari ujung barat sampai timur, utara sampai selatan. Hotel dan resor bintang 4 serta bintang 3, dan sebagainya tersedia di seantero kota. Pusat perbelanjaan bertebaran di mana-mana.

Artinya, tidak ada hambatan infrastruktur maupun sarana akomodasi bagi wisatawan. Lagipula kota Batam sudah menjadi Cyber City. Hot spot internet bertebaran di mana-mana. Bahkan beberapa di antaranya merupakan hot spot gratis, seperti di Pelataran Engku Putri. Pemko Batam pun masih berupaya untuk menambah jumlah hot spot gratis.

Wisatawan yang datang bisa menikmati berbagai kemudahan. Bisa menikmati wisata belanja sampai memanjakan tubuh di berbagai hotel dan resor yang menyediakan berbagai layanan yang menjanjikan kenyamanan.

Lantas, selain objek wisata, apa lagi yang ditawarkan? Sebenarnya selama ini ada banyak even yang digelar. Namun hampir semuanya dilakukan sendiri-sendiri. Tidak digabung menjadi sebuah paket lalu dipromosikan secara serius. Maka melalui Visit Batam 2010, semua kegiatan dan atraksi budaya disatukan. Dikemas lebih menarik lalu dijual kepada wisatawan asing  maupun domestik.

Kata Dahlan, dia sudah mengajak semua paguyuban yang ada di Kota Batam untuk mempersiapkan atraksi budaya yang akan disuguhkan kepada wisatawan. Ya, sebagai sebuah kota yang sangat heterogen, multietnis, multibudaya, akan ada beragam atraksi budaya dari berbagai daerah di Indonesiayang ditampilkan di Batam.

Selama ini Batam sudah menampati posisi ketiga kunjungan wisata tertinggi di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Setiap tahun rata-rata 1,2 juta turis asing berkunjung ke kota ini. Capaian itu nyaris tanpa promosi. Untuk Visit Batam 2010, Pemko Batam hanya memasang target 1,4 juta kunjungan turis asing. Dahlan optimistis target itu akan tercapai.

“Batam kan sudah berada di posisi ketiga untuk kunjungan wisawatawannya. Dengan program- program tambahan, pastinya bisa mencapai target yang diinginkan,”kata pria berkumis itu sambil melipat kaki kirinya ke atas kursi yang didudukinya.

Namun dengan promosi yang lebih gencar, diperkirakan kunjungan turis asing bisa meningkat jauh lebih tinggi dari target tersebut. Even-even seperti Sea Eagle Boat Race, Festival Gasing, Festival Layang-layang, Batam Great Sale, pameran-pameran ekonomi, budaya, dan sebagainya, akan dirangkum menjadi satu paket. Lalu ditambah dengan atraksi budaya dari berbagai etnis yang ada di Batam. Inilah nilai lebih yang ditawarkan kepada turis asing dan domestik.

Berbagai persiapan menyambut pesta besar itu sudah dimulai. Para sopir taksi sudah mulai dikasih “penataran”. Resepsionis hotel, dan pelaku pariwisata lainnya pun segera diberi kesadaran mengenai Sapta pesona. Objek-objek wisata pun mulai dibenahi. Dahlan yakin, kendati tahun 2009 ada Pemilu, itu tak akan mengganggu persiapan yang dilakukan. Ini lantaran karakter masyarakat Batam yang kurang peduli pada soal-soal politik. Mayoritas warga kota ini lebih sibuk bekerja sehingga perhelatan pesta demokrasi itu tak bakal berpengaruh besar.

Nah, bagi Anda yang sudah pernah berkunjung ke Batam, jangan lupa kembali lagi tahun 2010 mendatang. Datang dan nikmatilah sesuatu yang lain, yang belum Anda temui dan rasakan dalam kunjungan sebelumnya.(*)

Iklan

5 thoughts on “Menanti Pesta Besar di Tahun 2010”

  1. Ada satu atraksi yang baru muncul, dan sebenarnya punya potensi untuk menjadi besar, yaitu Cabaret D’Banana yang di gawangi Denny Malik dan kawan2. Kalau mendengar dari yang bersangkutan, konsep yang di jalankan saat ini baru satu2nya ada di Indonesia. Bahkan di Jakarta pun belum ada. Dengan berbagai alasan dan latar belakang, event ini bisa terus di Boost Up, terlepas dari kekurangan di sana-sini, pada saat sekarang ini.
    Jadi intinya untuk Batam, perlu di cari “the one and only” yang lainnya, atau yang “ter” lainnya agar bisa menjadi magnet untuk pasar domestik maupun regional, (saya setuju untuk segmentasi pasarnya).

    Tapi di sisi lain apa yang sudah ada harus di “maintain” dan terus di sempurnakan.

    Menurut saya, apa yang di bawa Denny Malik bisa menjadi awal dari “akrobat” yang bisa di munculkan di Batam. Tinggal bagaimana prosesnya, banyak pihak mesti terlibat. BTW, Mas Eddy udah pernah nonton acara ini, belum?.

    ============
    Betul Mas. Aku blom pernah nonton hehehe…. tapi kawan2 beberapa kali bikin tulisan itu. Mungkin ini yang perlu dipromosikan secara khusus oleh BTB & Dinas Pariwisata. Kalo kita dari media, tinggal mendukung dalam pemberitaan. Kita sudah menjalankan perang kita, tapi lembaga yang semestinya menggaungkan acaranya Denny Malik, tampaknya belum optimal. Ini mungkin yang perlu didorong….

    Suka

  2. Mas Eddy, seperti juga sudah diliput di Tribun, kemarin tgl 10 Okt 2008 bertempat di KTM Resort – Batam, sudah ditanda tangani Deklarasi bersama 4 asosiasi pariwisata Batam untuk menyatukan langkah mensukseskan pariwisata batam utk jangka panjangnya dan untuk mensukseskan Program Visit Batam 2010. Bukan penanda tanganan nya yang terpenting, tapi langkah kongkrit selanjutnya yang akan di tindak lanjuti dari deklarasi ini yang paling utama. Menurut saya mereka mesti di kejar terus tuh untuk langkah-langkah selanjutnya. jangan cuma berhenti sampai di deklarasi saja, itu jadinya NATO, ya ngga. Saya pikir mereka butuh dukungan media untuk terus mengekspose tindak lanjut aktifitasnya. Satu hal yang saya juga kepingin teman-teman wartawan mendukung, mari kita munculkan DeMAM Visit Batam 2010. Kalau perlu di setiap sudut strategis kita munculkan Logo Visit Batam 2010. Bahkan kalau ada diskusi apapun mengenai pariwisata, mari kita selalu kaitkan dengan Visit 2010. Gimana Mas….Just sharing..

    ==========
    Sangat setuju Mas. Menurutku, program Visit Batam 2010 sangat penting. Namun ada yang aneh. Ternyata gaungnya di Batam saja lemah…sayup-sayup. Lantas bagaimana gaungnya bisa bergema ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri? Ini yang harus dipikirkan bersama oleh semua stakeholder di Batam, bahkan Kepri.
    Apalagi dalam kondisi krisis finansial seperti sekarang ini, tentu akan lebih sulit memasarkan pariwisata. Masyarakat dunia sedang mengencangkan ikat pinggang. Lantas, hal menarik apa yang bisa kita tawarkan sehingga orang benar-benar tertarik datang ke Batam? Inilah yang paling sulit. Kemarin Singapura punya F1 saja kita gagal menarik limpahan penonton ke Batam. Apalagi tanpa ada sebuah gawean besar yang benar-benar menarik di Batam sehingga orang (benar-benar) tertarik datang ke sini.
    Kalau menurut saya, target Visit Batam 2010 sebaiknya dipersempit ke pasar regional dan domestik saja dulu. Kita perlu belajar dari langkah Malaysia ketika krisis 1998 silam. Waktu itu, dengan program “Cuti-cuti Malaysia”, pariwisata mereka tetap berhasil dengan mengandalkan wisatawan domestik.
    Usul saya, bagaimana kalau promosi pariwisata lebih difokuskan ke dalam negeri saja dulu. Mungkin setahun atau dua tahun ke depan, ketika kondisi krisis mulai pulih, baru kita perluas ke regional dan luar negeri.
    Aku setuju sama Mas Febri soal “Demam Visit Batam 2010”. Mungkin selain spanduk dan baliho, perlu ada “atraksi-atraksi” dalam melakukan persiapan sehingga menjadi buah pembicaraan publik. Pertanyaannya, “akrobat” seperti apa yang bisa kita lakukan supaya menjadi bahan pembicaraan publik?

    Suka

  3. Mudah-mudahan visit batam 2010 bisa sukses. Kami berharap Batam bisa menjadi pintu masuk wisatawan asing ke daerah lain di Indonesia….. salam dari jauh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s