Takut pada KPK Gadungan

KETAKUTAN sejumlah pejabat dan penyelenggara negara terhadap sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melahirkan ide cemerlang di kepala para penipu. Mereka mencatut nama KPK untuk mengeruk keuntungan dengan cara menakut-nakuti lalu memeras para pejabat di daerah. Korban terbanyak adalah bupati, kepala dinas, dan pejabat badan usaha milik negara (BUMN).

Sebenarnya para pejabat tersebut tidak perlu takut terhadap KPK gadungan maupun KPK asli sekalipun. Apa yang harus ditakuti jika tidak melakukan korupsi? Kenyataannya, ada saja yang tertipu dan menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah kepada petugas KPK gadungan.

Itu mengindikasikan bahwa mereka yang tertipu bisa jadi memang bermasalah atau tengah menyembunyikan sesuatu. Makanya ketika petugas KPK gadungan menawarkan “jalan damai”, asalkan mau menyerahkan sejumlah uang, mereka langsung setuju. Sebenarnya, itulah peluang yang dimanfaatkan para anggota KPK gadungan itu. Dan mereka (mungkin) tak berani memeras orang tertentu kalau tidak memegang “bukti” awal yang bisa dijadikan bahan untuk melakukan pemerasan.

Lepas dari itu, belakangan ini penipuan dan pemerasan berkedok KPK memang kian marak. Data terakhir yang dirilis KPK menyebutkan jumlah anggota KPK gadungan mencapai 100 orang. Mereka melakukan aksi hampir di semua daerah di Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau (Kepri).

Di Kepri, bahkan ada oknum wartawan yang mengaku sebagai petugas KPK yang  hendak memeriksa Bupati Natuna Daeng Rusnadi. Kelompok berjumlah empat orang ini lengkap dengan tim Tipikor Mabes Polri yang juga gadungan. Mereka berani menelepon Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Rudi S Idris, untuk menyediakan ruangan yang akan digunakan untuk memeriksa Bupati Natuna.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, saat ini sudah ada komplotan KPK gadungan yang bekerja secara terorganisir. Sampai-sampai ada koran atau media cetak mengatasnamakan KPK. Sehingga masyarakat dan pejabat di daerah harus senantiasa waspada. Apalagi para petugas KPK gadungan ini juga berdandan layaknya petugas KPK betulan ketika bertugas.

Penipuan dan pemerasan berkedok KPK ini bukan baru sekarang terjadi. Sejak tahun 2006 lalu, sudah muncul kasus penipuan dan pemerasan oleh petugas KPK gadungan. Modus yang dilakukan cukup beragam, di antaranya mengaku sebagai pengawas KPK yang dilengkapi identitas KPK palsu. Mereka kemudian menghubungi sejumlah pengusaha dan meminta mereka menyetorkan sejumlah uang. Ada juga yang menjual buku tentang KPK.

Modus lainnya, mereka berpura-pura menyelenggarakan seminar mengatasnamakan KPK. Lalu memaksa peserta yang sebagian besar adalah pejabat atau pegawai BUMN untuk mengikuti seminar tersebut dengan cara membayar uang jutaan rupiah.

Agar masyarakat dan pejabat tidak tertipu oleh petugas KPK gadungan, diimbau untuk  tidak ragu menanyakan identitas orang yang mengaku sebagai petugas KPK. Sebab setiap petugas KPK dilengkapi identitas jelas dan lengkap. Petugas KPK juga tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun selama menjalankan tugas. Maka patut dicurigai apabila ada petugas KPK yang meminta uang atau fasilitas tertentu.

Agar masyarakat dan pejabat tidak mudah tertipu oleh ulah para petugas KPK gadungan, sebaiknya langsung menghubungi KPK dengan menelepon langsung ke kantor KPK di (021) 25578300. Atau melalui email ke: info@KPK.go.id. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s