Dongkrak Turis Lokal Lewat “Cuti-cuti Malaysia”

Belajar Mengelola Pariwisata dari Malaysia (3-Habis)

Kereta gantung yang mengangkut turis ke Genting Highland.
Kereta gantung yang mengangkut turis ke Genting Highland.

DUAPERTIGA turis yang mengunjungi Malaysia berasal dari negara- negara ASEAN. Tercatat 9,5 juta warga Singapura mengunjungi negeri tetangganya itu. Turis Singapura menempati urutan teratas kunjungan wisatawan asing ke Malaysia.

Industri pariwisata Malaysia menyumbang pendapatan terbesar kedua setelah manufaktur. Sehingga sektor pariwisata diidentifikasi sebagai kunci utama meningkatnya pertumbuhan negeri itu selama krisis keuangan melanda Asia pada 1998 silam.

Saat krisis ekonomi menghebat, Malaysia masih bisa meraup 5,8 juta turis. Tapi mereka tak berhenti berpromosi. Hasilnya, jumlah kunjungan turis melonjak tiga kali lipat menjadi 15,7 juta pengunjung pada tahun 2003.

Pengeluaran turis di Malaysia pun meningkat dari 12 miliar ringgit pada 1999 jadi 30 miliar ringgit pada 2004, dan meningkat lagi menjadi 35 miliar ringgit pada tahun 2005. Tahun 2007, tercatat 20,9 juta wisman berkunjung ke negeri tetangga itu. Dalam sepuluh tahun, empat kali lipat wisatawan asing membuang uang di sana.

Gencar menarik turis asing tak membuat Malaysia cuek terhadap wisatawan lokal. Mereka membuat strategi khusus dengan meluncurkan program dan paket liburan yang disebut “Cuti-Cuti Malaysia”. Ini adalah program tur anak sekolah dan wisata khusus bagi grup pelancong. Program ini dikampanyekan oleh Kementerian Pariwisata Malaysia untuk mendongkrak arus kunjungan pelancong lokal ke objek-objek wisata di dalam negeri.

Program tersebut didasarkan pada kesadaran bahwa pelancong lokal dapat memberi kontribusi yang bagus ketika dunia pariwisata diterpa isu global yang tak menguntungkan seperti terorisme, penyakit SARS, flu burung, bencana alam, dan sebagainya.

Hal tersebut telah terbukti ketika berbagai isu global itu melanda dunia beberapa tahun belakangan. Prinsipnya, kedatangan turis asing boleh saja turun, tetapi pelancong lokal datang untuk menolong gerak pariwisata Malaysia.

Selain memiliki Genting Highland yang tersohor itu, Malaysia juga masih memiliki berbagai objek wisata

Bukit Batu Cave di Selangor
Bukit Batu Cave di Selangor

lainnya seperti Sunway Pyramid di Petaling Jaya, Selangor, yang memadukan pusat perbelanjaan, hotel, dan resort serta pusat rekreasi dalam satu kawasan.

“Objek wisata lainnya yang juga mendatangkan banyak devisa bagi Malaysia adalah Bukit Batu Cave di Selangor. Setiap tahun antara akhir Januari hingga awal Februari, tempat suci umat Hindu itu didatangi lebih dari 500 ribu penganut Hindu dari seluruh dunia untuk berdoa,”jelas Azlilna.

Tempat ibadah tersebut dibangun di dalam bukit kapur yang terdapat goa di dalamnya. Untuk mencapai lokasi goa, harus meniti 272 anak tangga. Jika ingin lebih ke dalam, masih harus meniti 65 anak tangga lagi. Bagian atas gua ini terdapat lubang sehingga kita bisa melihat langit. Tempat yang dikeramatkan umat Hindu ini menarik untuk dikunjungi dan menjadi salah satu objek yang ‘dijual’ pemerintah Malaysia.

Menariknya, pusat pemerintahan di Putra Jaya pun tak luput menjadi jualan mereka. Putra Jaya yang dibangun tanpa utang sepeser pun itu, dirancang dengan sangat indah. Komposisi antara bangunan dan kawasan hutan tampak berimbang. “Saya mau foto di situ. Jembatan itu menjadi latar belakang ya…!” kata seorang turis Indonesia kepada temannya yang mengambil gambarnya di Putra Jaya.

Seorang pengusaha asal Bandung, yang mengaku ‘kabur’ ke Malaysia karena takut diperas aparat dan preman yang biasa meminta “jatah” untuk perayaan tahun baru, mengakui pemimpin Malaysia memiliki visi lebih baik dibanding pemimpin di Indonesia.

“Malaysia memang memiliki visi yang lebih baik dibanding pemimpin- pemimpin kita. Genting Highland adalah satu contoh, dan Putra Jaya adalah contoh lainnya,” kata Aan, seorang pengusaha keturunan.

“Indonesia memang punya Bali, tapi Bali itu terbentuk sendiri berkat kultur daerahnya. Bandingkan dengan Genting atau Putra Jaya. Malaysia tampak merencanakan semuanya dengan sebuah visi yang jelas,” tukas Aan sembari menghisap dalam-dalam asap rokok Djarum Super kesukaannya. Lantas, kapan Indonesia mau belajar dari negeri serumpun itu? (*)

Iklan

2 thoughts on “Dongkrak Turis Lokal Lewat “Cuti-cuti Malaysia””

  1. Ya memang harus begitu, masak Indonesia yg punya pintu kedatangan internasional lebih banyak kok jumlah turis yg datang lebih sedikit! Bali tuh bisa dikembangkan lebih baik, kalau bisa menghubungkan ke pulau2 lain di sekitarnya, ga harus ke Jakarta yg terkenal macet n sumpek!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s