Kota-kota di Malaysia Lebih Bersih

Belajar Mengelola Pariwisata dari Malaysia (2)

Menara Petronas
Menara Petronas

DARI segi jumlah penduduk, Malaysia hanya memiliki 26 juta jiwa dengan luas wilayah hanya 329.750 kilometer persegi. Bandingkan dengan Indonesia yang berpenduduk 238.452.952 jiwa dengan luas wilayah 1.904.556 kilometer persegi. Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang jauh lebih berlimpah.

“Malaysia terdiri atas tiga etnis besar, yakni Melayu, Tionghoa, dan India. Tiga etnis ini menjadi kekuatan kami untuk sama-sama memajukan negeri,” kata Azlilna (42), seorang guide freelance Malaysia yang ternyata keturunan Padang, Sumatra Barat.

Sayang, Indonesia yang lebih beragam justru menyimpan potensi konflik sangat besar dan seringkali menimbulkan aksi gontok-gontokan. Sebaliknya Malaysia menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, tak saling bersitegang. Memang ada juga perselisihan antar etnis, namun tidak sehebat di Indonesia. Hasilnya, perekonomiannya berjalan mulus dengan pertumbuhan jauh di atas Indonesia yang notabene jauh lebih kaya.
Banyak orang Indonesia justru menempatkan kekayaannya di sana. Banyak properti di negeri jiran itu kepunyaan orang Indonesia karena merasa lebih stabil dan aman.

“Kepemilikan properti di Malaysia bisa 99 tahun dan masih bisa diperpanjang. Orang senang tinggal di Malaysia karena lebih aman,” kata Azlilna yang tak pernah berhenti berceloteh mengenai kemajuan negerinya.

Perempuan Malaysia yang ayahnya asli Minang dan ibu Banjarmasin, itu dengan bangga memaparkan mengenai keunggulan negaranya dan kewibawaan pemerintahannya, terutama mengenai peran mantan Perdana Menteri DR Mahathir Muhamad.

“Encik Mahathir telah membuat Malaysia sejajar dengan negara-negara maju seperti Singapura, Hongkong, dan lainnya,” ujar Azlilna dengan ekspresi bangga.

Dalam bahasa Indonesia yang sempurna, perempuan yang akrab disapa Kak Lin, ini selalu menjelaskan setiap lokasi yang dilewati “bas persiaran” yang kami tumpangi. Pengetahuan dan kelihaian Kak Lin menerangkan detail informasi wisata, membuat kami cukup kagum. Dari pemaparannya, tertangkap ada semangat khusus yang ditanamkan dalam diri para guide untuk mempromosikan negerinya habis-habisan.

“Itu menara Petronas, menara kembar tertinggi di dunia. Menara ini direncanakan oleh arsitek Cesar Peli & Associates, dibangun oleh kontraktor dari Korea, dan sebuah lagi dari Jepang. Setelah jadi, sebuah gedung dijual ke Petronas, perusahaan perminyakan negara. Karena digunakan oleh Petronas, gedung kembar itu pun dinamakan Menara Kembar Petronas. Menara yang lain dijadikan perkantoran dan disewakan,” kata Kak Lin sambil menunjuk menara setinggi 452 meter dan terdiri atas 88 lantai itu.

Lebih bersih, lebih rapi
Dibandingkan Indonesia, harus diakui bahwa kota-kota di Malaysia jauh lebih bersih juga lebih rapi. Tak mudah menemukan sampah berserakan di pinggir jalan-jalan di Kota Kuala Lumpur maupun kota- kota lainnya yang kami lewati.

Hotel-hotel bersih. Bahkan WC-WC umum di berbagai terminal di Malaysia juga dijamin bersih. Bandingkan dengan WC umum di Indonesia. Dijamin turis asing bisa pingsan di dalamnya karena jorok dan bau.

Kondisi itu memang sengaja diciptakan oleh Pemerintah Malaysia yang ingin menarik turis asing sebanyak-banyaknya. Mereka bahkan memiliki program kampanye WC bersih. “Kapaaan ya kota-kota di Indonesia bisa seperti kota-kota di Malaysia ya?” guman seorang teman seperjalanan.

Menurut Kak Lin, Malaysia sangat gencar membidik pasar ASEAN, Timur Tengah, Cina, dan India. “Negara-negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, Indonesia, dan Brunei memiliki keuntungan. Bepergian ke Malaysia tidak bergantung pada ketersediaan maskapai penerbangan,” ungkap direktur Pariwisata Malaysia Mirza Taiyab kepada The Strait Times baru-baru ini.

Dia mengatakan, Cina, India, dan Timur Tengah merupakan prospek bagus karena Malaysia Airlines telah menambah jadwal penerbangan ke wilayah itu. Malaysia bahkan mulai membidik turis dari negeri Arab secara khusus. Alasannya, wisatawan Arab memiliki banyak uang dan terkenal paling doyan menghamburkan uang selama di Malaysia.

Data Kementerian Pariwisata Malaysia menyebutkan, tiap orang Arab rata- rata membelanjakan uang sebesar 6.765,8 ringgit (sekitar Rp 16,9 juta). Di urutan berikut, Uni Emirat Arab (RM 5.036,7), Turki (RM 4.522,4), Siria (RM 4.203,3), Afrika Selatan (RM 3.774,4) dan lainnya.

Salah satu alasan kenapa orang-orang Arab itu boros adalah mereka doyan belanja di Malaysia. Maklum, di negeri ini harga-harga yang mereka dapat tergolong murah tanpa harus mengorbankan mutu barang. Apalagi, tiap tahun selalu ada pesta diskon besar-besaran.(bersambung)

Iklan

9 thoughts on “Kota-kota di Malaysia Lebih Bersih”

  1. iya betul..guide dlm artikel di atas aja ga ada menghina msia eh komenx malah menghina msia..jgn tampakkan org indo tu ga terpelajar dong

    Suka

    1. saye akuilah negara malaysia maju, tak macam negara kami banyak korupsi, pembangunan tak merate, pembangunan hanye terpusat di pulau jawa, diriau, papua, sulawesi, kalimantan masih jauh,,

      Suka

  2. malaysia memang jauh lebih baik,dia memegang teguh persatuan mereka tidak seperti di negri kita yang penuh dengan korupsi,bentrok antar etnis,pokoknya indonesia buruk.masalh boneka inggris gak apalah kita boneka yang pengting negara kita makmur dan sejajar dengan negara2 asean lainnya.tidak kismin dan tidak cepat bangga.baru valentino rosii sudah juara dunia di sirkuit sentul beberapa tahun silam eh sudah bangga,dan 1 lagi baru barack obama sudah sekolah di menteng ehh rubriknya meledak2 di televisi.jadi marilah kita sama2 introspeksi diri masing2 bahwasanya marilah kita majukan negri kita ini dengan jalan saling memegang teguh prsatuan dan jauhkan diri dari korupsi.thangk all (malaysia brother indonesia)

    Suka

    1. Enggak tuh gw gak benci malaysia, dan gak ada masalah dg malaysia, jangan memprimordialisasi tiap orang indon deh, kemajuan hidup yang gw tempuh juga berkat hal-hal luar dibanding lokal, so gak perlu sombong padahal lu gak selevel dibanding malaysia. Temen-temen gw santai aja ama malaysia, lu aja yang kampungan!

      Suka

  3. malaysia cuma boneka inggris jadi jangan sombong..
    mau saja kau jadi boneka inggris..
    malaysia negara persemakmuran inggris
    hahahahahahahahahaha
    fuck you hahahahahah..???
    I LOVE YOU FULL INDONESIA…..

    Suka

    1. Udah gak usah sirik, emangnye indon gak dibonekain sama barat? kapitalisasi asing merebak dari sabang sampe merauke, impor lebih tinggi dibanding ekspor. gak usah sok-sok bersikap “anti-western” kalau demikian mendingan tinggal di hutan ajah lu sono balik ke era moyang lu yg primitif nyembah-nyembah kejawen wkwk. karena gak akan bisa lu nikmati hidup sampai skrg bahkan saat ini kalau bukan belajar serta pemberian IPTEK dari bangsa-bangsa barat.
      Ekonomi dan pendidikan indon kalah dari malaysia, secara kelas indon masih berada di daftar “third world country” kalah ama malaysia yang selevel diatas.
      Udah gak usah sirik lu idiot, jijik gw ama nasionalisme, cuma membuat narsisme perbedaan serta narrow-minded

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s