Sikap Dewan soal Tarif Listrik di Batam

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam telah menyetujui usulan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam agar tarif listrik dinaikkan. Menurut Dewan, alasan utama menaikkan tarif tersebut agar PT PLN Batam bisa segera mencapai break even point (BEP) atau balik modal dan supaya bisa beroperasi.

Tentu PLN telah memiliki dasar perhitungan mengenai berapa besaran kenaikan tarif yang akan diterapkan dan dalam waktu berapa lama BEP bisa tercapai, sebelum mengajukan usulan kenaikan tarif kepada Dewan untuk dibahas. PLN menyodorkan empat skenario kenaikan tarif kepada Dewan.

Dari skenario yang disodorkan PT PLN Batam, usulan kenaikan tarif dibedakan berdasarkan kategori pelanggan. Kendati sudah ada empat skenario yang disodorkan PLN sejak lima bulan lalu, Dewan tidak menentukan skenario mana yang harus ditempuh atau menawarkan skenario baru yang dipandang lebih adil, baik bagi PLN maupun pelanggan. Dewan justru mengembalikan keputusan besaran tarif itu kepada PLN.

Padahal, tempo lima bulan rasanya cukup bagi Dewan untuk menganalisis masing-masing skenario atau bahkan membuat skenario baru berdasarkan perhitungan yang matang. Sehingga Dewan bisa memutuskan besaran tarif seperti apa yang adil bagi kedua pihak, serta tidak menimbulkan dampak negatif secara signifikan terhadap perekonomian masyarakat maupun terhadap perusahaan dan industri yang memanfaatkan jasa listrik dari PLN.

Langkah Dewan mengembalikan keputusan menetapkan besaran tarif kepada PLN justru bisa menimbulkan persoalan baru. Ini bisa menyebabkan PLN menjadi sasaran tembak bila akhirnya menentukan tarif yang dianggap tidak sesuai harapan publik. Di sini terlihat bahwa Dewan seolah lempar batu sembunyi tangan. Artinya, mereka menyetujui kenaikan tarif listrik, tapi tidak mau bertanggungjawab atas dampak yang bakal ditimbulkan oleh keputusan itu.

Hal itu menimbulkan kecurigaan publik, jangan-jangan Dewan sengaja ‘melempar’ tanggungjawab itu karena sebentar lagi Pemilu 2009. Ada kekhawatiran keputusan yang langsung menyentuh kepentingan orang banyak itu akan berpengaruh terhadap dukungan publik kepada anggota Dewan yang berencana mencalonkan kembali dirinya untuk maju pada Pemilu Legislatif, termasuk dukungan terhadap partai politik yang mengusung mereka.

Apalagi sudah mulai ada kritik dari sejumlah kalangan yang menilai Dewan tidak pro bisnis. Juga menganggap besaran kenaikan tarif yang diusulkan PLN terlalu mahal dan bisa menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, misalnya, menyatakan kenaikan tarif listrik pasti membuat biaya produksi dan operasional perusahaan melonjak. Bila itu terjadi, industri terpaksa mengurangi waktu lembur karyawan.

Ini berdampak pada ketepatan industri memenuhi tenggat produksi dan pengiriman produknya kepada para pemesan.

Dampak berantai lainnya, kenaikan tarif yang terlalu tinggi akan berdampak pada inflasi. Berbagai produk kebutuhan akan ikut terkerek naik. Karena kenaikan tarif listrik tentu tidak sekonyong-konyong membuat perusahaan melakukan penyesuaian gaji. Tetapi karena karyawan/buruh merasa beban hidupnya semakin berat, mereka lantas menuntut kenaikan upah.

Maka sebaiknya Dewan tidak lepas tangan dalam penentuan tarif listrik di Batam. Dewan harus memilih satu skenario yang dinilai paling baik, atau membuat skenario baru dengan berbagai pertimbangan yang bisa meminimalkan berbagai dampak negatife yang mungkin ditimbulkan. Dewan juga harus menjelaskan secara transparan mengenai sampai kapan PT PLN Batam mencapai posisi BEP berdasar alasan-alasan dan perhitungan PLN yang mereka terima.

Tentu saja penjelasan itu baru boleh disampaikan kepada publik setelah melalui proses audit independen yang bisa dipertanggungjawabkan.(*)

Iklan

2 thoughts on “Sikap Dewan soal Tarif Listrik di Batam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s