Jakarta Siap Pasarkan Visit Batam 2010

Ini kabar gembira bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Batam. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan siap mensukseskan Visit Batam 2010 kepada dunia internasional.
Persiapan program Visit Batam 2010 telah dimulai sejak dini. Berbagai  langkah awal telah dimulai oleh Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Pariwisata dan Batam Tourism Board (BTB) guna menyukseskan gawean besar tersebut.
Persiapan yang dilakukan, di antaranya menggelar “Sosialisasi Pengembangan Promosi MICE di Indonesia” di Hotel Pacific, Jodoh, Senin (25/8). MICE (meeting, Incentive, convention, exhibition) dinilai penting karena merupakan andalan Batam dalam menarik pengunjung.
Acara yang diikuti oleh berbagai perusahaan pelaku pariwisata, tour&travel, hotel, pengelola lapangan golf, dan sebagainya, itu menghadirkan Nia Niscaya selaku Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar).
Dalam pemaparannya, Nia menyatakan bahwa pemerintah pusat melalui Depbudpar siap menyingsingkan lengan baju membantu menyukseskan Visit Batam 2010. Bahkan menjanjikan membantu pemasarannya melalui jaringan perwakilan RI yang ada di luar negeri.
“Dapertemen mendukung daerah. Perwakilan kita di berbagai negara akan kita beritahu untuk promosikan Visit Batam 2010. Kita akan kerja sama dengan Departemen Luar Negeri maupun lewat representative office (kantor perwakilan) Departemen Pariwisata di sejumlah negara,”kata Nia saat menggelar jumpa pers, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Batam Raja Muchsin dan Ketua BTB Rahman Usman.
Menurut Nia, pihaknya akan all aout mendukung  Batam menjadi destinasi wisata pada tahun 2010 karena daerah ini memang mempunyai segala persyaratan untuk itu, khususnya sebagai destinasi wisata MICE.
Selain infrastruktur seperti sarana perhotelan yang sudah berstandar internasional, konvensi di Batam juga menawarkan sejumlah insentif ikutan lainnya sebut saja wisata belaja, atau wisata tetirah ke sejumlah situs sejarah maupun keagamaan. Belum lagi destinasi lain yang sifatnya menawarkan keunggulan panorama bahari, dan tentu saja wisata kuliner yang bisa dibilang cukup menjanjikan. Kelayakan lain, Batam dalam beberapa tahun terakhir juga selalu masuk menjadi daerah kunjungan wisata utama di Tanah Air.
Ketua BTB Rahman Usman menambahkan, Batam menempati posisi ketiga tertinggi dalam kunjungan wisatawan asing (wisman) setelah Bali dan Jakarta. Batam (ditambah kunjungan wisman ke seluruh Kepri) menyumbang 36 persen kunjungan wisman secara nasional.
Dijelaskan Rahman bahwa Batam memiliki dua keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia, yakni lokasi yang strategis dan price (harga). “Harga hotel di Batam paling murah. Silakan bandingkan dengan tempat lain,”ujar Rahman.
Namun, Rahman mengritik soal berbagai kekurangan yang ada. Miaslnya taksi yang belum menerapkan argometer, restoran yang tidak mencantumkan daftar harga, belum adanya WC umum di lokasi-lokasi strategis seperti Nagoya, serta kurangnya taman kota yang bisa dijadikan tempat rendezvous.

Fokus pasar
Persiapan dan pemantapan rencana terus dikordinasikan. Setelah meluncurkan logo Visit Batam 2010 berbarengan dengan konser musik beberapa waktu lalu,  Batam juga sudah melakukan re-branding konsep pemasaran pariwisata yang memancing pengunjung membuktikan sendiri, alias experience it.
Namun demikian, tanpa dibarengi strategi pemasaran yang tepat dan terarah semua upaya itu bisa tidak berguna. Itu artinya, strategi pemasaran harus menjadi fokus utama, termasuk melakukan pemetaan dan mengukur serta menganalisis kekuatan dan kelemahan yang ada, peluang dan tantangan yang tersedia.
Khusus strategi pemasaran, Nia dalam pemaparannya mengungkapkan, perlunya penajaman fokus pasar yang hendak dibidik. Sebelumnya, Nia mengatakan bahwa Cina sangat potensial untuk digarap serius. “Ada tiga juta warga negara Cina di Provinsi Kuang Co yang sebelumnya berasal dari Indonesia, hingga kini masih menjaga budaya Indonesia dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka itu sangat potensial untuk dibawa ke Indonesia,”ujar Nia.
Selain itu, kata dia, perlu mengintensifkan pemasaran bersama. Ibarat banyak kepala, akan banyak jalan keluar. Dan terakhir, tentu saja memaksimalkan sarana pemasarana yang tersedia.
Khusus penetrasi pasar, Raja Muchsin agaknya sudah punya jawaban. Dia menyebut akan berfokus pada pasar wisatawan Korea Selatan, Singapura dan Malaysia. Kebetulan berdasar data pariwisata yang dirilis BPS Kepri bulan ini, ketiga negara tersebut juga selalu menempati urutan teratas jumlah kunjungan ke Kepri, dengan pintu masuk utama Batam. “Kita sambut gembira adanya dukungan dari pemerintah pusat,”kata Raja Muchsin kepada Tribun.
Nia menjelaskan, agar semua strategi tersebut bisa berjalan sesuai harapan maka diperlukan kerja sama dengan para pihak lainnya. Upaya pemasaran bersama itu juga harus melibatkan kalangan maskapai, badan pariwisata asing, perusahaan multinasional, media, dan asosiasi terkait.
Tidak boleh lupa, selain menyiapkan itu juga diperlukan pembenahan fasilitas, khususnya lokasi yang menjadi paket wisata andalan. Di sini perang pengemasan sangat penting, sehingga paket itu layak jual. Setelah itu baru mengomunikasikan paket yang ada secara intens melaui bantuan media massa.”Karena itu perlu dibentuk gugus tugas pemasaran,” saran dia.
Terkait kerja sama penerbangan, yang memungkinkan terbukanya akes transportasi, menurut Rahman Usman, pihaknya sudah menggagaskan beberapa tahun lalu. Namun karena belum satu persepsinya para pemangku kepentingan di Batam, maka gagasan itu tinggal gagasan saja.
“Padahal kita sudah menjajaki kerja sama dengan maskapai Asian (Korsel). Lalu China Southern, dan sebagainya,” keluh Rahman. Kini pihaknya terpaksa harus memulai dari awal kalau memang keberhasilan mensyaratkan adanya terbukanya akses tranportasi langsung.
Pemasaran pariswata sendiri, lanjut Nia, juga harus direncanakan secara matang dan terpadu melibatkan para pihak. Karena ukuran keberhasilan nantinya tidak semata pada banyaknya jumlah kujungan, namun terpenting ada tidaknya dampak ikutan dari masuknya arus kunjungan itu.
Dengan kata lain, secara garis besar keberhasilan Visit Batam 2010 juga harus diukur pada kemampuannya mendongkrak pertumbuhan, keberhasilannya membuka kesempatan kerja, dan tentu saja semua itu harus sebanyak mungkin memberikan manfaat bagi mereka yang belum beruntung.(wah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s