Ada Apa di Jodoh Boulevard?

MIMPI warga Kota Batam untuk memiliki sebuah city walk seperti di negeri tetangga, Singapura, tak kunjung terwujud. Padahal, sebagai kota dengan tingkat kunjungan wisata urutan ketiga setelah Bali dan Jakarta, Batam membutuhkan fasilitas-fasilitas yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Apalagi Kota Batam tengah mempersiapkan Visit Batam 2010, yang menargetkan akan menggaet 1,4 juta wisatawan asing.

Sebenarnya pemerintah telah membangun fasilitas seperti itu, yakni Jodoh Boulevard di kawasan Tanjungpantun, Jodoh. Proyek tersebut dikerjakan sejak 1 September 2007, dan sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni 120 hari, seharusnya sudah rampung sejak 31 Desember 2007 silam.

Sampai waktu yang ditentukan, ternyata proyek senilai Rp 3,2 miliar yang dipercayakan kepada kontraktor PT Rosa Lisca, tak kunjung tuntas. Kini, proyek Jodoh Boulevard masuk dalam daftar 10 proyek bermasalah yang didanai dari APBD Provinsi Kepri.

Khusus Jodoh Boulevard, Kejaksaan Negeri Batam bahkan telah memberikan batas waktu penyelesaian maksimal akhir Agustus lalu. Kenyataannya, sampai sekarang belum rampung juga.

Sebelumnya, kontraktor pernah berjanji proyek itu akan rampung pada 15 Mei 2008. Namun janji tersebut tak kunjung terealisasi. Padahal, tekanan terhadap kontraktor untuk penyesaian proyek itu datang dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, pemerintah hingga Dewan Kota Batam dan Dewan Provinsi. Terakhir adalah tekanan dari Kejaksaan Negeri Batam. Semua upaya mental dan proyek tersebut tetap saja molor. Ada apa?

Kehadiran proyek yang awalnya sangat didambakan masyarakat Kota Batam, justru menimbulkan persoalan baru. Molornya proyek tersebut berdampak pada pendapatan pedagang kaki lima dan pemilik toko di kawasan Tanjungpantun. Sudah lebih dari setahun mereka harus menderita karena omzet dagangan terus melorot dari waktu ke waktu. Sebab, pengerjaan proyek praktis menutup akses jalan sehingga makin sedikit pembeli berkunjung ke kawasan tersebut.

Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi pun ‘berteriak’ dan kini mulai putus asa. Sehingga dia mempersilakan setiap organisasi dan lembaga independen untuk memeriksa proyek tersebut. “Periksa saja, saya sudah capek,”kata Nur, putus asa.

Terus molornya proyek Jodoh Boulevard patut dipertanyakan. Sebab, anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan untuk proyek tersebut berasal dari rakyat dan sudah semestinya dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk fasilitas-fasilitas yang berguna bagi publik.

Pemerintah dan semua institusi terkait harus mencari di mana titik permasalahannya agar bisa segera dituntaskan. Jika memang ada persoalan di balik molornya proyek tersebut, mestinya ada penjelasan kepada publik. Janji Gubernur Kepri Ismeth Abdullah untuk membentuk tim untuk menyelidiki molornya proyek Jodoh Boulevard patut didukung. Kini, publik menunggu apa langkah gubernur selanjutnya.(*)

Iklan

One thought on “Ada Apa di Jodoh Boulevard?”

  1. pembangunan batam asal-asalan.
    tengok aja jodoh boulevard.
    di samping hotel panorama regenci ada kios pk5 tepat melintang di tengah jalan sampai jalan menjadi buntu. pemerintah batam diam aja. ini sudah bertahun-tahun.
    WANI PIRO????

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s