Siapa di Balik Mohammad Iqbal?

KASUS korupsi di negeri ini tak ada habis-habisnya. Kini giliran anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M Iqbal,  tertangkap basah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menerima suap dari Presdir First Media, Billy Sundoro. Keduanya melakukan transaksi suap berbentuk cek senilai Rp 500 juta dalam lift di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Wakil Ketua KPK M Jasin membenarkan bahwa suap itu terkait kasus Astro TV yang ditangani KPPU. Televisi berlangganan asal Malaysia itu dilaporkan oleh Indosat Mega Media (IM2), Indonusa Telemedia, dan MNC Sky Network, terkait dugaan monopoli yang dilakukan Astro All Asian Network dalam siaran langsung pertandingan sepakbola Liga Inggris.

Pada 29 Agustus 2008, KPPU menyatakan bahwa Astro tidak terbukti melakukan monopoli penyiaran Liga Inggris. Perlu diketahui, M Iqbal  masuk sebagai anggota Tim Pemeriksa dalam kasus tersebut.

Tertangkapnya M Iqbal menimbulkan pertanyaan mengenai keputusan KPPU terkait hak siar Liga Inggris. Benarkah keputusan KPPU diganjar dengan hadiah ratusan juta? Jika iya, berarti anggota KPPU bersangkutan telah melanggar kode etik lembaga tersebut.

Penangkapan M Iqbal membuat Ketua KPPU Syamsul Maarif terpukul dan menangis. Reaksi Syamsul persis sama dengan reaksi Jaksa Agung Hendarman Supandji ketika KPK menangkap basah Jaksa Urip Tri Gunawan saat menerima suap 660 ribu dolar AS dari Artalyta Suryani. Urip ditangkap terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) II dengan tersangka bos BDNI Sjamsul Nursalim, yang ditangani Kejagung.  Urip juga menerima “uang terima kasih” setelah Kejagung memutuskan tidak ada tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut.

Urip semakin mencoreng wajah Kejagung yang memang sejak lama dianggap memiliki hubungan dengan para makelar kasus. Sebaliknya M Iqbal dianggap mencoreng wajah KPPU yang relatif hampir tak pernah tertimpa gosip tak sedap. Menurut Syamsul, upaya selama delapan tahun membangun citra KPPU sebagai lembaga yang kredibel, ambruk seketika hanya gara-gara uang Rp500 juta. Padahal, menurut kode etik KPPU sendiri, selama memegang perkara, mereka tidak boleh bertemu dengan pihak yang terperkara. Ini untuk menjaga independensi putusan KPPU.

Tapi dengan wewenang besar yang dimiliki KPPU, tantangan integritas seseorang benar-benar diuji. Dalam UU No 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha, KPPU memang memiliki tugas penting dan wewenang besar. Mereka bertugas melakukan penilaian terhadap perjanjian yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 sampai Pasal 16 UU tersebut.

KPPU berwewenang menerima dan meneliti dugaan adanya praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat hingga menyimpulkan hasil penyelidikannya, memutuskan, dan menjatuhkan sanksi berupa tindakan administratif kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan UU No 5/1999.

Kewenangan besar itu membuka peluang penyimpangan, kendati KPPU menganut lima nilai dasar, yakni profesional, independen, kredibel, transparan, dan bertanggungjawab. M Iqbal sendiri pernah menjadi Ketua KPPU dua kali. Artinya dia termasuk orang yang kredibel dan dapat dipercaya. Dia bahkan diharapkan menjadi penjaga integritas di KPPU karena merupakan orang lama. Kenyataannya, dia terperosok juga dan menghancurkan reputasi lembaga tempatnya berkarya.

Kasus yang menimpa M Iqbal semakin meyakinkan publik bahwa korupsi sudah merasuk terlalu dalam ke berbagai sendi negara. Kewenangan yang dipercayakan negara justru dimanfaatkan untuk kepentingan sempit demi memperkaya diri sendiri dan kelompok.

Kasus seperti yang dihadapi M Iqbal, selalu menimbulkan pertanyaan bagi publik. Apakah M Iqbal sendiri  yang terlibat dalam kasus suap tersebut atau ada orang lain yang ikut berkomplot dengan dia? Sebab, putusan kasus Astro TV diambil oleh 13 orang komisioner KPPU melalui rapat pleno, yang akhirnya memenangkan Astro. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan KPK selanjutnya.(*)

Iklan

One thought on “Siapa di Balik Mohammad Iqbal?”

  1. Assalamu’alaikum w.w.

    Saya menulis ini tidak bermaksud menyerang seseorang, sekelompok atau segolongan tertentu, tetapi sekedar tanggung jawab pribadi sebagai seorang muslim yang melihat kezaliman yang tidak pernah berhenti di neneri ini.

    Dari pengadilan perdana M. Iqbal tanggal 10 Februari 2009 terungkap bahwa M. Iqbal merupakan korban konspirasi jahat yang terstruktur dan sistimatis oleh kalangan elit tingkat tinggi yang berkaitan dengan kepentingan partai politik tertentu dan perusahaan multi raksasa.
    Orang awam seperti anda mungkin tidak akan mengerti ada apa dibalik tertangkapnya M. Iqbal.

    Siapakah M. Iqbal?
    Ia menjadi Ketua KPPU periode 2002-2006. Pada masa itu ia menangani kasus monopoli Temasek yang ujung-ujungya divonis bersalah dan diharuskan membayar denda puluhan milyard rupiah dan diwajibkan menjual seluruh sahamnya di Indonesia.Hal ini membuat gerah segelintir orang yang berkuasa di negeri ini karena Temasek merupakan salah satu ATMnya.

    Sejak kejadian Temasek, M.Iqbal menjadi salah satu sasaran tembak di negeri seribu satu malam ini. Dengan berbagai cara, ia dicoba untuk bisa luluh, namun karena ia istiqomah, maksud penguasa yang zalim ini tidak pernah tercapai.

    Di pengadilan terungkap bahwa ternyata SATU BULAN SEBELUM IA KENAL DENGAN BILLY, sudah ada perintah penyadapan telepon dari KPK! Bagaimana logikanya keluar perintah untuk menyadap pembicaraan dua orang yang belum kenal satu sama lain??

    Ironis memang. KPK yang dianggap superior itu juga bisa DIBONCENG untuk kepentingan penguasa yang zalim! Dari bukti lain terungkap pula bahwa proses penangkapan M. Iqbal sarat dengan prosedur yang dibuat-buat dan tidak masuk akal, yaitu antara lain: tanpa surat penagkapan, petugas yang tidak tahu wajah M.Iqbal, sampai proses dikejar-kejarnya sopir M. Iqbal agar mau mengaku membawa tas hitam, dll.

    “SUKSES BESAR” KPK menangkap dan memenjarakan M. Iqbal adalah kejadian yang paling zalim di negeri seribu satu malam ini. Saya hanya ingin mengingatkan saya sendiri dan bapak-bapak Hakim, Jaksa, Elit Politik dan siapapun yang berkuasa, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja, sama dengan kalau telunjuk kita dimasukkan ke dalam air laut, lalu ditarik lagi; nah itulah kehidupan manusia di dunia. Sementara hidup yang panjang dan tidak berujung dan kekal itu adalah dunia akhirat.

    Apakah kalian tidak ingat kematian? Kehidupan alam kubur dan kehidupan akhirat? Untuk apa kita mengorbankan hidup yang hanya sekejap ini untuk penderitaan panjang dan tidak berujung di alam akhirat? Sadarkan bahwa semua yang kita lakukan akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak? Jawabannya saya serahkan kepada diri kita masing-masing, karena kita sendiri nanti yang akan menuai hasilnya.

    Billahit taufik wal hidayah.

    Wassalamu’alaikum w.w.

    ===========================

    Pak Doddy yang baik. Saya membuat tulisan di atas ketika kasus M Iqbal baru saja terjadi. Ketika itu saya belum memahami bangunan persoalan tersebut secara menyeluruh. Itulah sebabnya saya melihat dari sisi maraknya kasus korupsi di negeri ini yang bisa menyeret siapa saja. Apalagi kapasitas KPK boleh dikata sedang bagus-bagusnya ketika itu (entah bagaimana sekarang).

    Saya mengikui berbagai diskusi mengenai kasus M Iqbal di milis Pantau Komunitas dan sejumlah milis lainnya. Pada prinsipnya, ada banyak pihak yang meragukan kasus ini. Baik prosedur penangkapan maupun alasan penangkapan. Bahkan di sidangnya pun masih terdapat sejumlah keraguan yang menimbulkan pertanyaan, apakah benar M Iqbal menerima suap?

    Oke lah, kasus ini sedang bergulir dan kita tunggu saja perkembangannya. Mudah2an pengadilan Tipikor menjalankan fungsinya dengan benar…. dan makasih atas peringatan Pak Doddy kepada saya untuk tidak buru-buru memvonis sebelum ada keputusan pengadilan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s