Mengendalikan Kejahatan dari Lapas

TERPIDANA 1,8 tahun penjara dalam kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) setahun lalu, Goh Kok Ann (41), masih bisa mengendalikan komplotan kejahatan serupa dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Barelang, Batam.

Bilik-bilik penjara ternyata tak bisa menghentikan pelaku kejahatan menjalankan aksinya.  Terbukti Goh, pria warga negara Malaysia itu, tetap bisa mengendalikan pembobolan ATM kendati tubuhnya mendekam di balik jeruji besi. Dia bebas menggunakan handphone untuk menghubungi komplotannya. Dia bahkan tetap berhubungan dengan rekan- rekannya sesama warga negara Malaysia dan berhasil membobol rekening sejumlah nasabah bank di Batam melalui mesin ATM.

Itu bukan kasus pertama di Batam. Bulan April lalu, Lay Yao Hsin, terdakwa kasus pabrik shabu- shabu yang menghebohkan se-Indonesia, juga masih bisa menghubungi anak buahnya dari dalam tahanan Poltabes Barelang untuk menjual barang bukti berupa bubuk deterjen yang disimpan di Ruko Hub Seng, Batam Centre.

Tapi hal semacam itu tidak hanya terjadi di Batam. Hampir di seluruh negeri ini, kejadian serupa sudah sering terjadi. Di Madiun, Jawa Timur, terpidana kasus shabu-shabu tetap bisa menjalankan bisnis shabu-shabu kendati sedang menghuni Lapas Madiun. Para napi di Lapas Cipinang dan Lapas Salemba, Jakarta, bahkan berbisnis narkoba di dalam penjara, sekaligus mengendalikan bisnis serupa di luar penjara.

Jangankan penjara biasa-biasa. Lapas Nusakambangan yang terkenal paling ketat di republik ini dengan menerapkan super maximum security (SMS), juga berlangsung praktik serupa. Bisnis narkoba di dalam lapas itu menjadi perkara biasa.September 2007 silam, seorang napi yang ditahan di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, tetap mengendalikan bisnis narkoba bernilai miliaran rupiah yang jaringannya berada di Jakarta sampai Denpasar, Bali. Sang napi bahkan menggunakan telepon satelit di dalam penjara superketat itu.

Yang paling mengejutkan, Imam Samudra, terpidana mati kasus bom Bali I (2002), yang sedang mendekam di LP Krobokan, Bali, bisa mengendalikan jaringan terorisme melalui jaringan internet karena dia bebas menggunakan laptop di dalam penjara.

Kalau begitu faktanya, lantas apa gunanya pelaku kejahatan dan pelanggar hukum dipenjarakan? Padahal, satu di antara tujuan memenjarakan pelaku kejahatan adalah untuk mencegah dilakukannya kembali tindak pidana. Kenyataannya, tubuh mereka terpenjara, namun praktik kejahatan mereka tetap berlangsung.

Itu juga menggambarkan bahwa selama ini, fungsi lapas hanya sekadar mengurung tubuh seorang pelaku kejahatan. Namun lembaga itu gagal melakukan pembinaan sehingga pelaku kejahatan yang dijebloskan ke dalam lapas tidak mengalami perubahan perilaku sama sekali.

Beragam kejadian itu, termasuk kejadian di Batam, tentu bukanlah kasuistik. Sayangnya, kita tak pernah belajar dari pengalaman, atau mungkin sengaja tidak mau mencegah peristiwa serupa terulang kembali. Biasanya kita baru ribut-ribut setelah sebuah peristiwa terjadi (post factum). Tapi bagaimana  jika terjadi berulang-ulang? Bukankah itu namanya pembiaran?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sejumlah sipir ternyata bisa disogok sehingga para narapidana bisa bebas menggunakan alat komunikasi canggih. Bahkan sejumlah narapidana dari kaum “the have” (kebanyakan koruptor) tetap bisa tidur nyaman di dalam penjara, karena ruang tahanannya tersedia berbagai fasilitas bak kamar hotel berbintang. Ada kasur empuk, kulkas, televisi, dan sebagainya.

Maka dari itu, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai institusi yang bertanggungjawab dalam hal ini, haruslah menegakkan aturan di lapas. Para sipir penjara harus diberi hukuman berat bila mereka terbukti bermain mata dengan para narapidana.(*)

Iklan

One thought on “Mengendalikan Kejahatan dari Lapas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s