Aulia Pohan, Aib atau Nilai Plus SBY?

* SBY Sedih, tapi Hukum Harus Ditegakkan

Aulia Tantowi Pohan
Aulia Tantowi Pohan

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Aulia Tantowi Pohan, yang tak lain besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tersangka. Dia diduga terlibat  kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia senilai Rp 100 miliar kepada DPR dan bantuan hukum bagi sejumlah bekas petinggi BI yang tersangkut kasus korupsi.

Kuatnya desakan berbagai pihak dan tekanan media yang tak kenal lelah, akhirnya KPK menetapkan ayah dari Anisa Pohan itu sebagai tersangka. Karena sebagai  Ketua Dewan Pengawas Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI),  Aulia diyakini tahu persis dan diduga ikut menyetujui pencairan uang negara bernilai miliaran rupiah itu.

Sebagai besan, tentu Presiden SBY sedih.  “Mendengar semuanya ini tentu saya secara pribadi, sebagai Susilo Bambang Yudhoyono, terus terang dan jujur, bersedih. Saya harus menenangkan keluarga besar besan saya, Pak Aulia Pohan, anak menantu saya, anak saya, untuk menghadapi semuanya ini agar tetap tawakal dan tabah, sambil memohon kehadirat Allah SWT agar yang datang adalah keadilan yang sejati,” kata SBY dalam keterangan persnya di Gedung Utama Setneg, Rabu ( 29/10/2008 ) sore.

“Ini tugas saya sebagai pribadi. Sebagai bagian dari keluarga yang tentunya harus saya jalankan dengan sebaik-

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono

baiknya,” ujar SBY.  “Di sisi lain, dalam kapasitas saya sebagai kepala negara/pemerintahan, berulang kali saya mengatakan bahwa hukum dan keadilan harus ditegakkan. Kalau Pak Aulia Pohan bersama-sama yang lain dianggap melakukan kesalahan di dalam konteks ini, tentu proses penegakkan hukum ditegakkan. Saya tidak boleh mengintervensi, saya tidak boleh mencampuri semangat kita semua,” SBY menegaskan.

“Salah atau tidak salah. Seberapa besar kesalahan Pak Aulia Pohan itu nanti. Apakah kesalahan pribadi atau kolektif, marilah kita serahkan sepenuhnya pada proses penegakan hukum. Karena menjadi dambaan kita, hukum dan keadilan sekali lagi ditegakkan. Saya sebagai pemimpin tentu harus memelihara keadilan dalam diri saya dan ini berlaku bagi semua. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat kita semua untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi negeri kita dan rakyat kita,” tandas SBY. (Presiden SBY.info)

Mungkin keluarga besar Presiden SBY merasa malu, apalagi jika akhirnya Aulia dinyatakan terbukti bersalah dan masuk bui. Ini tentu menjadi sebuah aib. Tapi di sisi lain, SBY menunjukkan sebuah sikap yang patut diacungi jempol. Dan sikap SBY ini tentu bisa menjadi nilai plus baginya ketika maju lagi sebagai capres pada Pilpres 2009.  Ini sikap yang sangat bagus untuk pemberantasan korupsi di negeri ini.  Sebab, dengan SBY tidak mengintervensi KPK saja, itu sudah bagus.

Nah, bagi sebagian kalangan yang nyinyir terhadap SBY, sebaiknya mengambil sikap sportif saja. Janganlah mengecilkan sikap Presiden yang positif itu.  Jika hendak bersaing, sebaiknya Anda-anda sekalian juga melakukan langkah yang sama dengan tidak mencampuri/menghalang-halangi kerja para penegak hukum. Lebih spesifik lagi terhadap mereka yang kini duduk di kursi empuk Senayan. Berhentilah bersikap nyinyir dan sebaiknya ikut aktif dalam pemberantasan korupsi. Sebab, terlalu banyak anggota Dewan yang terhormat kini terlibat korupsi.(*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s