Pengadilan Izinkan Ayah Bunuh Putrinya

* Eluana Englaro Koma Selama 16 Tahun

Eluana Englaro
Eluana Englaro

BEPPINO Englaro mencabut selang makanan yang dihubungkan ke tubuh putrinya, Eluana Englaro (36), yang sudah koma selama 16 tahun, sejak tahun 1992 akibat kecelakaan mobil. Ketika itu Eluana baru berusia 20 tahun.

Selama 16 tahun Eluana dirawat oleh sebuah rumah sakit di Kota Lecco, Italia utara. Selama itu pula hidupnya bergantung pada selang makanan yang dihubungkan ke tubuhnya. Tanpa itu, dia dipastikan meninggal.Kata para dokter, kondisi perempuan itu tak mungkin kembali normal.

Itulah sebabnya, selama sepuluh tahun terakhir, Beppino terus memohon kepada pengadilan agar mengizinkannya mencabut selang makanan untuk mengakhiri penderitaan putrinya yang dalam kondisi vegetative state akibat kecelakaan tersebut.

Kasus ini mengundang perhatian luas masyarakat Italia, termasuk pengadilan, politikus hingga Vatikan. Namun para jaksa menolak permohonan Beppino karena jika memberikan izin, sama dengan mengizinkan orang melakukan pembunuhan.

Apalagi Italia tidak mengizinkan praktik euthanasia menggunakan metode penyuntikan obat dengan dosis mematikan. Pasien memang berhak menolak pengobatan, namun tak ada ketentuan yang mengatur jika pasien koma berkepanjangan seperti yang dialami Eluana.

Para politikus konservatif, kelompok anti-euthanasia dan Vatikan marah atas putusan pengadilan. Mereka menilai pengadilan telah melampaui batas. Enrico La Loggia, anggota legislatif di partai Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menyatakan bahwa putusan itu seperti “hukuman mati.”Pendapat senada dilontarkan Kardinal Javier Lozano Barragan, pejabat tinggi kesehatan Vatikan.

Tapi akhirnya perjuangan Beppino berhasil. Mahkamah Agung Italia selaku pengadilan tertinggi menolak gugatan banding para jaksa atas putusan pengadilan sebelumnya pada Juli lalu yang meluluskan permohonan Beppina untuk menghentikan pengobatan putrinya.

Beppino sangat lega. “Putusan ini mengonfirmasi bahwa kita hidup di bawah aturan hukum,” kata dia seperti dikutip kantor berita Italia, ANSA, Jumat ( 14/11/2008 ).

Menariknya, sebagaimana dituturkan Beppino, sebelum mengalami kecelakaan mobil, Eluana sempat menjenguk seorang temannya yang mengalami koma. Ketika itu dia mengatakan akan menolak dirawat bila kondisinya sama seperti temannya itu. Itu pula yang menjadi alasan sang ayah berjuang mati-matian agar anak gadisnya “dibunuh”.(*)

Iklan

One thought on “Pengadilan Izinkan Ayah Bunuh Putrinya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s